Posts

Showing posts from 2017

Sobekan Tiket Terbaik 2017

Image
Tahun 2017 adalah tahunnya selebrasi akan idealisme. Inilah sepuluh sobekan tiket bioskop terbaik di tahun 2017. Ini adalah tahun kesebelas gue konsisten menulis ulasan film-film yang gue tonton di bioskop, dan saatnya gue mulai sesuatu yang baru. Kalau sebelumnya gue mengurutkan sepuluh sobekan tiket bioskop terbaik sesuai urutan tanggal menonton, kali ini gue akan bergaya Top Ten di mana gue akan mengurutkan sesuai kualitas subjektif . Lalu apa standar kualitas subjektif yang membuat gue menempatkan film A di urutan nomor satu? Tidak hanya kualitas teknis proses produksi film sesederhana naskah, penyuntingan, akting, dan penyutradaraan, tetapi apa yang gue dapat seusai nonton film tersebut. Makna apa yang bisa gue resapi, dan pelajaran apa yang bisa gue bawa dalam kehidupan gue. Intinya adalah mana film yang paling menyentuh dan menggugah hati. Setelah melihat kesepuluh sobekan tiket terbaik ini, gue jadi takjub sendiri. Bisa dibilang, tahun 2017 adalah selebrasi akan ideal

The Greatest Showman - Review

Image
"Dengan lagu-lagu populer dan koreografi yang epik dan sensasional, The Greatest Showman menjadi film musikal yang sulit untuk dilupakan" Imajinasi dari kisah nyata perjuangan Phineas Taylor Barnum atau P.T. Barnum sebagai seorang visioner yang terkenal karena menjadi perintis bisnis pertunjukan sirkus yang terkenal seantero dunia. Sebagai anak tukang jahit yang tidak punya apa-apa, sementara dirinya memendam cinta pada Charity si gadis dari keluarga kaya. Berbekal mimpi dan idealisme ide-ide pertunjukan yang gila dan aneh, Barnum pun memulai usaha sirkusnya. Ketika tentangan dan tantangan datang silih berganti, Barnum harus menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang pemimpin keluarga sirkus sejati. Tahun 2017 tampaknya sedang berbaik hati dengan gue; dibuka dan ditutup dengan film musikal. Sebelum membandingkan dengan La La Land (2017), mari gue bahas The Greatest Showman dulu dimulai dari tampak luar hingga ke isinya yang paling dalam. Penting diketahui bahwa The Grea

Susah Sinyal - Review

Image
"Satu lagi film tentang perempuan di Indonesia tentang drama ibu dan anak, dibalut komedi yang sangat kocak dan menghibur" Ellen adalah pengacara sukses sekaligus orang tua tunggal dari anak perempuan semata wayang; Kiara. Tumbuh besar tanpa ayah, ditinggal ibu yang sibuk bekerja, Kiara cenderung lebih dekat dengan neneknya. Namun semuanya berubah ketika sang nenek meninggal dunia, dan meninggalkan Kiara hanya berdua bersama ibunya. Hubungan yang tidak begitu erat membuat mereka berdua sulit beradaptasi dengan keadaan baru ini. Liburan ke Sumba di tempat terpencil tanpa sinyal yang stabil pun menjadi satu-satunya harapan untuk memperbaiki hubungan ibu dan anak perempuan yang nyaris retak. Tiga tahun berturut-turut dengan rumah produksi Starvision, ini adalah film ketiga dari Ernest Prakasa yang lagi-lagi memiliki multi-peran; pemain, penulis naskah, sekaligus sutradara. Ngenest (2015) memang menjadi film debut Ernest yang menjawab potensi Ernest sebagai talenta di bela

Star Wars: The Last Jedi - Review

Image
"Babak kelahiran baru dari Star Wars Saga, dengan eksplorasi berani tentang The Force yang akan membawa kita semua ke perjalanan yang baru dan mengasyikkan" Melanjutkan kisah dari The Force Awakens (2015), Rey pergi ke pulau di planet terpencil tempat Jedi Master Luke Skywalker mengasingkan diri. Sementara itu, kejaran First Order semakin dekat dan para Resistance harus berjuang dengan sumber daya seadanya demi menyelamatkan diri. Kelompok Resistance pun menjadi satu-satunya harapan sebagai simbol perlawanan terhadap First Order. Sementara itu, Resistance menggantungkan harapan pada satu-satunya Jedi yang tersisa, Luke Skywalker. Kesan pertama gue, The Last Jedi adalah film Star Wars paling bijak yang pernah gue tonton, plus paling kocak dengan selipan humor ala MCU. Ada banyak sekali quote penuh makna yang pasti akan menempel di kepala anda, mulai dari filosofi perjuangan menyelamatkan yang dicintai ketimbang melawan yang jahat hingga melepaskan masa lalu dan menatap

Murder on the Orient Express - Review

Image
"Sebuah perjalanan kereta yang datar, tidak meyakinkan, dan tidak sekalipun menimbulkan rasa penasaran" Detektif terhebat di dunia, Hercule Poirot, memutuskan untuk naik kereta Orient Express dari Istanbul menuju Calais, sebelum melanjutkan perjalanan ke London. Di tengah perjalanan, kereta terhenti karena terjebak longsor salju sehingga kereta menjadi keluar jalur. Di malam hari, ada seseorang yang terbunuh. Satu di antara dua belas penumpang pun dicurigai menjadi tersangka. Tidak disangka, ternyata ini adalah kasus tersulit yang pernah dialami oleh Hercule Poirot. Film ini merupakan adaptasi kedua dari novel Agatha Christie berjudul sama yang diterbitkan tahun 1934. Sebagian mungkin menyayangkan usaha Hollywood untuk mendaur ulang adaptasi dari film pertama yang rilis tahun 1974. Tetapi mungkin juga penting untuk diadaptasi di era sekarang ini untuk generasi baru yang belum mengenal siapa itu Hercule Poirot. Salah satunya adalah gue, yang memang bukan pembaca novel Ag

Blade of the Immortal - Review

Image
"Karya ke-100 dari sutradara Takashi Miike ini meski masih menyajikan over-the-top violence, tetapi cukup menahan diri dalam menyemburkan darahnya" Manji adalah seorang ahli samurai yang dikutuk dengan keabadian. Setelah gagal menyelamatkan adiknya yang dibunuh oleh puluhan pembunuh bayaran, Manji diberikan cacing sakti yang dapat menyembuhkan dirinya oleh seorang biksu misterius. Lima puluh tahun kemudian, Manji menghadapi persoalan yang mirip ketika dia harus melindungi seorang anak perempuan yang kedua orang tuanya dibunuh oleh sekelompok samurai. Isu penebusan, kehidupan serta keabadian pun mencapai puncaknya pada pilihan yang harus dihadapi oleh Manji. Kalau dilihat secara statistik, di mana  Blade of the Immortal adalah film keseratus dari sutradara legendaris Takashi Miike, maka bisa dibilang gue termasuk orang yang tidak familiar dengan film-film beliau. Selain film ini, gue hanya menonton dua film Takashi Miike yang lain; Zatoichi (2003) dan 13 Assassins (201

Coco - Review

Image
"Karya terbaru dari Pixar yang sangat kaya di visual dan juga cerita beserta makna yang mendalam tentang keluarga, kehidupan, dan kematian" Miguel adalah seorang anak laki-laki yang berbakat menyanyi dan bermain gitar, meski harus hidup di tengah larangan keras untuk bermain musik di keluarganya. Putus asa untuk menunjukkan bakatnya, Miguel pun tiba-tiba terjebak dalam alam baka di hari festival besar Day of the Dead. Ditemani oleh arwah yang penuh dengan trik, Hector, mereka pun berpetualang untuk mencari kebenaran di balik latar belakang keluarga Miguel. Pertama-tama, Coco bukanlah The Book of Life (2014) meski premisnya sama-sama menggunakan latar hari raya terkenal di Meksiko. Coco adalah film ke-19 dari rumah produksi Pixar yang diproduksi dari tahun 2011. Lamanya proses produksi ini sekaligus memecahkan rekor sebagai produksi terlama oleh Pixar. Tetapi hal tersebut terbayar dengan hasil filmnya yang sangat terlihat betapa detil penelitian yang dilakukan. Hasilny

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak - Review

Image
"Seruan pahit dari gender yang tertindas, dalam balutan genre film baru di sinema Indonesia; satay western" Marlina, seorang janda yang baru saja ditinggal mendiang suaminya, didatangi oleh kawanan perampok. Ketika diancam diperkosa secara bergiliran, Marlina memberontak dengan membunuh mereka. Tak tentu arah, Marlina memutuskan untuk keluar dari rumah dan pergi ke kantor polisi untuk menuntut keadilan sambil membawa saksi mata; kepala si perampok. Ini adalah karya ketiga sutradara dan penulis naskah berbakat Mouly Surya yang masih mengeksplorasi satu tema yang sama; bagaimana seorang wanita menghadapi dunia. Dalam dua karya sebelumnya,  Fiksi  (2008) dan  Yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Cinta  (2013) memang membahas peran wanita dalam konteks kehidupan urban. Namun dalam Marlina the Murderer in Four Acts (pilihan judul untuk distribusi internasional), penonton diajak ke tanah Sumba di Timur Indonesia. Sebuah eksposisi tema dan konteks yang paralel; karakter

Stranger Things - Season 2 Review

Image
"Kisah yang lebih luas dan lebih besar, tetapi tidak serta-merta lebih baik dari musim sebelumnya" Gue suka Stranger Things Season 1 karena orisinalitasnya membuat gue seakan menemukan keluarga baru. Sayangnya, gue tidak begitu suka Stranger Things Season 2 karena formula tipikal sekuel untuk mengekspansi cerita malah menghilangkan orisinalitas itu. Mari kita bahas lebih dalam.

Justice League - Review

Image
"Terlepas dari deretan kekurangannya, film ini ringan dan sangat menghibur di antara film-film DCEU lainnya" Bruce Wayne terinspirasi oleh pengorbanan Superman dan termotivasi untuk mengumpulkan manusia-manusia super demi menghadapi musuh yang lebih besar. Bersama Diana Prince, Batman dan Wonder Woman merekrut The Flash, Cyborg dan Aquaman. Namun meski kini mereka berkumpul sebagai tim, saat tersebut sudah terlambat untuk menyelamatkan bumi dari serbuan makhluk asing setelah absen selama ribuan tahun. Akhirnya, ada juga satu film dari DC Extended Universe (DCEU) yang ringan dan menghibur. Justice League menandai film kelima dalam deretan film-film DCEU, atau yang kebanyakan orang mengatakan bahwa ini adalah usaha terburu-buru untuk mengejar Marvel dalam menyatukan semua jagoannya dalam satu film. Jadi apakah benar ini usaha yang terlalu terburu-buru? Ya. Tetapi ini adalah usaha yang cukup baik. Baik, dalam hal peningkatan dari empat film DCEU sebelumnya, dan bukan dal

Mindhunter - Season 1 Review

Image
How do we get a head of crazy, if we don't know how crazy thinks Mindhunter bukan serial drama kriminal biasa yang menyelesaikan satu kasus per satu episode. Malah, Mindhunter tidak mencoba untuk menyelesaikan kasus, tetapi lebih pada memahaminya secara mendalam. Sesuai judulnya, serial ini mengulas sedalam dan sedetil mungkin tentang pikiran dan psikologis para pelaku kriminal kejahatan seksual atau pembunuhan berantai. Jadi, serial musim pertama dengan 10 episode ini konsisten menggambarkan deretan sesi wawancara antara agen FBI dengan narapidana. Pertukaran dialog yang terjadi itulah yang menjadi kekuatan utama serial ini, karena para agen FBI ini - bersama penonton juga - bisa mendeduksi untuk kemudian menginterpretasi jawaban dari para narapidana tersebut, kata demi kata. Terdengar membosankan? Tidak dengan nama David Fincher sebagai produser sekaligus sutradara untuk dua episode awal dan dua episode akhir. Di serial ini, perfeksionis seorang David Fincher dalam menyajik

Thor: Ragnarok - Review

Image
"Sekuel yang terlahir kembali dengan menyajikan hiburan maksimal lewat kekuatan karakter dan humor yang kocak" Thor terjebak di sisi lain dari alam semesta dan terjebak sebagai tahanan. Sementara itu, Asgard terancam dengan masa Ragnarok sebagai kehancuran total oleh ancaman Hela, Dewi Kematian. Dikejar oleh waktu, Thor harus memanfaatkan siapapun yang ada untuk membantunya menghentikan Ragnarok oleh Hela. Harus diakui bahwa dari semua film-film Marvel Cinematic Universe (MCU), Thor adalah salah satu yang tidak menjadi favorit gue. Kedua sekuel pendahulunya tidak berkesan - bahkan jalan cerita yang tidak gue ingat - karena kisahnya yang terlalu out of this world . Suatu hal yang tidak dapat menyamai kualitas Guardians of the Galaxy yang masih menggunakan deretan lagu tahun 70-an dan 80-an. Tapi semuanya dijawab dengan sangat baik lewat Ragnarok, yang tampil sangat menyenangkan dan mengocok perut.

Posesif - Review

Image
"Dalam kesederhanaan dan kedekatan kisahnya, Posesif menyimpan lapisan pahit yang memang harus dikuak" Hidup Lala jungkir balik. Bukan karena loncatan indahnya dari menara sepuluh meter, bukan pula karena ayahnya yang melatihnya dengan keras, tapi karena cinta pertamanya. Yudhis, murid baru di sekolahnya, berhasil menjebak hati Lala. Di tahun terakhir SMA-nya, Lala ditarik keluar dari rutinitas lamanya. Hidupnya tak lagi melulu melihat birunya air kolam renang atau kusamnya dinding sekolah. Lala percaya cinta telah membebaskannya, sebab Yudhis selalu sigap menghadirkan pelangi asal Lala berjanji selamanya bersama. Namun perlahan Lala dan Yudhis harus menghadapi bahwa kasih mereka bisa hadirkan kegelapan. Cinta Yudhis yang awalnya tampak sederhana dan melindungi ternyata rumit dan berbahaya. Janji mereka untuk setia selamanya malah jadi jebakan. Lala kini mengambang dalam pertanyaan: apa artinya cinta? Apakah seperti loncat indah, yang bila gagal, harus ia terus coba lag

Blade Runner 2049 - Review

Image
" Sebuah selebrasi megah nan sunyi terhadap idealisme fiksi ilmiah dan film-film kultus " Tiga puluh tahun sejak kejadian dalam Blade Runner (1982), seorang polisi pemburu replicant (robot berbentuk manusia) yang disebut  blade runner  menemukan fakta misterius setelah 'memensiunkan' seorang replicant . Fakta tersebut ternyata adalah misteri masa lalu yang dengan sengaja dikubur dalam dan lama. Penyelidikan tersebut pun membawa dirinya berada di ujung jurang antara peperangan besar antara replicant dan manusia. Untuk mencegah hal tersebut, dirinya harus menemukan Deckard, seorang blade runner senior yang telah menghilang selama 30 tahun. Pertama-tama, perlu dipahami bahwa Blade Runner tahun 1982 adalah fiksi ilmiah yang telah dinobatkan sebagai film cult ; film yang memiliki kelompok penggemar yang sangat loyal. Blade Runner (1982) mungkin cenderung sulit untuk ditonton pertama kali karena gaya penceritaannya yang cukup lamban dengan atmosfer yang sunyi - s

The Promise - Review

Image
"Horor pertama dari GDH yang gaspol di awal meski sayang harus mengendur di akhir" Ib dan Boum adalah sahabat karib dan ayah masing-masing bekerja sama untuk membangun kondominium mewah di menara Sathorn. Namun krisis ekonomi melanda Asia Tenggara tahun 1997, tidak terkecuali keluarga Ib dan Boum. Pembangunan menara terhenti, keluarga depresi, Ib dan Boum pun berjanji untuk bunuh diri bersama di puncak menara Sathorn. Setelah Ib menembak diri sendiri, Boum ketakutan - untuk kemudian melanjutkan hidup. Dua puluh tahun kemudian ketika Boum memiliki anak yang akan berulang tahun ke-15, arwah Ib kembali untuk menagih janji. Akhirnya rumah produksi baru GDH 559 memproduksi jua film horor, sebagai produksi keempatnya. Yang menarik adalah, The Promise mengambil menara Sathorn Unique yang memang benar adanya berdiri di tengah kota Bangkok setinggi 47 lantai. Konon, menara ini dijuluki "Ghost Tower" saking tidak ada penghuninya sejak tahun 1997. Cerita fiktif pun dibua

The LEGO Ninjago Movie - Review

Image
"Meski diberkahi visual yang luar biasa detil, namun sayang formula ceritanya tidak sekompleks dua film LEGO terdahulu" Lloyd dan kelima temannya adalah ninja di malam hari dan pelajar sekolah di siang hari. Mereka harus melindungi kota Ninjago yang sering mendapat serangan oleh Garmadon dan pasukannya. Namun, ternyata Garmadon adalah ayah kandung dari Lloyd. Pertarungan para ninja dan pasukan Garmadon pun tak akan bisa terselesaikan selama Lloyd dan Garmadon belum menyelesaikan isu pribadi masing-masing. Sampai pada akhirnya kota Ninjago diserang monster mematikan, dan mereka semua harus bekerja sama untuk mencari senjata pamungkas yang paling pamungkas. Ini adalah film ketiga LEGO sejak The LEGO Movie (2014) dan The LEGO Batman Movie (2017). Dua film sebelumnya, terlihat sekali bahwa para pembuat film tidak hanya menyasar penonton anak-anak, tetapi juga penonton dewasa dengan kompleksitas ceritanya. Tetapi sayangnya hal tersebut tidak dipertahankan hingga film ketig

Wind River - Review

Image
"Drama kriminal dengan visual yang cantik, serta gaya bercerita penuh misteri yang efektif menarik emosi" Di sebuah daerah terpencil dengan musim dingin hebat, ditemukan mayat seorang wanita keturunan asli Amerika dengan penyebab kematian yang misterius. Agen FBI yang tampak belum pengalaman pun dipanggil untuk menginvestigasi. Dia dibantu oleh seorang pemburu dan pelacak lokal yang familiar dengan tempat tersebut. Penyelidikan itu pun membawa mereka kepada fakta gelap tentang kehidupan masyarakat Native Americans di tempat yang terisolir tersebut. Taylor Sheridan adalah penulis naskah yang namanya sudah malang-melintang di Oscar setiap tahunnya, dengan Sicario (2015) dan Hell or High Water (2016). Tahun ini, Taylor Sheridan pun menduduki kursi sutradara untuk film yang ditulisnya sendiri dalam Wind River . Konon, film ini adalah seri terakhir dari trilogi "American Frontier" dengan Sicario dan Hell or High Water , yang notabene akan memiliki tema yang paral

Detroit - Review

Image
"Dramatisasi kisah nyata isu rasialis yang sangat menegangkan sekaligus menggemaskan" Film ini bercerita tentang kisah nyata kerusuhan rasial di Detroit tahun 1967. Setelah penyerbuan polisi terhadap sebuah klub malam milik kulit hitam, mayoritas warga kulit hitam pun melakukan kerusuhan dengan penjarahan dan pembakaran toko-toko di kota Detroit. Kemudian tindak kekerasan mengerucut di Motel Algiers, di mana gugus tugas gabungan polisi dan tentara menyerbu setelah terdengar letusan senjata di motel tersebut. Para tamu motel pun menjadi korban kekerasan para penegak hukum, yang hingga kini detil kejadiannya masih simpang siur. Detroit adalah film drama kriminal yang sangat kental dengan isu sosial, yang bertujuan untuk menjadi pengingat pahit insiden yang terjadi 50 tahun lalu. Sebuah insiden pahit yang sangat disayangkan, mengingat isu rasialis ini terjadi di era modern. Jika anda termasuk penonton yang sangat miris melihat 12 Years A Slave (2013), maka Detroit akan m

Pengabdi Setan - Review

Image
"Horor yang tidak saja menyajikan visual yang cantik, tetapi juga dengan mitologi cerita yang sangat kuat" Rini dan empat adiknya harus pindah ke rumah neneknya di pinggir kota, setelah rumah mereka dijual untuk pengobatan ibunya. Setelah ibunya meninggal setelah sakit selama dua tahun, sang ayah harus pergi ke kota untuk mengurus beberapa hal. Hanya berempat bersama nenek, mereka semua mulai diganggu oleh makhluk halus yang mirip dengan ibunya. Rini menemukan fakta bahwa ternyata ada misteri gelap yang meliputi kehidupan ibu di masa lalu. Sebelum semuanya terlambat, Rini harus berusaha untuk menyelamatkan nyawa adik-adiknya. Akhirnya, Joko Anwar menelurkan film horor pertamanya. Konon, bang Joko membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk meyakinkan Rapi Film - sebagai pemegang lisensi Pengabdi Setan (1982) - untuk membuat ulang filmi horor fenomenal pada masanya ini. Ternyata, kombinasi antara potensi bang Joko dengan materi film yang sangat kuat, menghasilkan film horor

Kingsman: The Golden Circle - Review

Image
"Sekuel dengan intensitas yang meningkat, mulai dari adegan aksi, hingga humornya yang cheesy" Markas Kingsman hancur lebur oleh serangan organisasi misterius, menyisakan Eggsy dan Merlin untuk mencari tahu siapa dalangnya. Kekurangan sumber daya, mereka harus meminta bantuan pada organisasi mata-mata yang merupakan saudara jauh dari Kingsman yang berbasis di AS; Statesman. Menyatukan kekuatan, dua organisasi rahasia ini harus melacak dan menghentikan teroris yang menjadikan penduduk bumi sebagai sandera dari teror terbarunya. Melanjutkan kisah dari The Secret Service (2014), konsep komedi dan kekerasan yang brutal pun tetap dibawa - dan bahkan di eskalasi - dalam The Golden Circle . Namun jangan lupa, Kingsman merupakan  franchise action comedy yang bermain di ranah humor nyeleneh, di mana selera humornya bisa saja tidak cocok dengan sebagian penonton. Meski begitu, The Golden Circle tetap menyajikan adegan aksi yang stylish dan maksimal, dibungkus dengan penataan k

Stranger Things - Season 1 Review

Image
Ninety-nine out of a hundred times, the missing kid is with a parent or relative. / What about the other time? The one, what about the one? Sembilan puluh sembilan dari seratus kali, anak yang hilang ternyata bersama orang tua atau saudara. Tapi bagaimana dengan yang satu? Sembilan puluh sembilan dari seratus, bagaimana dengan yang satu? Ketika  It (2017) rilis, maka itu sudah menjadi pertanda bahwa gue memang harus mengulas serial Stranger Things yang sudah gue selesaikan tahun lalu. Apalagi Season 2 sudah di depan mata. Tetapi apa hubungannya antara Stranger Things dengan It ? Serial Stranger Things memang dibuat sebagai surat cinta terhadap film-film horor tahun 80-an, khususnya film-film karya Steven Spielberg. Konon, kreator The Duffer Brothers memberikan penghormatan tertinggi pada mini seri It yang rilis di televisi tahun 1990. Dengan premis yang paralel (anak-anak bersepeda di kota kecil mencari temannya yang hilang dan berhadapan dengan makhluk lain), sulit untuk t

When Marnie Was There

Image
"Kisah dua remaja wanita yang indah, ketika orientasi seksual tidak menjadi fokus melainkan rasa cinta itu sendiri" Anna, seorang remaja dengan penyakit asma dikirim ke daerah pedesaan untuk menyembuhkan diri. Di desa tersebut, Anna bertemu dengan seorang perempuan cantik berambut pirang, Marnie. Dengan cepat, persahabatan di antara mereka berdua pun terjalin semakin dalam. Namun ada satu syarat dari Marnie yang harus ditaati oleh Anna, bahwa hubungan mereka berdua harus dirahasiakan. Sampai suatu ketika Anna menemukan fakta yang mengejutkan tentang Marnie. Ini adalah (kemungkinan besar) film terakhir dari Studio Ghibli sebelum mereka memutuskan untuk hiatus. Keputusan yang tidak jauh berselang dari pernyataan Hayao Miyazaki untuk pensiun di tahun 2014. When Marnie Was There diadaptasi dari novel berjudul sama keluaran tahun 1967 oleh pengarang Inggris, Joan G. Robinson. Konon, adaptasi filmnya sangat setia dengan kisah dalam bukunya. Termasuk kisah persahabatan Anna d

Atypical - Review

Image
"Serial remaja autistik yang ingin punya pacar ini sangat sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, serta penuh dengan karakter-karakter yang sangat mudah untuk dicintai" Kapan terakhir kali anda menonton film layar lebar dengan pemeran utama yang berada dalam spektrum autisme? Yang paling baru jelas Power Rangers (2017) meski si karakter ini harus berbagi porsi dengan karakter-karakter lain. Kalau di tahun sebelumnya ada The Accountant (2016) dengan Ben Affleck yang menampilkan karakter autistik tetapi malah terkesan misterius seperti prekuel dari Batman versi Affleck. Tetapi dua film tersebut bergenre aksi dan menggunakan spektrum autisme sebagai gimmick saja. Kalau film yang benar-benar menceritakan tentang autisme dan pengaruhnya terhadap orang-orang di sekitarnya, yang terbaik yang bisa gue ingat adalah Rain Man (1988), meski favorit gue tetap pada Extremely Loud & Incredibly Close (2011) meski ceritanya harus disambungkan dengan tragedi 9/11. K

It - Review

Image
"Film horor yang sangat menyenangkan untuk ditonton, dengan karakter anak-anak yang sangat menggemaskan sebagai penyeimbang karakter Pennywise yang sangat mengerikan" Di kota kecil Derry, satu demi satu anak menghilang tanpa jejak, termasuk adik dari Bill yang lebih dulu menghilang setahun yang lalu. Bill dan teman-temannya pun mulai mengalami teror dari iblis jahat yang mengambil bentuk sebagai badut. Ketika nyawa mulai terancam, mereka pun harus bekerja sama dan bersatu untuk mengungkap teror si badut Pennywise. Kisah novel Stephen King yang pernah diadaptasi dalam bentuk televisi miniseri dengan dua episode tahun 1990 ini, akhirnya mendapatkan tempat adaptasi dalam bentuk layar lebar. Pada masanya, kisah antara badut Pennywise dengan anak-anak 12 tahun ini sangat fenomenal sebagai perpaduan antara drama coming-of-age dan horor. Fenomena ini yang kemudian menginspirasi banyak sineas, dan salah satunya termanifestasi dengan sangat baik dalam serial Stranger Things , l

Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2 - Review

Image
"Komedi absurd yang berlanjut, meski kali ini cukup sedikit menghibur lewat penghormatan terhadap film-film Indonesia lawas" Dono, Kasino, dan Indro melanjutkan petualangannya dalam mencari harta karun agar mereka tidak dipenjara. Di Malaysia, mereka harus mengikuti gadis cantik bernama Nadia yang tidak sengaja membawa tas mereka. Bersama Nadia, mereka dibawa ke berbagai tempat hingga ke sebuah pulau tidak berpenghuni. Ternyata pulau misterius tersebut menjadi penentu nasib mereka di masa depan. Ketidakcocokan gue dengan lelucon absurd Warkop DKI Reborn dari Part 1 ternyata berlanjut ke Part 2. Meski kali ini, Part 2 sudah lebih bercerita dan menghadapi konflik ketimbang Part 1 yang seakan gabungan dari deretan sketsa komedi. Namun tetap saja, cerita yang ada pun hanya menjadi perahu bagi komedi-komedi absurd yang nyaris semua tidak membuat gue tertawa atau bahkan tersenyum. Apalagi ada beberapa bit komedi yang jelas terlihat dipanjang-panjangkan sehingga kehilangan mom

Castle in the Sky - Review

Image
"Animasi penuh dengan daya imajinasi tinggi yang sangat menghibur dan menghangatkan hati" Pazu, anak laki-laki yang bekerja di tambang batu bara, suatu malam menemukan Sheeta yang jatuh ke bumi secara melayang perlahan. Mereka menemukan fakta bahwa sekelompok bajak laut (atau bajak udara) dan tentara sedang mengejar Sheeta untuk memperoleh batu ajaib yang dimilikinya. Demi menyelamatkan nyawa Sheeta, Pazu pun terlibat petualangan di atas awan dengan berbagai kendaraan terbang yang ada. Petualangannya pun membawa kenangan masa kecilnya, tentang pencarian mendiang ayahnya terhadap Laputa, sebuah istana yang terbang di atas awan. Castle in the Sky adalah film pertama dari Studio Ghibli sejak rumah produksi animasi tersebut dibuka pada tahun 1985. Sutradara dan penulis naskah Hayao Miyazaki harus membuang kata "Laputa" dari judul film ini karena sebelumnya tidak tahu ternyata dalam bahasa Spanyol ' la puta ' berarti ' the whore '. Lewat film ini,

Colossal - Review

Image
"Film lintas genre dengan premis yang sangat segar dan menarik, meski cukup sulit untuk menikmatinya" Gloria yang pengangguran dan diminta pergi untuk keluar dari apartemennya oleh pacarnya, akhirnya kembali ke rumah masa kecilnya di sebuah kota kecil. Ketika berita melaporkan adanya monster raksasa yang menghancurkan kota Seoul, Gloria menemukan fakta bahwa monster tersebut berhubungan dengan dirinya. Sebelum segala hal terjadi di luar kendali, Gloria harus menentukan mengapa kehadirannya yang insignifikan ternyata memiliki efek kolosal terhadap keberlanjutan dunia. Film ini menjadi sangat menggoda untuk ditonton dengan premisnya yang menarik; seorang wanita yang memiliki keterhubungan dengan monster raksasa yang muncul di Korea Selatan. Premis yang sangat nyeleneh ini ternyata dieksekusi dengan film lintas genre, yang juga banyak menyorot kehidupan romansa Gloria sekaligus drama kehidupan orang-orang di sekitarnya. Sampai pada titik tersebut, film lintas genre seperti

Black Mirror: The Entire History of You - Review

Image
Di masa depan nanti, setiap orang akan memiliki teknologi chip yang ditanam di kepala untuk merekam apa yang mereka lihat dan dengar - untuk kemudian bisa diputar kembali di mata atau di layar. Sepasang suami istri yang telah memiliki anak pun terlibat konflik rumah tangga ketika, Liam mencurigai Fion memiliki rasa terhadap laki-laki lain. Dengan teknologi tersebut, ingatan dan pengalaman pun dapat diputar kembali dan diselidiki tanpa batas. Resikonya pun menjadi sangat personal dan dilematis; kebenaran yang pahit. Episode ketiga sekaligus penutup dari musim pertama Black Mirror menjadi jauh lebih personal. Yang disorot penuh adalah kehidupan romansa pasangan suami-istri dengan efek teknologi canggih terhadap hubungan personal mereka berdua. Ini adalah sebuah sudut pandang yang unik dan sederhana, mengingat dengan premis teknologi tersebut bisa saja penulis naskah mengambil sudut pandang kriminal atau peperangan. Tetapi tentunya sudut pandang kisah romansa menjadi sangat mudah untuk

Black Mirror: Fifteen Million Merits - Review

Image
Di masa ketika manusia mengendarai latihan sepeda demi mendapatkan poin, poin yang didapatkan kemudian dihabiskan untuk kebutuhan sehari-hari mulai dari makan hingga odol. Seorang pria yang jatuh hati pada seorang wanita, mencoba membantunya untuk masuk ke dalam kompetisi bakat - meski dengan poin yang sangat mahal. Namun niat baiknya malah menjadi bumerang dan merubah hidup mereka berdua selamanya. Episode kedua dari musim pertama ini dengan kasar dan blak-blakan menyindir bagaimana manusia yang didegradasi menjadi makhluk pekerja demi mengumpulkan poin sebagai modal konsumsi sehari-hari. Ya, dari bangun pagi hingga tidur malam, setiap orang ini digambarkan bekerja mengayuh sepeda gym dengan imbalan poin setiap jarak dan waktu. Kemudian untuk makan, mandi, hingga sikat gigi, poin mereka berkurang sebagai imbalan konsumsi pribadi. Untuk kegiatan konsumsi jasa hiburan, jelas poin yang dihabiskan akan lebih "mahal". Fak! Seperti inikah kehidupan yang sedang kita jalani saat i

Black Mirror: The National Anthem - Review

Image
Black Mirror adalah serial asal Inggris yang berisi film-film berdurasi satu jam mengenai drama satir tentang efek kemajuan teknologi terhadap kehidupan manusia. Setiap episodenya tidak berkaitan antara satu dengan yang lainnya, alias berdiri sendiri. Episode pertama dari musim pertama ini menceritakan tentang perdana menteri Inggris yang berada dalam dilema besar ketika putri dari Kerajaan Inggris diculik, ketika penculiknya meminta hal yang sangat aneh sebagai tebusannya. Episode ini yang membuat gue jatuh cinta sembari mati penasaran dengan serial Black Mirror . Mulai dari premis cerita hingga setiap adegannya berhasil meracuni isi kepala gue, dan sangat sulit untuk gue hilangkan hingga saat ini. Ceritanya sih sederhana banget, tapi idenya sakit jiwa! Seseorang dari keluarga yang sangat berpengaruh diculik, dan penculiknya minta tebusan - okeh. Tapi ketika isi tebusannya itu adalah bukan hal mainstream macam uang, melainkan hal yang super nyeleneh, maka yang lo dapat adalah

American Made - Review

Image
"Film biografi yang menjadi sangat seru dan menyenangkan lewat kemasannya yang sangat ringan" Barry Seal adalah seorang pilot berbakat yang bekerja di sebuah maskapai penerbangan swasta. Karena potensinya yang luar biasa, ia pun ditawari bekerja untuk CIA demi memata-matai negara di Amerika Tengah. Reputasinya pun meroket dan Barry malah ditawari untuk menyelundupkan kokain dari Kolombia ke AS. Aksi Barry sebagai kurir barang-barang selundupan pun semakin melejit dengan berbagai tugas dan penghasilan tambahan. Namun bertambahnya pundi-pundi uang tidak sejalan dengan resiko yang harus dihadapinya, ketika nyawa diri dan keluarganya terancam. Film aksi biografi ini memang tidak sebegitu akurat dengan kenyataan pilot Barry Seal yang kisah hidupnya bisa dibaca di laman Wikipedia . Ya maklum juga karena beberapa plot cerita perlu diubah demi efisiensi dan dramatisasi. Namun siapa sangka menonton film biografi bisa seseru dan semenyenangkan ini. Jarang-jarang film karya sutrad

Baby Driver - Review

Image
"Aksi kriminal yang sangat seru dan menegangkan, dibungkus dengan audio dan visual yang stylish dan menyenangkan" Baby adalah seorang pengemudi kriminal yang bertugas untuk membawa kabur para perampok setelah selesai melakukan aksi perampokan. Terjebak dalam hutang dan dunia kriminal, Baby terpaksa terus bekerja untuk Doc, bosnya yang berdarah dingin. Dalam salah satu perampokan terbesar, aksi tidak berjalan lancar dan semua hal mengarah kembali ke Baby. Terlanjur menjalin hubungan romansa dengan pacar barunya Debora, Baby terpaksa harus memaksimalkan potensi mengemudinya untuk membuat keadaan menjadi normal kembali. Penantian tiga tahun terhadap karya terbaru sutradara dan penulis naskah Edgar Wright usai sudah. Tetapi kali ini tidak ada Simon Pegg atau Nick Frost, dan Baby Driver juga menandai film pertama yang berlokasi di AS bagi sutradara dan penulis naskah asal Inggris Raya ini. Dengan naskah yang ditulis sendiri dan deretan konsep audio visual yang sangat khas,

The Dark Tower

Image
"Film aksi yang hanya menjual tembak-tembakkan tanpa cerita yang meyakinkan" Gunslinger terakhir, Roland Deschain, terjebak dalam pertarungan abadi dengan Man in Black , Walter O'Dim. Walter ingin menghancurkan The Dark Tower , sebuah menara tinggi yang menjaga agar setiap dunia terpisah satu dengan yang lain. Sementara Roland mati-matian mencegah The Dark Tower agar tetap berdiri. Namun kali ini, Roland dibantu oleh seorang anak dari bumi yang memiliki kekuatan spesial. Sedianya, The Dark Tower adalah novel seri karya Stephen King dengan total 7 buku. Filmnya pun mengadaptasi sekaligus ketujuh buku tersebut dengan menceritakan pertempuran abadi antara Gunslinger dengan Man in Black . Hasilnya adalah film berdurasi 95 menit yang tidak hanya begitu cepat memperkenalkan setiap karakternya untuk saling berinteraksi, tetapi juga sangat datar tanpa emosi dalam bercerita. Adegan aksi yang menjadi jualan utamanya, sayangnya adalah deretan adegan yang sudah pernah kita l