Posts

Showing posts from April, 2019

Avengers: Endgame - Review

Image
"Penutup yang epik dan spektakuler dari 11 tahun perjalanan Marvel Cinematic Universe"

Gue nggak pernah nangis kalau nonton film superheroes yang biasanya "hanya" menghibur mata dan hati. Tapi gue bener-bener nggak sangka kalo ternyata air mata gue akhirnya netes juga di tengah dan akhir dari Avengers: Endgame. Tenang, gue nggak akan spoiler di review ini, jadi lo bisa lanjut baca kok. Ini artinya, betapa Endgame bisa menyentuh hati gue sebegitu dalamnya. We grow old with these people anyway. Dan melihat mereka ada dalam bahaya - untuk kesekian kalinya - itu yang bikin nonton Endgame jadi deg-degan sepanjang film. Tiga jam!

Yang luar biasa, Endgame adalah benar-benar jadi penutup yang sempurna dan epik dari perjalanan Marvel Cinematic Universe dalam 11 tahun terakhir, lewat 21 filmnya - yang dibuka dengan  Iron Man tahun 2008. Berbahagialah mereka yang menyempatkan waktu buat marathon ulang film-film itu, karena ternyata Endgame memberikan tribute dan callback seb…

Pet Sematary - Review

Image
"Tidak seseram yang gue bayangkan, tapi masih ampuh membuat bulu kuduk berdiri"

Dr. Louis Creed bersama keluarganya pindah dari kota ke pedesaan untuk meluangkan banyak waktu terhadap anak-anaknya. Tidak lama, anaknya menemukan ada kuburan untuk hewan-hewan di halaman belakang rumahnya. Ternyata jauh di belakang pekuburan tersebut, ada tempat yang dapat menghidupkan kembali hewan peliharaan. Tetapi yang hidup kembali ternyata tidak sama seperti sebelumnya. Begitu juga dengan manusia.

Novel yang ditulis oleh Stephen King ini sebelumnya sudah pernah diadaptasi dalam bentuk film layar lebar tahun 1989. Adaptasi terbaru ini sedikit banyak mengubah jalan cerita, baik film orisinilnya maupun novelnya - sebuah perubahan yang direstui sendiri oleh Stephen King yang mengakui bahwa versi 2019 ini jauh lebih mengerikan. Menurut gue sendiri, film ini memang tidak semenakutkan yang gue kira tapi tetap menyenangkan untuk ditonton.

Arctic - Review

Image
"Film terfavorit gue di tahun 2019!"

Seorang pria terdampar di Arktik, dan harus bertahan hidup sebelum bantuan datang. Namun seorang rekannya yang terluka harus berlomba dengan waktu sebelum masanya tiba. Mereka pun terjebak dalam dilema apakah harus diam di tempat, atau terus bergerak di tengah cuaca musim dingin yang ekstrim.

Arctic dengan mudah menjadi film favorit gue tahun ini, setidaknya sejauh ini. Kesederhanaannya benar-benar membuat gue jatuh hati. Meski minim dialog dan minim karakter dengan hanya dua orang saja di sepanjang film, tapi masih mampu memberikan ketegangan yang berarti lewat adegan-adegan yang ada. Pemandangan Islandia pun benar-benar mengagumkan meski cenderung ekstrim. Semua itu dibungkus dengan scoring karya Joseph Trapanese yang asyik banget dan seakan menyatu dengan film.

Film ini juga membuka mata gue bahwa survival di daerah dingin ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Kita sudah pernah diberi gambaran dengan film-film survival mulai dari di …

Mantan Manten - Review

Image
"Sebuah kisah segar tentang dukun pengantin adat Jawa, yang mencontohkan pentingnya kepasrahan hati"

Yasnina adalah seorang manajer investasi yang sukses dan punya segalanya, tapi dalam sekejap segala yang dimilikinya harus hilang karena dirinya dijebak dan dikhianati oleh atasannya. Pertunangannya dengan Surya pun berada di ujung tanduk. Satu-satunya harta yang dimilikinya adalah sebuah vila di Tawangmangu yang sudah dibelinya, tapi belum balik nama. Di Tawangmangu, Yasnina memakai kesempatan dan waktu untuk perlahan bangkit kembali, bersama Marjanti yang mengajarinya bagaimana menjadi seorang dukun manten.

Gue sangat suka bagaimana rumah produksi Visinema menjaga konsistensinya dalam melahirkan film-film berkualitas. Tidak disangka, judul dan trailer Mantan Manten ini sungguh menipu meski gue paham bahwa ini adalah bungkusan marketing agar filmnya bisa dijual ke khalayak ramai. Filmnya sendiri lebih fokus pada Paes, atau dukun manten adat Jawa yang biasanya membantu make u…