Posts

Showing posts from June, 2015

Terminator Genisys

Image
"Awal dari trilogi baru dengan jalan cerita yang baru"
Pemimpin umat manusia dalam melawan robot-robot, John Connor, mengirim sersan Kyle Reese ke masa lalu untuk menyelamatkan Sarah Connor dari incaran robot. Namun ketika Kyle Reese kembali ke tahun 1984, dia malah menemukan masa lalu yang berbeda. Sarah Connor tidak lagi lugu, melainkan telah menjadi seorang wanita yang tangguh dan mengetahui banyak soal Judgement Day. Selain itu ia telah dilindungi oleh seorang Terminator dari masa depan. Dengan sebuah timeline baru, mereka bertiga harus menghadapi misi baru yang tidak terduga; mencegah Judgement Day dan menghancurkan Skynet.
Bukan menjadi rahasia lagi bahwa publik sudah kehilangan kepercayaan terhadap setiap sekuel dalam franchise Terminator, khususnya sejak T3: Rise of the Machine (2003) dan Terminator Salvation (2009). Namun kini publik - dan gue - sudah diyakinkan oleh James Cameron sendiri yang tampak memberi restu penuh pada Genisys, yang disebutnya sebagai seakan d…

Minions

Image
"Spin-off yang akan menghibur para fans hingga puas, namun lemah di segi cerita"

Minions sudah ada sejak awal dunia terbentuk, dan hidup untuk melayani tuan yang paling jahat. Mulai dari T-Rex, vampir, Napoleon, mereka membantu untuk menjaga tuannya - namun selalu gagal untuk membuat tuannya tetap hidup. Bertahun-tahun pun mereka menjadi kehilangan tujuan hidup. Namun Kevin bersama Stuart dan Bob berinisiatif untuk pergi bertualang mencari tuan baru. Sampailah mereka di New York dimana mereka bertemu dengan bos baru mereka, Scarlett Overkill. 
Siapa yang menyangka ternyata publik sangat suka pada side character yang ada di film Despicable Me. Makhluk kuning kecil yang lucu menggemaskan meski berbicara belepotan ini ternyata mampu menyedot perhatian publik. Beruntung Illumination Entertainment sebagai production house baru mampu menjawab keinginan publik untuk membuatkan film spin-off khusus menceritakan para makhluk unyu yang lugu dan mudah ter-distract ini. Ditambah dengan …

Poltergeist

Image
"Sebuah horor remake yang tak bergigi"

Sebuah keluarga yang baru pindah rumah ke sebuah kawasan pinggiran kota, mengalami gangguan hantu yang mengerikan. Setelah mencari tahu, ternyata rumah mereka didirikan diatas tanah bekas kuburan. Keadaan menjadi makin parah ketika anak perempuan bungsu mereka diambil oleh para arwah yang marah ini.
Poltergeist versi tahun 1982 menjadi ikonik karena tema horor yang diangkat serta menjadi salah satu perintis kisah horor rumah berhantu hingga sekarang ini. Namun ketika film ini di-remake dan menggunakan situasi modern, premis tersebut justru menjadi sangat basi. Kecuali jika pembuat film tetap menggunakan formula yang sama dengan original-nya; tensi dan character building. Namun sayangnya dua hal tersebut tidak ada pada versi 2015 ini. Premis yang tidak orisinil, disertai horor yang lemah, jelas menjadikan Poltergeist sebagai horor yang tak bergigi.

Jurassic World

Image
"Formula klasik dengan darah baru yang segar"

Dua puluh dua tahun sejak peristiwa mematikan dalam Jurassic Park (1992), kini taman hiburan dinosaurus telah berjalan sesuai visi John Hammond dengan nama Jurassic World. Setelah 10 tahun beroperasi, jumlah pengunjung menurun. Untuk meningkatkan jumlah pengunjung, sebuah inovasi harus dilakukan; sebuah atraksi baru berupa jenis dinosaurus baru. Namun sayangnya, dinosaurus hybrid ini lepas kendali dan harus dihentikan dengan sekuat tenaga.
Wow, wow, dan wow. Sederhananya, Jurassic World adalah reinkarnasi terbaik dari Jurassic Park. Ketika Dr. Wu berhasil menciptakan kembali binatang yang telah punah sesuai visi John Hammond, maka sutradara Colin Trevorrow berhasil menghidupkan kembali franchise Jurassic sesuai dengan visi awal Steven Spielberg. Yes, JW adalah JP dalam bentuk modern, dengan aktor-aktris yang segar.

Insidious: Chapter 3

Image
"Tidak semengerikan Chapter 1 dan 2, tetapi memiliki kedalaman emosional yang berarti"
Bercerita mengenai kejadian sebelum Chapter 1 terjadi. Setelah mencoba mengontak ibunya yang telah wafat, remaja perempuan Quinn Brenner merasa diikuti oleh sesuatu yang jahat dan mengganggunya. Ia pun meminta bantuan kepada paranormal Elise Rainer. Awalnya Elise menolak karena masa lalu yang terus menghantuinya. Namun ketika serangan mulai mengancam Quinn, Elise memutuskan untuk membantu untuk menghentikan entitas jahat yang menyerang Quinn.
Berbicara film horor, kualitas bagus atau tidaknya mau tidak mau hanya sebatas seberapa menyeramkan film tersebut. Insidious sendiri dikenal sebagai franchise film horor yang sangat menyeramkan, berkat penyutradaraan yang menarik dari James Wan. Namun sayang, Chapter 3 yang memilih jalan prekuel ini tampaknya tenggelam dibalik megahnya Chapter 1 dan 2 yang sukses memanfaatkan horor atmosferik. Terlihat jelas bahwa Chapter 3 hanya memanfaatkan jump sca…