09 June 2015
0 kritik

Jurassic World

"Formula klasik dengan darah baru yang segar"

Dua puluh dua tahun sejak peristiwa mematikan dalam Jurassic Park (1992), kini taman hiburan dinosaurus telah berjalan sesuai visi John Hammond dengan nama Jurassic World. Setelah 10 tahun beroperasi, jumlah pengunjung menurun. Untuk meningkatkan jumlah pengunjung, sebuah inovasi harus dilakukan; sebuah atraksi baru berupa jenis dinosaurus baru. Namun sayangnya, dinosaurus hybrid ini lepas kendali dan harus dihentikan dengan sekuat tenaga.

Wow, wow, dan wow. Sederhananya, Jurassic World adalah reinkarnasi terbaik dari Jurassic Park. Ketika Dr. Wu berhasil menciptakan kembali binatang yang telah punah sesuai visi John Hammond, maka sutradara Colin Trevorrow berhasil menghidupkan kembali franchise Jurassic sesuai dengan visi awal Steven Spielberg. Yes, JW adalah JP dalam bentuk modern, dengan aktor-aktris yang segar.


Banyak hal yang membuat JW menjadi spesial dan megah - meski belum dapat mengalahkan orisinalitas JP. Cast-nya jelas membawa pengaruh yang signifikan, bagaimana Chris Pratt yang dibuat dengan karakter yang jauh berbeda dari karakter-karakter dia yang tipikal di franchise sebelah. Karakter brooding dan bad ass (ngebut bareng raptor? fuck yeah!) yang rasanya jauh dari pribadi Chris Pratt, berhasil dibawakan dengan baik dalam film ini. Diimbangi dengan kecantikan Bryce Dallas Howard yang seksi dan ... memakai sepatu hak tinggi super yang tidak pernah patah meski sudah berlari-lari di tengah hutan.


Selain dari cast manusia, cast dinosaurusnya juga menambah intensitas ketegangan film ini. Benar memang apa kata dewan Jurassic World; diperlukan atraksi baru untuk menarik penonton agar dapat melihat ketegangan yang lebih seru. Lalu apa yang lebih menakutkan ketimbang Spinosaurus? Hybrid dinosaurus dari DNA T-Rex dan berbagai hewan lainnya. Yes, lebih galak, lebih cepat, dan lebih pintar. Meski sulit untuk masuk ke dalam dunia Dr. Wu yang ini karena spesies fiktifnya, namun kehadiran Indominus Rex cukup menakutkan - meski masih kalah mengerikan dibandingkan T-Rex yang nyata.

Yang membuat gue berdecak kagum secara personal adalah bagaimana Colin Trevorrow memasukkan banyak homage ke dalam JW ini. Sebagai fans berat JP yang tumbuh besar dengan berbagai dinosaurus dan jalan cerita dalam JP, tentunya masih sangat membekas dalam ingatan beberapa adegan fenomenal dalam film yang dirilis tahun 1992 itu. Mulai dari shot pintu gerbang Taman Jurassic, helikopter yang terbang beriringan dengan Pterodactyl, lukisan Velociraptor di dining room, dan lain sebagainya. Belum lagi dengan tema score yang sama yang juga digunakan dalam film ini di berbagai adegan. Jelas sebuah pengalaman menonton yang penuh dengan nostalgia.


Satu kelemahan dalam film ini mungkin ada pada struktur ceritanya yang terbilang slow-burn. Agak lambat di awal meski langsung diberikan konflik bagaimana Indominus Rex yang lepas kendali. Namun selama Indominus Rex ini berkeliaran, jalan cerita seakan berjalan di tempat tanpa ada pergerakan yang berarti. Baru ketika jagoan kita Owen Grady beraksi dengan binatang "peliharaannya", jalan cerita di gas pol sesuai laju sepeda motornya. Dari seperempat terakhir film ini, tensi dibangung dengan rapi dan makin menanjak. Yang kemudian ditutup dengan megah oleh gigitan besar di akhir. WUIH!

Secara keseluruhan, JP memang adalah sebuah film orisinil dengan otentisitas belum dapat tertandingi. Jelas karena JW hanya mengambil ide dan jalan cerita yang sudah dibuka lebar oleh JP. Namun JW tampil segar, dan layak menjadi direct sequel dari JP - sehingga rasanya bisa saja The Lost World (1997) dan JP III (2001) dikesampingkan dari franchise ini. Formula JW mungkin sama persis dengan JP; anak-anak, dinosaurus lepas kendali, pahlawan pria dan wanita, T-Rex. Namun Colin Trevorrow seakan mampu mengolah formula itu menjadi lebih baik dan cocok dengan situasi 22 tahun kemudian.



USA | 2015 | Action / Adventure | 125 mins | Aspect Ratio 2.00 : 1

Rating?
8 dari 10

Scene During Credits? Tidak

Scene After Credits? Tidak

Wajib 3D? Relatif (tidak ada adegan potensial tiga dimensi)

Wajib 4DX? Yes

Wajib IMAX? YES! (aspect ratio film ini berbeda dengan film kebanyakan, dan akan maksimal jika ditonton di layar IMAX)

- sobekan voucher bioskop tanggal 9 Juni 2015 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top