Posts

Showing posts from October, 2017

Mindhunter - Season 1 Review

Image
Mindhunter bukan serial drama kriminal biasa yang menyelesaikan satu kasus per satu episode. Malah, Mindhunter tidak mencoba untuk menyelesaikan kasus, tetapi lebih pada memahaminya secara mendalam. Sesuai judulnya, serial ini mengulas sedalam dan sedetil mungkin tentang pikiran dan psikologis para pelaku kriminal kejahatan seksual atau pembunuhan berantai. Jadi, serial musim pertama dengan 10 episode ini konsisten menggambarkan deretan sesi wawancara antara agen FBI dengan narapidana. Pertukaran dialog yang terjadi itulah yang menjadi kekuatan utama serial ini, karena para agen FBI ini - bersama penonton juga - bisa mendeduksi untuk kemudian menginterpretasi jawaban dari para narapidana tersebut, kata demi kata.

Terdengar membosankan? Tidak dengan nama David Fincher sebagai produser sekaligus sutradara untuk dua episode awal dan dua episode akhir. Di serial ini, perfeksionis seorang David Fincher dalam menyajikan visual yang ciamik jelas terasa. Mulai dari penempatan kamera hingga pe…

Thor: Ragnarok - Review

Image
"Sekuel yang terlahir kembali dengan menyajikan hiburan maksimal lewat kekuatan karakter dan humor yang kocak"

Thor terjebak di sisi lain dari alam semesta dan terjebak sebagai tahanan. Sementara itu, Asgard terancam dengan masa Ragnarok sebagai kehancuran total oleh ancaman Hela, Dewi Kematian. Dikejar oleh waktu, Thor harus memanfaatkan siapapun yang ada untuk membantunya menghentikan Ragnarok oleh Hela.

Harus diakui bahwa dari semua film-film Marvel Cinematic Universe (MCU), Thor adalah salah satu yang tidak menjadi favorit gue. Kedua sekuel pendahulunya tidak berkesan - bahkan jalan cerita yang tidak gue ingat - karena kisahnya yang terlalu out of this world. Suatu hal yang tidak dapat menyamai kualitas Guardians of the Galaxy yang masih menggunakan deretan lagu tahun 70-an dan 80-an. Tapi semuanya dijawab dengan sangat baik lewat Ragnarok, yang tampil sangat menyenangkan dan mengocok perut.


Posesif - Review

Image
"Dalam kesederhanaan dan kedekatan kisahnya, Posesif menyimpan lapisan pahit yang memang harus dikuak"

Hidup Lala jungkir balik. Bukan karena loncatan indahnya dari menara sepuluh meter, bukan pula karena ayahnya yang melatihnya dengan keras, tapi karena cinta pertamanya. Yudhis, murid baru di sekolahnya, berhasil menjebak hati Lala. Di tahun terakhir SMA-nya, Lala ditarik keluar dari rutinitas lamanya. Hidupnya tak lagi melulu melihat birunya air kolam renang atau kusamnya dinding sekolah. Lala percaya cinta telah membebaskannya, sebab Yudhis selalu sigap menghadirkan pelangi asal Lala berjanji selamanya bersama.

Namun perlahan Lala dan Yudhis harus menghadapi bahwa kasih mereka bisa hadirkan kegelapan. Cinta Yudhis yang awalnya tampak sederhana dan melindungi ternyata rumit dan berbahaya. Janji mereka untuk setia selamanya malah jadi jebakan. Lala kini mengambang dalam pertanyaan: apa artinya cinta? Apakah seperti loncat indah, yang bila gagal, harus ia terus coba lagi ata…

Blade Runner 2049 - Review

Image
"Sebuah selebrasi megah nan sunyi terhadap idealisme fiksi ilmiah dan film-film kultus"

Tiga puluh tahun sejak kejadian dalam Blade Runner (1982), seorang polisi pemburu replicant (robot berbentuk manusia) yang disebut blade runner menemukan fakta misterius setelah 'memensiunkan' seorang replicant. Fakta tersebut ternyata adalah misteri masa lalu yang dengan sengaja dikubur dalam dan lama. Penyelidikan tersebut pun membawa dirinya berada di ujung jurang antara peperangan besar antara replicant dan manusia. Untuk mencegah hal tersebut, dirinya harus menemukan Deckard, seorang blade runner senior yang telah menghilang selama 30 tahun.

Pertama-tama, perlu dipahami bahwa Blade Runner tahun 1982 adalah fiksi ilmiah yang telah dinobatkan sebagai film cult; film yang memiliki kelompok penggemar yang sangat loyal. Blade Runner (1982) mungkin cenderung sulit untuk ditonton pertama kali karena gaya penceritaannya yang cukup lamban dengan atmosfer yang sunyi - sebuah tone yang…

The Promise - Review

Image
"Horor pertama dari GDH yang gaspol di awal meski sayang harus mengendur di akhir"

Ib dan Boum adalah sahabat karib dan ayah masing-masing bekerja sama untuk membangun kondominium mewah di menara Sathorn. Namun krisis ekonomi melanda Asia Tenggara tahun 1997, tidak terkecuali keluarga Ib dan Boum. Pembangunan menara terhenti, keluarga depresi, Ib dan Boum pun berjanji untuk bunuh diri bersama di puncak menara Sathorn. Setelah Ib menembak diri sendiri, Boum ketakutan - untuk kemudian melanjutkan hidup. Dua puluh tahun kemudian ketika Boum memiliki anak yang akan berulang tahun ke-15, arwah Ib kembali untuk menagih janji.

Akhirnya rumah produksi baru GDH 559 memproduksi jua film horor, sebagai produksi keempatnya. Yang menarik adalah, The Promise mengambil menara Sathorn Unique yang memang benar adanya berdiri di tengah kota Bangkok setinggi 47 lantai. Konon, menara ini dijuluki "Ghost Tower" saking tidak ada penghuninya sejak tahun 1997. Cerita fiktif pun dibuat, da…

The LEGO Ninjago Movie - Review

Image
"Meski diberkahi visual yang luar biasa detil, namun sayang formula ceritanya tidak sekompleks dua film LEGO terdahulu"

Lloyd dan kelima temannya adalah ninja di malam hari dan pelajar sekolah di siang hari. Mereka harus melindungi kota Ninjago yang sering mendapat serangan oleh Garmadon dan pasukannya. Namun, ternyata Garmadon adalah ayah kandung dari Lloyd. Pertarungan para ninja dan pasukan Garmadon pun tak akan bisa terselesaikan selama Lloyd dan Garmadon belum menyelesaikan isu pribadi masing-masing. Sampai pada akhirnya kota Ninjago diserang monster mematikan, dan mereka semua harus bekerja sama untuk mencari senjata pamungkas yang paling pamungkas.

Ini adalah film ketiga LEGO sejak The LEGO Movie (2014) dan The LEGO Batman Movie (2017). Dua film sebelumnya, terlihat sekali bahwa para pembuat film tidak hanya menyasar penonton anak-anak, tetapi juga penonton dewasa dengan kompleksitas ceritanya. Tetapi sayangnya hal tersebut tidak dipertahankan hingga film ketiga, deng…