Posts

Showing posts from August, 2018

Searching - Review

Image
"Stalking berjamaah nggak pernah semenyenangkan dan semenegangkan ini!"

Setelah anak remaja satu-satunya menghilang, David meminta bantuan polisi untuk membantu mencarinya. Tetapi ketika petunjuk tidak kunjung datang, David harus menyelidiki sendiri lewat laptop anaknya. David harus menelusuri jejak digital yang ditinggalkan oleh anaknya agar dapat menemukannya sebelum semuanya terlambat.

Searching bak mutiara di tengah laut. Kalau tidak dibuka dan ditonton, kita tidak akan pernah tahu bahwa ternyata ini adalah film yang sangat bagus! Konsepnya memang mirip dengan Unfriended (2014); cara bercerita film adalah lewat layar komputer saja. Kalau Unfriended bergenre horor, maka Searching bergerak di ranah thriller. Luar biasanya, ini adalah salah satu film thriller yang sangat menegangkan meski dengan gaya bercerita yang tidak biasa.

The Equalizer 2 - Review

Image
"Sekuel yang jauh lebih baik daripada film pertamanya, dengan karakterisasi yang menarik dan membumi"

Frank McCall masih tetap melindungi orang-orang tak bersalah di sekitarnya. Namun semuanya berubah ketika teman baiknya, Susan, dibunuh oleh komplotan tak dikenal. Penyelidikan Frank pun membawanya ke masa lalunya yang pahit.

Kalau ada sekuel yang lebih bagus daripada film orisinilnya, maka The Equalizer 2 bisa masuk daftar itu. Jarang-jarang juga gue lebih suka dengan sekuelnya ketimbang film pertamanya. Yang pertama memang formulatif dan Hollywood banget, tapi yang kedua ini rasanya sutradara Antoine Fuqua lebih mendalami karakter seorang Frank McCall. Cara pembawaannya pun cukup menarik di genre action; lamban, dan minim dialog.

Saking kuatnya karakter Frank McCall, gue jadi benar-benar percaya bahwa dia adalah tokoh pahlawan super sebenar-benarnya. Punya kemampuan yang sangat berguna, dan tulus membantu orang-orang yang membutuhkan. Apalagi kisah yang diberikan terbilang…

Along with the Gods: The Last 49 Days - Review

Image
"Kelanjutan kisah pengadilan alam baka, yang lebih drama dengan cerita penuh twist dari para malaikat pelindungnya"

Melanjutkan kisah sebelumnya, tiga malaikat pelindung menemani seorang suri teladan untuk menjalani pengadilan di alam baka. Jika dirinya terbukti benar, maka reinkarnasi telah menunggu. Sementara itu masa lalu dari ketiga malaikat pelindung ini lambat laun terkuak dan menyimpan misteri besar. Sebuah misteri yang tersimpan selama seribu tahun lamanya, yang bersumber dari kejujuran dan pintu maaf.

Di bagian pertamanya, Along With the Gods: The Two Worlds (2017) lebih fokus pada jiwa manusia yang menjalani tujuh pengadilan alam baka untuk mencapai reinkarnasi. Tetapi di bagian keduanya, The Last 49 Days memindahkan fokusnya ke para malaikat pelindungnya. Berpindahnya fokus ini seakan menjadikan sekuel ini terasa seperti prekuel, karena sepanjang film banyak mengulik masa lalu para malaikat pelindung ini.

Christopher Robin - Review

Image
"Penuh nostalgia, imut dan menggemaskan!"

Setelah berkeluarga dan tenggelamn dalam pekerjaan, Christopher Robin lambat laun menjadi lupa untuk bersenang-senang. Bahkan dirinya menghabiskan banyak waktu dalam pekerjaan dibandingkan dengan istri dan anak perempuannya. Suatu ketika, Winnie the Pooh keluar dari Hundred Acre Wood ke dunia manusia karena teman-temannya hilang. Christopher Robin pun mau tidak mau harus membantu sahabat masa kecilnya itu untuk mencari Piglet, Tiger, Eeyore, Owl, Kanga, dan Roo yang hilang.

Film ini sih imut tak tertandingi, cuteness overload! Film yang nggak hanya membangkitkan rasa nostalgia dengan Pooh dan teman-temannya yang super unyu, tapi juga ada pesan tentang dilema pekerjaan dan keluarga. Tapi, film ini diambil dari sudut pandang seorang pria dewasa yang berkeluarga, yang rasanya kurang cocok untuk ditonton oleh anak-anak. Apalagi cenderung lebih banyak dialog dan adegan aksi yang minim, yang akan membuat anak-anak bosan.

The Meg - Review

Image
"Hiu raksasa dan Jason Statham yang seakan pahlawan super tidak menolong kualitas film ini"

Setelah insiden penyelamatan daasar laut yang berakhir bencana, penyelam ahli Jonas Taylor pensiun dan menghabiskan waktunya di Thailand. Namun ketika sebuah kapal selam dari institut penelitian bawah laut terjebak di dasar Mariana Trench, Jonas harus menyelamatkan mereka. Namun misi penyelamatan tersebut malah membawa hiu megalodon raksasa ke lautan lepas.

Ide cerita Jason Statham lawan hewan raksasa memang menarik. Seakan-akan Jason Statham mau nyaingin Dwayne Johnson selepas franchise Fast & Furious. Tapi sayang seribu sayang, The Meg malah keliatan seperti film aksi kelas B aja. Efek visualnya nggak meyakinkan, malah kelihatan seperti film murahan. Setiap adegan aksinya malah gak logis, apalagi kalau ditonton sama para diver beneran. Setiap dialog yang ada juga cheesy banget dan klise. Ya semuanya memang cuma keren-kerenan aja.

The Cured - Review

Image
"Satu lagi film zombie asal Britania Raya yang fokus pada drama dan tematik isu sosial yang sangat menarik untuk dikulik"

Sebuah penyakit yang mengubah orang menjadi zombie telah disembuhkan. Orang-orang yang pernah menjadi zombie, kini sudah sembuh namun sulit mendapat tempat di masyarakat. Mereka didiskriminasi, ditakuti, serta dirundung karena pernah membunuh orang banyak. Isu sosial pun merebak dan memecah masyarakat menjadi dua kubu yang berbeda. Militer pun harus turun tangan untuk mengatasi isu tersebut.

Genre zombie memang sudah bergerak, nggak lagi di momen awal virus menyebar, tapi sudah ke apa yang terjadi selanjutnya. Tahun lalu sudah ada The Girl with All the Gifts (2017) yang diadaptasi dari novel. Tahun ini, sama-sama dari novel dan dari Inggris, The Cured berkisah lebih maju lagi. Memang ciri khas british zombies adalah lebih fokus ke unsur drama ya daripada kejar-kejaran dan gigit-gigitan. Apalagi The Cured ini yang fokus banget ke isu sosial tentang diskrim…

Sebelum Iblis Menjemput - Review

Image
"Sebelum Iblis Menjemput adalah film yang jauh lebih dari sekedar horor biasa, dengan berbagai unsur segar yang dibawanya"

Alfie yang kini telah menjalani kehidupannya sendiri, mau tidak mau harus kembali menjalani masa lalunya ketika ayahnya sakit keras secara misterius. Dengan ibu tiri dan saudara-saudari tirinya, mereka semua harus memeriksa properti vila peninggalan sang ayah sebelum memutuskan untuk dijual. Namun ternyata ada misteri yang sangat jahat dan mematikan yang tersimpan dalam rubanah vila tersebut, yang berhubungan dengan masa lalu gelap sang ayah.

Setelah Pengabdi Setan (2017), banyak film horor lokal yang jadi latah dengan mengangkat tema okultisme. Yang sayangnya, kelatahan itu gak sejalan dengan kualitasnya. Untungnya Sebelum Iblis Menjemput karya Timo Tjahjanto, one of the Mo Brothers, berhasil mendobrak kelatahan itu dengan kualitas yang nyaris sempurna di berbagai segi. Temanya memang mirip, tapi jalan ceritanya bener-bener gak ketebak. Seakan berasa be…