24 March 2011
0 kritik

You Will Meet a Tall Dark Stranger

4:26 AM
Sobekan tiket bioskop tertanggal 23 Maret 2011 adalah You Will Meet a Tall Dark Stranger. Film ini adalah karya terbaru dari pelakon sinema legenda, Woody Allen yang menulis dan menyutradarai film ini. Tidak tanggung-tanggung barisan aktor-aktris papan atas pun meramaikan casting dalam film ini. Sebut saja Naomi Watts, Anthony Hopkins, Josh Brolin, Antonio Banderas, Freida Pinto, Gemma Jones, dan Lucy Punch. Kombinasi aktor-aktris ini dengan nama Woody Allen pun rasanya akan sangat sayang untuk melewatkan film ini.

Cerita berpusat pada sepasang suami istri, Alfie (Hopkins) dan Helena (Jones), dan anak mereka Sally (Watts) dan suaminya Roy (Brolin) ketika hasrat, ambisi, dan kecemasan mereka membawa mereka pada masalah. Ketika Alfie meninggalkan Helena demi wanita yang lebih muda, Charmaine (Punch), Helena pun meninggalkan rasionalitas dan percaya pada setiap ramalan dari seorang peramal. Sally yang tidak bahagia dengan pernikahannya pun memendam ketertarikan pada bosnya, Greg (Banderas). Sementara Roy yang seorang penulis yagn sedang menunggu kabar tentang penerbitan bukunya, tertarik pada Dia (Pinto) yang dia lihat lewat jendela apartemennya.

Rasanya tidak perlu menonton semua film karya Woody Allen untuk mengetahui ciri khas dari film-film beliau. Dari Match Point dan Vicky Christina Barcelona saja (ditambah film ini), gue sudah bisa menebak rasanya memang seorang Woody Allen senang untuk membawakan kisah cinta segitiga dengan berbagai situasi dan kondisi. Namun kali ini, sutradara dan penulis naskah kelahiran New York ini kembali mengambil setting London untuk mengisahkan empat karakter yang memiliki hubungan cinta dengan orang lain disamping komitmennya.


Menonton film ini seakan menonton empat film romantis yang dirangkum dalam film berdurasi 98 menit ini. Berpusat pada empat karakter yang berbeda yang masing-masing memiliki isu dan masalah tersendiri, terjebak dalam relasi yang tidak menyenangkan, dan mencoba menemukan diri sendiri pada diri orang lain diluar pasangannya. Cerita yang ditawarkan pun sama sekali bukan barang baru bagi dunia perfilman, khususnya di genre drama romantis. Namun Woody Allen membawakan film ini dengan cara yang menarik. Shot-shot close-up dan terkadang ketika dua karakter sedang berbicara satu sama lain, kamera hanya fokus pada salah satu karakter saja untuk melihat reaksinya merespon lawan bicaranya. Shot ini cukup menarik bagi gue, dan banyak mengingatkan gue akan film 4 Months, 3 Weeks, and 2 Days.
gambar diambil dari sini
Walaupun fokus film ini terpecah pada empat karakter dengan empat cerita masing-masing dan terkadang saling bersinggungan, film ini tidak sebegitu kedodorannya untuk menceritakan kisah mereka satu-persatu. banyaknya karakter yang bertebaran dalam film ini memang membuat gue menjadi mengacuhkan nama dari masing-masing karakter. Tapi memang kekuatan akting dari masing-masing cast yang menjadi kelebihan bagi setiap cerita yang ada.

Drama romantis (ya, tanpa komedi) ini rasanya akan tidak senikmat ini jika tidak didukung oleh cast yang brilian. Gue sangat mengerti mengapa film-film tipikal seperti ini (dengan cerita yang biasa saja) sangat bergantung oleh castnya. Tapi entah kenapa gue pun terbuai dengan jualan cast dari film ini dan akhirnya memutuskan untuk menontonnya. Penampilan masing-masing dari keempat karakter utama kita Hopkins, Watts, Jones, Brolin memang memukau. Apalagi ketika salah dua atau salah tiga dari mereka berada dalam satu layar dan saling beradu akting, wuih! Belum lagi dengan cast pendukung macam Banderas, Pinto, dan Punch yang walaupun hanya memiliki proporsi yang sedikit, namun tetap dapat mengimbangi para karakter utama kita.

Cerita yang biasa saja, namun parade akting yang ada dalam film ini mampu menarik penonton untuk menyelami setiap karakter yang ada.

Rating?
7 dari 10

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top