Di Wales, seorang pelajar berusia 15 tahun, Oliver Tate, memiliki dua keinginan terdalam dalam hidupnya: 1. kehilangan keperjakaan sebelum ulang tahun berikutnya dan 2. menyelamatkan perkawinan orangtuanya ketika mantan kekasih ibunya hadir di tengah-tengah mereka.
Film yang ajaib ini ternyata diluar ekspektasi gue. Penonton serasa dijejalkan untuk memasuki kepala seorang Oliver Tate yang memiliki tingkat kecemasan diatas rata-rata normal dan mempersepsikan dunia dengan caranya sendiri. Gaya pengambilan gambar dan gaya editing pun seakan mengikuti jalan pikiran Oliver Tate, yang cukup random dan nyentrik untuk remaja seumurannya. Dengan jalan cerita dan "misi" yang cukup sederhana (di mata orang dewasa), namun film ini berhasil membuat misi tersebut menjadi lucu, kocak, memancing rasa penasaran, sekaligus menegangkan untuk diikuti.
Mungkin ini adalah film fiksi biopic yang paling jujur tentang seseorang. Lima menit pertama filmnya saja sudah membuat gue jatuh cinta dengan film ini. Adegan-adegan selanjutnya yang kemudian muncul pun menjadi justifikasi untuk semakin jatuh cinta dan tersentuh oleh film ini. Jalannya cerita dan kamera benar-benar sinkron dengan cara Oliver Tate memandang sekelilingnya. Narasi-narasinya yang naif dan membuat penonton seakan ingin membuka-buka kamus Theasaurus mengiringi jalan cerita dengan cara Oliver Tate sendiri. Soundtrack-soundtrack yang mengiringi beberapa adegan pun sangat mewakili adegan yang ditampilkan. Sepertinya Richard Ayoade sangat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk menyutradarai film yang merupakan adaptasi dari novelnya Joe Dunthorne ini. Dengan gaya sinematografi, pemilihan tone warna, dan gaya editing yang unorthodox, rasanya cuma para pelaku sinema Inggris yang berani dan berhasil menggunakan cara tersebut menjadi sebuah film yang nyaman dan asik untuk ditonton.
![]() |
| gambar diambil dari sini |
Ini adalah akting pertama Craig Roberts dalam film layar lebar, namun ia terlihat sangat melebur dengan karakter Oliver Tate yang diperankannya. Mungkin karena perbedaan umur antara dia dan karakternya yang tidak terlalu jauh dan sama-sama dibesarkan di Wales membuat ia tidak kesulitan untuk menghidupkan karakternya. Yasmin Paige yang memerankan Jordana, gadis pujaan Oliver, pun sukses melahirkan rasa ngeri pada penonton karena tingkah lakunya, namun mampu mengambil hati penonton di setengah akhir film, terutama di menit-menit terakhir. Tidak lupa Noah Taylor dan Sally Hawkins sebagai orang tua dari Oliver, yang dengan kematangan aktingnya benar-benar mencuri adegan ketika karakter mereka tampil di layar. Salah satu adegan favorit gue adalah perbincangan antara Oliver dengan ayahnya di meja makan, dimana pembicaraan tersebut adalah seakan penjelasan mengenai judul film ini, adu akting antara Craig Roberts dan Noah Taylor sangat menyentuh dan segitu tajamnya mengiris kepribadian dan masa lalu dari karakter Oliver dan ayahnya.
![]() |
| gambar diambil dari sini |
Rating?
8 dari 10




Can’t wait to see this one.
ReplyDeleteDari reviewnya, terlihat semaking menjanjikan film ini.
oh di negeri Paman Sam sana belum keluar toh? mungkin kopi filmnya digilir sama si Joni yak ;p iya, worth to wait kok.
ReplyDeletebelum dan pengen banget nonton film ini, tapi saya udah dengerin semua original soundtracknya, yang ngisi si Alex Turner, vox Arctic Monkeys.. :)
ReplyDeleteooooiya betul juga yah, Alex Turner! pantes musik-musiknya rada mirip! dengerin dimana, gan? bagi donk linknya :D
ReplyDeleteabis liat trailernya kemaren, kayaknya bagus ya filmnya, jadi penasaran
ReplyDelete