04 March 2011
0 kritik

I Am Number Four

6:24 AM
Sobekan tiket bioskop tertanggal 3 Maret 2011 adalah I Am Number Four. Entah apa yang merasuki gue untuk mau menonton film ini. Tidak ada aktor/aktris yang tenar, sinopsis yang lagi-lagi lagu lama, dan trailer yang kurang menjanjikan. Tapi harus gue akui terkadang gue memang butuh untuk nonton film-film ringan seperti ini.

John Smith adalah seorang remaja yang tidak seperti remaja-remaja normal kebanyakan. Dia adalah seorang pelarian yang dikejar-kejar oleh musuh yang ingin membunuhnya. Hidup John pun hanya berputar dari satu kota ke kota lain dan berganti-ganti identitas untuk menghindari kejaran musuhnya. Namun di sebuah kota kecil di Ohio, kali ini John menemukan bahwa dirinya memiliki kekuatan super, bertemu dengan cinta pertamanya, dan bertemu juga dengan orang lain yang bernasib sama dan memiliki kekuatan super yang lain dari dirinya.

Datang dengan ekspektasi serendah mungkin, ternyata gue keluar bioskop dengan keadaan yang cukup terhibur. Jalan cerita memang sederhana dan sudah banyak berderet film-film serupa. Film remaja yang memiliki kekuatan super, jatuh cinta, lalu mengalahkan musuh utama? Spiderman, Superman, Jumper, Sorcerer's Apprentice, Push, dkk. Semua film setipe pun didukung oleh visual efek yang canggih. Lalu apa yang berbeda dengan film ini? Tidak ada. Kekuatan super memang boleh berbeda, tapi jalan cerita sangat patuh pada formula film-film setipe. Tapi entah kenapa gue cukup terhibur dengan adegan-adegan pertarungan yang ada. Rasanya udah lama aja engga menonton film-film seperti ini.


Rasanya gue tidak perlu membahas castnya satu-satu karena semua cast dalam film ini tidak ada satupun yang penampilannya menonjol, alias hampir semuanya biasa saja. Drama dan kisah romantis yang ada juga standar. Efek visual memang keren, tapi di hare gene sepertinya sudah tidak ada yang tidak mungkin bagi dunia efek visual. Kekuatan super yang diperlihatkan dalam film ini juga tidak ada yang baru. Tapi harus gue akui bagian tangan yang bersinar memang keren sih, apalagi untuk mengambil hati remaja wanita ;p Ya memang ini adalah tipe film gagah-gagahan dan keren-kerenan, terbukti dengan cast cowo ganteng dan berbadan tegap sertai cast cewe yang cantik dan lovable. Tapi bener juga sih, Dianna Agron itu cantik yah ternyata, ga nyadar kalau dia main di Burlesque.
gambar diambil dari sini
Film ringan dan tidak perlu berpikir banyak, tapi ternyata cukup menghibur. Rasanya gue cukup penasaran dengan sekuelnya, menanti si Number Five, Six, Seven, dan seterusnya akan memiliki kekuatan seperti apa.

Rating?
6 dari 10

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top