16 February 2011
One kritik

The Mechanic

7:00 PM
Sobekan tiket bioskop tertanggal 16 Februari 2011 adalah The Mechanic. Awalnya gue sama sekali tidak berniat untuk menonton film ini karena merasa bahwa ini adalah salah satu film tipikal John Statham yang datar dan biasa saja. Namun atas nama impulsif dan menghabiskan waktu, tidak ada salahnya juga sekali-sekali mencicip film-film "seperti ini".

Arthur Bishop (Jason Statham) adalah seorang "mekanik", pembunuh bayaran yang "memperbaiki masalah" dengan cara pembunuhan yang dimanipulasi menjadi sebuah kecelakaan fatal. Dengan aturan-aturan ketat yang ia miliki, Arthur menjalankan setiap pekerjaannya sebagai hidupnya sendiri. Masalah muncul ketika Harry (Donald Sutherland), mentor dan teman dekatnya dibunuh, perasaan bersalah menjadi halangan terbesar untuk meneruskan mata pencahariannya. Kemunculan Steve (Ben Foster) anak dari Harry seakan menjadi konsolidasi Arthur terhadap perasaan bersalahnya, dan dia pun bersedia melatih Steve yang labil dan impulsif untuk menjadi pembunuh bayaran professional seperti Arthur. Berdua mereka menjalin persahabatan yang mematikan, dan mereka harus menentukan takdirnya ketika takdir kebenaran mulai tersingkap.

Walaupun premis utama dalam film ini bukanlah sebuah lagu baru di dunia perfilman, tapi remake dari film berjudul sama di tahun 1972 ini cukup menarik untuk diikuti. Memang harus gue akui bahwa Jason Statham cukup pas untuk memerankan Arthur Bishop yang kaku dan berekspresi datar. Namun karena Jason Statham selalu memerankan karakter-karakter tipikal seperti ini membuat gue kurang bisa menikmati film ini sebagai film yang berdiri sendiri tanpa membanding-bandingkan dengan karakter Jason Statham di film-filmnya yang lain. Adegan-adegan aksinya pun tidak ada yang baru, walaupun setiap cara pembunuhan Arthur cukup unik dan kreatif. Entah mengapa ketika kemunculan Steve dalam jalan cerita, gue sudah bisa menebak bagaimana ending dari film ini, yang kemudian tebakan gue tersebut dijawab dengan baik oleh eksekusi di penghujung film.

Baiklah, mungkin memang Jason Statham tidak hanya seorang spesialis pembunuh bayaran professional tapi juga seorang spesialis yang memerankan karakter dingin, kaku, namun mematikan. Tapi rasanya dari The Italian Job sampai The Expendables pun tampak tidak ada sedikit variasi dari karakter-karakter yang dia perankan. Semuanya tampak seperti kloningan dari satu film ke film lain. Ya memang spesialis untuk satu tipe karakter memang cukup mudah untuk diingat oleh seorang sutradara atau penulis naskah yang sedang mencari aktor, dan cukup mudah juga untuk mendalami karakternya, tapi menjadi kurang dapat dinikmati oleh para penontonnya. Apalagi jika bergerak di berbagai film dengan genre "senada".


Dengan tidak sebegitu menariknya, gue hanya suka pada dua hal yang terdapat dalam film ini. Akting Ben Foster yang menurut gue malah jauh lebih baik dan terlihat usahanya untuk memerankan karakter yang labil, impulsif, dan ceroboh. Dibandingkan dengan Jason Statham yang seakan tidak perlu berakting apapun, setiap kemunculan Ben Foster di layar selalu mencuri perhatian. Walaupun dengan karakter yang terbilang lebih kacau daripada karakter Arthur Bishop yang dingin dan bagaimana kelakuan Steve yang membuat penonton sebal, tapi justru itulah yang membuat film yang datar ini menjadi sedikit bergejolak. Rasanya memang ini kelebihan seorang Ben Foster yang selalu bisa mencuri perhatian walaupun porsi karakternya yang terbilang sedikit, masih ingat dengan jelas di kepala gue bagaimana kemunculan sebentar dia dalam 30 Days of Night yang langsung meningkatkan tensi film sebagai seorang asing yang gila.

Kedua, "motto" yang tertulis di pistol milik Harry dan tampaknya telah dihidupkan oleh Arthur dalam setiap pekerjaannya; Victory Loves Preparation. Benar saja, kemenangan memang mencintai persiapan. Dari awal sampai akhir film terlihat bagaimana Arthur begitu perfeksionis mempersiapkan dengan sangat baik setiap pembunuhannya, dari cara masuk, eksekusi, sampai exit strategy.
gambar diambil dari sini
Film aksi yang menurut gue biasa saja dan mudah untuk terlupakan. Maaf Jason Statham, tapi gue lebih suka akting anda di film-film Inggris karya Guy Ritchie.

Rating?
6 dari 10

1 kritik:

 
Toggle Footer
Top