19 October 2016
0 kritik

The Accountant

"Drama kriminal dengan kisah yang kompleks dan jenius, dibawakan dengan cara yang segar"

Christian Wolff adalah seorang jenius matematika yang lebih akrab pada angka-angka ketimbang manusia. Dibalik penyamaran sebagai akuntan publik di sebuah kota kecil, ia bekerja sebagai akuntan lepas bagi beberapa organisasi kriminal paling berbahaya di seluruh dunia. Ketika Kementrian Keuangan mulai mencium gerak-geriknya, ia bekerja untuk seorang klien pemilik perusahaan robotik dimana akuntan internalnya menemukan penyimpangan jutaan dollar. Ketika kebenaran semakin terungkap, jumlah mayat pun semakin bertambah dan Christian Wolff harus kembali bertindak.

Ternyata The Accountant adalah "Batman Begins" versi Ben Affleck. Engga ding, bercanda. Tapi terima kasih kepada naskahnya yang brilian karya Bill Dubuque, film ini hadir menjadi drama kriminal yang jenius - dengan adegan-adegan hitungan akuntansi yang minim. Ceritanya yang kompleks penuh dengan tabir misterius yang dibuka perlahan-lahan sepanjang durasi 128 menit. Beruntung banyak aktor dan aktris dengan penampilan terbaik mereka, mulai dari Ben Affleck, Anna Kendrick, J.K. Simmons, hingga Jon Bernthal yang masih membawakan karakter yang tipikal.

Jujur gue sangat menyukai film ini. Meski ceritanya cukup kompleks dengan gurita kriminal yang tersebar di mana-mana, tetapi kisah tersebut dibawakan dengan santai dan lamban. Pembawaan yang cukup pelan memang berisiko membosankan, tetapi tidak sama sekali jika gue tetap disibukkan untuk terus memikirkan apa yang sedang terjadi di layar - sekarang ini, sebelum ini, atau apa yang akan terjadi selanjutnya. Praktis, adegan aksi yang ada hanya berfungsi sebagai sebuah pelengkap, dan menjadi sangat efektif dengan drama yang telah dibangun dengan sangat baik sepanjang film.


Terlepas apakah anda bisa menebak twist yang dihadirkan di akhir film atau tidak, kenikmatan mengikuti tindak-tanduk Christian Wolff dari kacamata para agen Kementrian Keuangan akan tetap terasa. Ya, kisah Christian Wolff memang diambil dari sudut pandang para agen ini, terlepas apakah akhirnya mereka akan bertemu dengan si akuntan atau tidak. Tetapi cara bercerita dengan gaya No Country for Old Men (2007) ini terbilang cukup segar, dimana penonton ditempatkan di sisi jauh dari si karakter utama dan mempelajari masa lalunya yang penuh dengan hal-hal yang membuat kita menelan ludah.

Dengan naskah orisinil dan cerdas, kemudian dieksekusi dengan brilian oleh sutradara Gavin O'Conner, The Accountant pun menjelma sebagai sebuah film kriminal cerdas khas Ben Affleck macam The Town (2010). Sebuah film yang tentu saja sangat ramah bagi mereka yang tidak berprofesi sebagai akuntan, tetapi masih akan mengisi dahaga para akuntan dengan satu-dua adegan penghitungan akuntansi yang intens. Beberapa istilah akuntansi memang gue telan saja sambil lalu, tetapi tidak berpengaruh signifikan bagi pemahaman keseluruhan gue terhadap film ini. Rasanya, penonton dengan latar belakang psikologi akan ikut terpuaskan dengan keistimewaan yang ditunjukkan oleh Christian Wolff, meski penulis naskah enggan untuk memberi label pada penyimpangan psikologis yang dialaminya.



USA | 2016 | Action / Crime / Drama | 128 mins | Scope Aspect Ratio 2.39 : 1

Rating?
8 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 19 Oktober 2016 -

----------------------------------------------------------
Search  Keywords:

  • review film the accountant ben affleck
  • review the accountant ben affleck
  • the accountant ben affleck review
  • resensi film the accountant ben affleck
  • resensi the accountant ben affleck
  • ulasan the accountant ben affleck
  • ulasan film the accountant ben affleck
  • sinopsis film the accountant ben affleck
  • sinopsis the accountant ben affleck
  • cerita the accountant ben affleck
  • jalan cerita the accountant ben affleck

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top