08 October 2016
0 kritik

A Monster Calls

"Perpaduan yang imbang antara kenyataan hidup yang pahit dan fantasi yang memukai, dalam kisah penuh makna tentang duka"

Monster tidak datang begitu saja. Tetapi kali ini, monster itu datang pada Connor dan meminta satu hal yang sulit untuk Connor lakukan; mengatakan kebenaran. Connor sedang berada dalam tahap kehidupan yang sulit, bagi anak yang tidak lagi bisa disebut sebagai anak kecil, tetapi terlalu tua untuk disebut orang dewasa. Di sekolahnya dia di-bully oleh teman-temannya, sedangkan di rumah dia harus berjuang menemani ibunya yang sedang sakit. Dengan kehadiran si monster, apakah Connor mampu mengatasi setiap masalahnya?

Surprisingly, A Monster Calls adalah sebuah film yang sangat indah dan menyentuh tentang bagaimana seorang anak menghadapi pengalaman pahit dalam hidup. Dibungkus dalam balutan fantasi dengan visual yang menakjubkan, terutama dengan suara bass khas Liam Neeson yang menenangkan. Kesabaran jelas dibutuhkan untuk mengikuti dan memahami cerita yang dibangun secara perlahan namun pasti mengenai Connor dan orang-orang di sekelilingnya. Tetapi kemudian semua itu terbayar dengan maksimal pada akhir cerita yang sangat menyentuh.



Di samping penuturan cerita yang terkesan lamban, setengah film pertama juga terlihat fokus cerita yang jelas. Hadirnya karakter-karakter lain seperti teman-teman sekolah dan sang ayah dengan waktu tayang yang banyak, membuat fokus cerita menjadi kabur. Padahal inti cerita dari kisah ini adalah hubungan antara Connor dengan ibunya - yang seharusnya diberikan porsi dan pondasi yang kuat di awal film. Beruntungnya, hal ini terbayar di akhir film dengan deretan adegan yang membuat setiap orang yang memiliki ibu akan mengelus dada dan menahan air mata.

A Monster Calls adalah Pan's Labyrinth (2006) tanpa horor dan thriller, atau Where the Wild Things Are (2009) tanpa kenakalan khas anak kecil. Berdiri dengan kakinya sendiri, A Monster Calls adalah kisah yang jenius dan heart-warming mengenai cara menghadapi duka atau grief khusus untuk anak-anak. Di sisi lain, kisah Connor juga bisa menjadi inspirasi bagi setiap orang tua mengenai bagaimana caranya untuk mempersiapkan anak-anak mereka dalam menghadapi hal pahit dalam hidup. Film ini jelas membuka pintu kepada banyak orang untuk memahami lebih jauh kisah Connor dalam novelnya yang berjudul sama.


USA | 2016 | Drama / Fantasy | 108 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
8 dari 10













- sobekan tiket bioskop tanggal 10 Oktober 2016 -

----------------------------------------------------------
Search  Keywords:

  • review film monster calls
  • review monster calls
  • monster callsreview
  • resensi film monster calls
  • resensi monster calls
  • ulasan monster calls
  • ulasan film monster calls
  • sinopsis film monster calls
  • sinopsis monster calls
  • cerita monster calls
  • jalan cerita monster calls

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top