09 May 2014
One kritik

The Great Beauty

"Film kontemporer yang indah lewat sinematografi yang luar biasa, dan penuh dengan tumpukan makna yang ada"

Jep Gambardella, seorang jurnalis ternama, menghabiskan hidupnya dengan berpesta dan bersenang-senang setiap malam di tengah hingar-bingarnya kota Roma. Sejak kesuksesannya atas novel pertama - dan terakhirnya - Jep menjadi orang terpandang di dunia litetarur dan lingkaran sosialnya. Namun di ulang tahunnya yang ke-60, sebuah serpihan dari masa lalu datang menghampirinya, yang berkaitan dengan cinta lamanya pada saat remaja. Sebuah panggilan yang mengejutkan, yang membuat Jep harus memandang hidupnya lebih dari kehidupan ekstravagan Roma, untuk mencari jawaban atas pertanyaan masa lalu di tengah keindahan kota Roma yang absurd.

Ini adalah salah satu film terindah, sekaligus yang tersulit yang pernah gue tonton. Sinematografinya luar biasa. Pergerakan kamera secara perlahan dari satu titik ke titik lainya, dengan angle yang menarik, serta landscape dan setting yang unik, membuat film ini sangat indah dipandang mata. Namun alur cerita, gaya bercerita, hingga makna yang dibawakan membuat gue harus menggali-gali apa yang sebenarnya ingin diceritakan oleh film ini. Apakah hanya sesederhana bagaimana kita semestinya memandang dan menjalani hidup keseharian, atau ada makna lain yang lebih dalam daripada itu?



Saking kontemporer-nya film ini, ada beberapa adegan metaforik untuk menggambarkan bagaimana masyarakat kelas atas di kota Roma beraktivitas dan menjalani keseharianya. Disini jelas memerlukan kedewasaan berpikir dan proses analisis yang tidak mudah untuk dicerna. Salah satu adegan yang memorable bagi gue adalah, penggambaran masyarakat kelas atas Roma untuk melakukan suntik Botox di berbagai bagian tubuhnya. Di adegant tersebut digambarkan ruangan suntik yang sama sekali tidak seperti klinik rumah sakit manapun, melainkan lebih ke arah catwalk pameran fashion, apalagi dengan tarif diskon 700 euro. 


Salah satu yang gue suka dari sebuah film kontemporer adalah jelas merajut setiap adegan dan dialog yang terkesan absurd itu, kemudian mencari benang merah terhadap keseluruhan cerita. Ketika kira-kira telah tergambar, di cek kembali dengan judul yang diangkat. "The Great Beauty". Mungkin memang film ini hanya ingin menceritakan secara sederhana, apakah keindahan yang absolut itu. Apakah hingar bingar dunia malam dengan pesta dan jajaran wanita cantik, apakah kekayaan tiada habisnya lewat emas dan uang, atau sebuah kontemplasi yang mendalam terhadap hidup dan dunia sekitar. Setiap pilihan ini direpresentasikan dengan jelas lewat karakter-karakter yang hadir dalam film ini, dimana Jep bertemu dan berinteraksi dengan setiap karakter ini.


Pada akhirnya, The Great Beauty jelas menjadi sebuah film kontemporer yang sangat indah. Tidak hanya indah pada mata lewat sinematografi yang luar biasa, tidak hanya indah pada telinga lewat scoring dan pilihan soundtrack yang ada, namun juga indah pada hati nurani setiap penonton yang berhasil mencerna makna yang ada di dalamnya. 



Italy | 2013 | Drama / Comedies | 142 min | Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
8 dari 10

Won for Best Foreign Language Film, Academy Awards, 2014
Won for Best Foreign Language Film, Golden Globes, 2014
Won for Best Foreign Language Film, BAFTA Awards, 2014
Nominated for Palme d'Or (Paolo Sorrentino), Cannes Film Festival, 2014


- sobekan tiket bioskop versi Europe on Screen tanggal 9 Mei 2014 -

1 kritik:

  1. Nice review... Emang ngga heran klo film ini salah satu yang diunggulkan dan bisa menang di ajang Oscar kemaren.. Tukeran link yuk,,

    Regards,

    Cinejour

    ReplyDelete

 
Toggle Footer
Top