10 May 2014
0 kritik

Last Love

"Drama romansa yang unik dan manis, yang akan membuat penonton merenungkan kembali label sosial terhadap sebuah hubungan"

Matthew Morgan, pensiunan professor asal AS yang baru saja kehilangan istrinya, memutuskan untuk menetap di Paris ketimbang pulang ke negara asalnya. Kesehariannya di kota Paris tanpa bisa berbahasa Perancis, menarik perhatian seorang wanita muda lokal, Pauline, yang tergerak untuk membantunya di sebuah bis kota. Awal pertemuan mereka menjadi hubungan yang menarik antara Matthew dan Pauline. Sebuah hubungan romansa yang sangat sulit untuk diberikan label apapun, bahkan dalam konteks sosial masyarakat Barat yang liberal sekalipun. Hubungan yang akan mengubah cara pandang dan jalan hidup masing-masing dari Matthew dan Pauline.

Last Love adalah sebuah drama komedi yang sangat menarik karena keunikan yang dibawa oleh jalan cerita. Hubungan romansa spesifik yang fokus pada interaksi antara pria dan wanita dengan beda umur lebih dari 30 tahun jelas adalah sebuah ide dasar cerita yang sangat menarik. Diperankan oleh aktor Michael Caine yang sarat dengan kharisma yang ada, dan dipasangkan dengan aktris cantik asal Perancis Clemence Poesy, menjadikan film ini sebagai sebuah hiburan mata yang menyenangkan.


Film ini dibawakan dengan pace yang cukup lambat. Beberapa penonton mungkin merasakan ini terlalu lambat, tapi bagi gue sendiri rasanya ini tempo yang cukup pas untuk mencerna apa yang sedang terjadi di layar. Memperhatikan tingkah laku dan ekspresi dari karakter Matthew dan Pauline saja rasanya tidak cukup untuk menjelaskan dengan persis, hubungan romansa apa yang sedang mereka alami. Diluar akting mereka yang sangat baik, sulit rasanya untuk menebak apa yang ada di balik kepala mereka ketika Matthew berkunjung ke studio dansa Pauline dan ikut berlatih.


Sutradara dan penulis naskah asal Jerman, Sandra Nettlebeck, rasanya memang sengaja untuk mengajak penonton untuk mencoba menjelaskan status hubungan Matthew-Pauline dengan label sosial yang telah kita miliki selama ini. Pada akhirnya memang penonton harus menyerah untuk tergoda mensimplifikasi interaksi antara dua karakter ini. Pada kesempatan sesi tanya-jawab setelah pemutaran film, Sandra sendiri menjelaskan bahwa aktor Michael Caine pernah mengalami apa yang dialami oleh karakter Matthew. Bahwa pertemuan dengan seorang individu - walau berbeda umur jauh - adalah hal yang sangat wajar untuk dialami di dunia ini. Seorang individu yang tampaknya akan menjadi pasangan yang ideal, namun tidak mungkin terjadi karena norma-norma sosial yang ada. Yang pada akhirnya kita hanya dapat memaknainya sebagai seorang sahabat jiwa yang membuat kita menemukan jalan hidup.


Germany | 2013 | Drama / Comedy / Romance | 116 min | Aspect Ratio 1.85 : 1

Rating?
8 dari 10

- sobekan tiket bioskop versi Europe on Screen tanggal 10 Mei 2014 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top