10 May 2014
0 kritik

Searching for Sugar Man

"Film dokumenter yang ringan dan misterius, dan sanggup menyentuh hati penonton lewat kisahnya yang inspiratif"

Di awal tahun 1970, Sixto Rodriguez adalah talenta musik folk yang hanya memiliki karir musik yang pendek. Lewat lirik-lirik yang menyuarakan suara hati kaum marginal, dua albumnya tidak laku di pasaran AS. Namun diluar sepengetahuannya, dua album tersebut - yang dibawa oleh turis anak muda asal AS - malah menjadi fenomenal di Afrika Selatan. 

Lirik-lirik lagunya yang menyuarakan kebebasan dan pemberontakan kelas marginal, menjadi inspirasi bagi semua kalangan - bahkan menjadi inspirasi bagi gerakan anti-apartheid. Konon, hampir setiap rumah di Afrika Selatan memiliki kaset atau piringan hitam Rodriguez. Dengan ketenaran Rodriguez yang melebihi Elvis Presley sekalipun, beberapa orang fans asal Afsel melakukan investigasi mengenai keberadaan Rodriguez yang dirumorkan bunuh diri diatas panggung konser.

Jika ada film dokumenter yang sanggup membuat mata gue basah oleh air mata, maka Searching for Sugar Man adalah salah satunya. Ketidaktahuan gue akan Rodriguez, bahkan jalan cerita lengkap dari dokumenter ini, membuat gue jadi sangat tersentuh oleh seperempat terakhir dari film ini. Ketidaktahuan tersebut pun berbuah menjadi rasa hormat yang tinggi, termasuk keinginan untuk memiliki dua album musiknya.



Walaupun berbentuk dokumenter, tapi sutradara dan penulis naskah Malik Bendjelloul membawakan gaya penceriteraannya dengan ringan dan menyenangkan. Klip-klip animasi untuk menggambarkan Rodriguez yang manggung dari satu pub ke pub lainnya, hingga potongan-potongan artikel dan video tentang ketenarannya di Afrika Selatan di era 70-an membuat film dokumenter ini sangat menarik untuk ditonton hingga berakhir.


Jalan ceritanya misterius. Pencarian para fans terhadap sosok Rodriguez ini, dengan gaya bercerita yang sangat menarik, mampu menarik rasa penasaran penonton hingga ke level tertinggi. Sepanjang film, pencarian tersebut diiringi oleh lagu-lagu yang menjadi hit bagi publik Afrika Selatan. Pemilihan lagu dengan kisah yang sedang dibawakan jelas merupakan konsep yang sangat menarik, seakan memberikan pemaknaan ulang bagi lagu tersebut. Apalagi jika beberapa lagu menjadi bahan investigasi bagi dimana keberadaan Rodriguez.




Sweden / UK | 2012 | Documentary / Musical | 86 min | Aspect Ratio 1.85 : 1

Rating?
9 dari 10

Won for Best Documentary, Academy Awards, 2013
Won for Best Documentary, BAFTA Awards, 2013
Won for World Cinema - Documentary, Sundance Film Festival, 2012


- sobekan tiket bioskop versi Europe on Screen tanggal 10 Mei 2014 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top