16 December 2006
0 kritik

Look Both Ways

1:21 PM
Sobekan Tiket Bioskop edisi JiFFest yang terakhir adalan Look Both Ways, pada tanggal 15 Desember 2006...

Seorang seniman yang suka berkhayal bahwa berbagai macam bencana akan menimpa dirinya. Seorang fotografer dinyatakan menderita kanker, sementara rekannya harus bertanggung jawab atas kehamilan pacarnya. Apalagi ada kecelakaan kereta api yang menewaskan seorang pria. Sementara istri dari pria naas tersebut menjadi sorotan media setelah fotonya terpampang di sebuah surat kabar. Ditambah lagi sang masinis kereta api yang merasa bersalah atas kejadian tersebut. Meskipun tidak mengenal satu sama lain, namun keempat karakter tidak bisa mengelak dari takdir yang membuat mereka harus hidup tergantung satu sama lain.

sepertinya jenis cerita yang berpararel satu sama lain lagi trend yah. Crash, Babel, Berbagi Suami, dkk. tapi Look Both Ways cukup bagus karena pendalaman masing-masing karakter. dan proses bertemunya masing-masing karakter digali cukup dalam. banyak makna yang bisa ditarik dari film ini. makna yang paling jelas adalah,
setiap orang memang mempunyai masalah dan kita pasti tidak bisa lepas untuk berinteraksi dengan orang lain. dengan interaksi kita dengan orang lain, kita tentu tidak boleh memikirkan masalah kita sendiri saja, sapa tahu orang yang berhadapan dengan kita mempunyai masalah juga, dan lebih berat masalahnya ketimbang kita.
kira-kira itu yang gue tangkep ketika gue nonton dan gue terus memikirkan, "relevansi judul Look Both Ways dengan ceritanya apa yah..."

sinematografi asik banget ngeliatnya. dan cukup unik. so Jiffest. contoh, khayalan si seniman digambarkan dalam bentuk kartun-cat air, seperti hasil-hasil karya lukisannya. nice movie!

rating?
9 of 10

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top