11 December 2006
One kritik

Cafe Transit

1:45 AM
Sobekan Tiket Bioskop edisi spesial Jakarta International Film Festival 2006 kali ini dibuka dengan film Cafe Transit, film asal Iran. tertanggal Sabtu, 9 Desember 2006.

bercerita tentang seorang janda yang baru saja ditinggal oleh suaminya dan bersikeras untuk mempertahankan kafe peninggalan suaminya. tidak hanya itu, kakak iparnya juga bersikeras untuk mengawini dia karena merasa bertanggung jawab dan ingin menghidupi janda tersebut beserta anak-anaknya. tindakan mengawini istri dari saudara kandungnya yang sudah meninggal memang sudah menjadi tradisi tersendiri bagi warga setempat. sementara janda tersebut terus menolak tawaran kakak iparnya, ia pun membuka kafe transit tersebut. kafe tersebut terletak di jalan raya dan sering menjadi tempat transit bagi pengemudi-pengemudi truk lintas negara. dalam sekejap kafe tersebut pun menjadi ramai. namun sang kakak ipar yang iri hati pun menutup kafe tersebut dan tetap memaksa untuk mengawini si janda.

film ini kurang lebih bercerita bagaimana seseorang yang dengan teguh melawan adat istiadat yang sekiranya sudah tidak cocok lagi di jaman ini. selain itu film ini juga menggambarkan bagaimana sebuah kafe transit dapat mengumpulkan orang-orang yang berasal dari negara yang berbeda dimana bahasanya juga berbeda. yang menarik dalam film ini adalah dimana ada dua orang yang berbeda bahasa saling curhat meskipun tidak saling mengerti apa yang diucapkan. selain itu, film ini juga menyiratkan bagaimana kaum perempuan masih dipandang rendah dan dituntut untuk menjadi ibu rumah tangga saja dan melayani suaminya.

film ini begitu luar biasa dalam menggambarkan aspek-aspek kecil yang kadangkala tidak terlihat di mata kita. bagaimana film ini menggambarkan bahwa perbedaan bahasa menjadi tidak masalah lagi ketika mereka saling membutuhkan satu sama lain. bagaimana film ini menggambarkan bahwa kaum perempuan yang masih saja ditindas. bagaimana film ini menggambarkan bahwa tradisi yang begitu kuat sampai terkadang kurang rasional.

bravo untuk Cafe Transit.

my rating:
8 of 10

1 kritik:

 
Toggle Footer
Top