18 February 2016
0 kritik

Zootopia

"Animasi yang menghibur dengan pesan yang sangat kuat tentang prasangka"

Judy Hopps adalah seekor kelinci yang sangat ingin menjadi polisi. Permasalahannya, belum pernah ada seekor mangsa yang menjalani profesi yang kebanyakan dijalani oleh pemangsa. Ditambah lagi, ia ditempatkan di pusat kota Zootopia, dimana pemangsa dan mangsa hidup damai berdampingan. Judy ditugaskan untuk mengusut hilangnya empat belas ekor mamalia, dan ia harus bekerja sama dengan si rubah penipu ulung, Nick. Mereka berdua bersama-sama harus dapat menyelesaikan kasus tersebut, sekaligus membuktikan bahwa hewan pemangsa dan mangsa dapat saling membantu.

Memang Disney paling pintar kalau menyangkut promosi. Dibalik promosinya yang kelewat ringan, ternyata Zootopia adalah sebuah film tentang prasangka yang menjadi tema besarnya. Ini jelas menambah panjang daftar film-film Disney yang tampak ingin menyaingi Pixar terkait pesan yang ingin dibawakan dalam setiap film animasinya, seperti Wreck-It Ralph (2012), Frozen (2013), Big Hero 6 (2014). Dibungkus dalam nuansa fabel yang lucu dan unyu, Zootopia jelas adalah sebuah film yang wajib untuk ditonton oleh anak-anak sebagai pelajaran soal perbedaan atribut (agama, ras, dkk) dan prasangka buruk yang sering terjadi di sekitar kita.


Zootopia memang ditampilkan dengan sangat manis, semanis kelinci betina sebagai pemeran utamanya - entah dengan telinga naik atau turun. Layaknya film-film fabel lainnya, akan banyak karakter kocak yang membuat anda tersenyum geli. Mulai dari si bos mafia bergaya The Godfather, hingga si kungkang yang menggemaskan. Leluconnya memang terkadang on and off, tetapi bukan berarti secara keseluruhan film ini tidak menghibur sama sekali. Dibungkus dengan warna-warni nan cerah, jelas film ini penuh dengan keceriaan. 


Film ini memang tidak hanya dapat dinikmati oleh anak-anak dan remaja, tetapi memang harus ditonton juga oleh orang dewasa. Bukan hanya untuk mengajari anaknya tentang pesan yang sangat kuat disampaikan oleh film ini, tetapi juga untuk sedikit berkaca tentang perilaku stereotip yang terkadang mungkin kita lakukan tanpa sengaja terhadap orang yang berbeda dengan kita. Entah apakah mereka berbeda agama, ras, warna kulit, atau bahkan sesimpel besar-kecil dan tinggi-pendek badan.

Perilaku sopan (dan tidak sopan) antara setiap spesies yang dipertunjukkan dalam Zootopia ini benar-benar menyindir perilaku manusia terhadap sesamanya yang berbeda. Mulai dari bagaimana kebanyakan spesies mau tidak mau harus sabar menunggu hasil kerja dari kungkang yang sangat lamban, hingga hal kecil macam memanggil seekor kelinci dengan panggilan "cute". Hal tersebut masih dalam tataran sempit perbedaan spesies, namun film ini secara konsisten fokus pada tataran yang lebih luas; pemangsa dan mangsa. 


USA | 2016 | Animation | 108 mins | Scope Aspect Ratio 2.39 : 1
Rating?
7 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 18 Februari 2016 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top