10 February 2016
0 kritik

Deadpool

"Nafas segar bagi genre superheroes dengan karakter Deadpool yang nyeleneh"

Berdasarkan komik yang tidak biasa dari Marvel, film ini menceritakan origin story dari Wade Wilson yang bertransformasi menjadi seorang Deadpool. Sebelum menjadi seorang pembunuh bayaran, Wade Wilson adalah seorang anggota pasukan khusus. Ketika hidup mulai menjadi sempurna dengan menemukan Vanessa sebagai kekasih hati, Wade didiagnosis menderita kanker ganas di sekujur tubuhnya. Demi kebahagiaan Vanessa, Wade pun menerima tawaran dari seorang yang misterius yang berjanji dapat menyembuhkan kankernya. Ternyata Wade dijadikan subjek eksperimen yang membuat orang biasa menjadi seorang mutan dengan kekuatan super. Namun kekuatan super itu tidak serta-merta membuat Wade bisa kembali ke tangan Vanessa.


Terjebak dalam production hell sejak tahun 2003 – bahkan Ryan Renolds yang sudah di casting sejak tahun 2004 – akhirnya jagoan anti-hero yang ternyata memiliki fan base yang cukup besar ini memiliki filmnya sendiri. Perlu dipahami bahwa Deadpool diproduksi oleh 20th Century Fox - yang bekerja sama dengan Marvel - maka dari itu film ini pun masuk dalam kategori X-Men Universe. Film ini memang memuaskan para fans nya dengan sangat setia pada ciri khas komik Deadpool yang memang memiliki formula "breaking the fourth wall" dengan berbicara kepada para pembaca - dan penontonnya. Selain kekuatan super dengan kemampuan degeneratif yang cepat, Deadpool jelas sangat menghibur dengan serangkaian lelucon yang dilontarkan lebih sering ketimbang aksi sabet-tendang-tembak.


Jalan ceritanya sendiri memang formulatif dengan kisah klasik menyelamatkan love interest dari penjahat keji berkekuatan super. Tapi seperti kisah origin story dari setiap pahlawan super yang kita kenal, Deadpool menyajikan kisah yang transformasi yang menarik dari seorang Wade Wilson menjadi seseorang yang memiliki kemampuan degeneratif semacam Wolverine. Pergulatan karakter yang ditampilkan dengan baik dan porsi screen time yang lebih dari cukup bagi penonton untuk memahami seorang Wade Wilson.

Deadpool jelas sebuah film yang sangat menyenangkan. Total fun to watch. Setiap leluconnya sangat kocak serta cerdas, dan bisa dibilang berani ketika Wade banyak menyindir dunia film dan selebriti - bahkan studio-nya sendiri yang memproduksi franchise X-Men. Selain itu, phallic jokes-nya juga sangat menghibur dan terbilang cukup menonjol mengingat ini adalah film superhero yang biasanya dikonsumsi oleh anak-anak. Bola kembali pada kecerdasan para orang tua untuk mengajak anaknya menonton film ini. Satu hal yang membuat gue terhibur adalah teknik breaking the fourth wall yang jelas membuat penonton semakin dekat dengan karakter Deadpool yang nyeleneh ini.


USA / Canada | 2016 | Action / Superhero | 108 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1
Rating?
7 dari 10

Scene During Credits? No

Scene After Credits? YES!

- sobekan tiket bioskop tanggal 10 Februari 2016 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top