13 May 2016
0 kritik

My Stupid Boss

"Adaptasi novel kisah nyata yang segar dan kocak"

Sebuah film berdasarkan kisah nyata tentang hubungan absurd antara karyawan dengan bosnya yang nyentrik. Diana, seorang Indonesia yang tinggal di Kuala Lumpur bekerja di sebuah perusahaan milik orang Indonesia, yang lebih memilih dipanggil sebagai 'Bossman'. Sang Bossman ini tidak memiliki sistem dan aturan yang jelas, serta pelupa kelas akut, yang nyaris setiap kali membuat kesal setiap karyawannya, termasuk Diana sang sekretaris - atau disebut sebagai Kerani di Malaysia. Film ini pun menceritakan kisah awal pertemuan mbak Kerani dengan Bossman hingga bagaimana mereka akhirnya menjadi tak terpisahkan, meski menjalin love-hate relationship.

Sebagai pembaca setia novelnya, ada perasaan senang campur khawatir dengan adaptasinya ke dalam bentuk film layar lebar. Kekuatan novelnya jelas pada imajinasi liar yang dideskripsikan secara kocak oleh penulis Chaos@work, yang memilih untuk menyembunyikan identitasnya demi tidak ketahuan si kumis lele Bossman. Hasilnya, film komedi ini memang mencapai tujuannya untuk menghibur penonton dengan deretan adegan yang mengundang tawa. Beberapa leluconnya memang hit-and-miss, dan saya ingat jelas bahwa lelucon ini jauh lebih kocak jika dibaca dalam novelnya.

Buku yang ditulis berdasarkan curhatan blog dari mbak Kerani ini memang berbentuk gabungan dari potongan sketsa yang ada hasil interaksi absurd dan kocak antara mbak Kerani dengan Bossman. Ya, terlihat bagaimana depresinya mbak Kerani harus menghadapi bosnya yang absurd setiap harinya, jadilah dia menulis setiap pengalamannya sebagai katarsis - yang ternyata menjadi sangat produktif. Hasilnya, filmnya pun berupa seperti demikian; gabungan dari sketsa-sketsa kocak. Gaya bercerita seperti ini pun memiliki satu kekurangan besar; tujuan utama yang hendak dicapai di satu film. My Stupid Boss kekurangan dalam hal ini, atau memang tujuannya tidak terlalu jelas karena sepanjang film hanya fokus menceritakan sketsa kocak tentang Bossman.


My Stupid Boss juga memberikan gambaran baru bagi aktor Reza Rahadian yang biasanya mendapatkan karakter tipikal. Kali ini ia harus berperan sebagai seorang bos yang menyebalkan, dengan ciri-ciri fisik gendut dan rada botak. Harus saya akui, di sini Reza cukup berhasil menghidupkan karakter Bossman dan tampak meyakinkan. Meski sebagai pembaca buku, saya tetap merasa karakter Bossman dalam buku masih jauh lebih menyebalkan dan lebih absurd kocaknya.

Hal lain yang menarik dari film ini adalah, bagaimana sutradara Upi membawa atmosfer Malaysia dengan sangat kuat. Mulai dari produksi set hingga scoring dan soundtrack yang ada dalam film ini, semuanya serba Melayu. Memang hal ini sangat konsisten dengan setting ceritanya sendiri yang mengambil tempat di Kuala Lumpur, serta mayoritas pemain adalah orang Malaysia. Tetapi konsistensi yang disiplin ini sangat efektif untuk membuat film terasa lebih segar dan universal. Saya pribadi sangat senang mendengar film Indonesia yang di dalamnya berisi juga bahasa Melayu, India, dan Mandarin.


Secara keseluruhan, film My Stupid Boss jelas menjadi jenis film yang sangat menyegarkan di industri film Indonesia. Ide cerita yang unik, dan sutradara Upi mendobrak formula bahwa film komedi yang sukses harus diperankan oleh komedian atau komika. Didukung oleh brand image buku My Stupid Boss yang sudah sampai jilid 5 - dan tayang serentak di 4 negara - bukan tidak mungkin bahwa film ini akan meraup sukses.



Indonesia | 2016 | Comedy | 108 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
7 dari 10

Pemenang:
  • Pemeran Utama Pria Terbaik (Reza Rahadian)
  • Pemerean Pendukung Pria Terbaik (Alex Abbad), 
  • Penyunting Gambar Terbaik (Wawan I. Wibowo)Festival Film Indonesia 2016
Nominasi:
  • Pengarah Artistik Terbaik (Ade Gimbal)
  • Penata Busana Terbaik (Quartini Sari)
  • Sutradara Terbaik (Upi)
  • Penulis Skenario Adaptasi Terbaik (Upi), Festival Film Indonesia 2016

 - sobekan tiket bioskop tanggal 13 May 2016 -

----------------------------------------------------------
Search  Keywords:

  • review film my stupid boss
  • review my stupid boss
  • my stupid boss review
  • resensi film my stupid boss
  • resensi my stupid boss
  • ulasan my stupid boss
  • ulasan film my stupid boss
  • sinopsis film my stupid boss
  • sinopsis my stupid boss
  • cerita my stupid boss
  • jalan cerita my stupid boss

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top