07 May 2016
0 kritik

Midnight Special

"Drama fiksi ilmiah yang penuh emosional dan diceritakan dengan indah, meski mungkin tidak akan menyenangkan semua orang"

Alton Meyer adalah seorang anak laki-laki dengan kemampuan luar biasa sekaligus kelemahan yang cukup membingungkan. Di tengah malam, ayahnya membawanya kabur dari sebuah komunitas agama yang memuja Alton sebagai mesias mereka. Pemerintah federal dan NSA pun ternyata sadar dengan keberadaan Alton dan mulai memburunya. Dikejar-kejar oleh berbagai pihak, Alton dan ayahnya harus menuju ke suatu tempat di satu tanggal yang spesifik demi suatu hal yang akan mengubah hidup mereka berdua.

Midnight Special jelas merupakan sebuah film yang spesial, dengan gaya bercerita yang menarik dalam genre fiksi ilmiah. Pembawaan film yang lamban, tetapi masih tetap dapat memancing rasa penasaran penonton terhadap misteri yang diberikan secara bertahap dan perlahan. Belum lagi dengan atmosfer film yang cukup kelam, dan ketidaktahuan terhadap apa yang sedang terjadi di layar seakan membuat penonton sulit untuk bernafas. Untuk kemudian semua itu dijawab oleh akhir film yang menakjubkan.

Gaya bercerita seperti ini memang memiliki resiko besar untuk membelah penonton menjadi dua kelompok besar; hate it or love it. Bisa dibilang, Midnight Special cukup paralel dengan Interstellar (2014) yang sama-sama berpijak di ranah sci-fi tetapi dengan atmoser lamban dan kelam. Ditambah lagi dengan plot fatherhood yang menjadi roda penggerak cerita tentang bagaimana seorang ayah yang siap melakukan apapun demi keberlangsungan hidup anaknya. Semua hal tersebut dibungkus dengan indah lewat berbagai shot yang menawan dan scoring yang menghanyutkan.


Gaya bercerita seperti ini jelas efektif untuk memancing emosi penonton, dan menaruh empati pada setiap karakter yang ada di layar. Pendekatan ini bisa dibilang cara alternatif untuk menikmati film fiksi ilmiah yang biasanya terpaku pada pendekatan logis. Lewat pendekatan emosional, pemikiran logis akan menjadi prioritas kedua dan sisi emosional yang akan menjadi justifikasi terhadap jalan cerita yang ditampilkan. 

Pada akhirnya, Midnight Special menjadi film yang sangat menghibur - bagi kelompok penonton yang cocok dan mencintai film dengan tipikal seperti ini. Diperkuat oleh akting yang sangat meyakinkan dari para karakternya, termasuk kesempatan emas untuk melihat akting dari Adam Driver tanpa topeng Kylo Ren-nya. Selain itu, menarik pula untuk melihat bagaimana sutradara dan penulis naskah Jeff Nichols memberikan tribute untuk film sci-fi karya Steven Spielberg seperti Close Encounter of the Third Kind (1977) dan E.T. (1982).


USA | 2016 | Drama / Sci-Fi / Thriller | 112 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
8 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 7 Mei 2016 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top