02 May 2016
0 kritik

Battle for Sevastopol

"Drama biografi seorang sniper Uni Soviet dengan rasa Amerika"

Seorang siswi harus merelakan pendidikannya demi bergabung ke tentara ketika Nazi Jerman menyerang Uni Soviet. Ternyata Lyudmila berbakat menjadi seorang penembak jitu, sampai pihak musuh menjadikannya sebagai target prioritas. Di medan perang sekalipun, Lyudmila menemukan cinta meski di antara hujan peluru dan ledakan. Namun karena kota Sevastopol sudah tidak dapat dipertahankan lagi, Lyudmila yang telah memiliki rekor confirmed kills sebanyak 309 orang, diungsikan. Lyudmilla pun mengemban tugas baru, berbicara di depan publik sebagai simbol perlawanan terhadap Nazi Jerman - bahkan sampai ke tanah AS.

Rasanya ini akan menjadi film terakhir produksi pertama antara Ukrania dan Russia dalam jangka waktu yang lama. Apalagi kisah film fokus pada perjuangan mempertahankan kota Sevastopol yang terletak di semenanjung Crimea, yang tahun 2015 kemarin menjadi pusat konflik antara Ukrania dan Russia. Di luar hal tersebut, menonton film ini terasa seperti menonton film produksi Hollywood. Penuh dengan penggerak plot dramatis a la serendipity dan beberapa adegan yang dibungkus dengan soundtrack yang tak kalah dramatisnya.



Harus diakui, Battle for Sevastopol menjadi lebih bagus dalam hal visual. Sinematografinya menawan, adegan peperangan juga dibuat dengan baik dan cukup mendetil. Tapi bagi seseorang yang mencari film Eropa dengan rasa yang khas benua tersebut, tentu akan merasa aneh jika bertemu dengan film ini. Kisah biografi yang terlalu banyak hal-hal terlampau dramatis yang bertebaran di sepanjang jalan cerita. Natural dan apa adanya pun menjadi tenggelam.

Terlepas dari judulnya yang terlalu general atau demi marketing, film ini memang fokus pada biografi seorang pahlawan Uni Soviet; Lyudmila Pavlichenko. Prestasinya sebagai sniper dengan jumlah confirmed kills-nya memang menakjubkan - belum lagi dia adalah seorang wanita. Bayangkan, di usia belum mencapai 25 tahun, dia harus berhadapan dengan banyak pengalaman traumatis. Tidak hanya harus berjuang hidup di kondisi paling ekstrim, tetapi juga berjuang untuk tetap berpikir normal ketika kehilangan orang-orang yang dicintainya. Dalam penggambaran karakter ini, Battle for Sevastopol jelas sudah menghidupkan kenangan akan Lyudmila dengan cukup informatif. 


Ukraine / Russia | 2015 | Biography / Drama / War | 110 mins | Flat Aspect Ratio 1.85 :1

Rating?
6 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 2 Mei 2016 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top