09 November 2011
One kritik

Nowhere Boy

Figur orang tua selalu menjadi figur yang signifikan bagi setiap orang siapa pun itu, termasuk John Lennon. Ya, dibalik kisah hidupnya yang penuh dengan hingar bingar ketenaran, John Lennon ternyata memiliki masa remaja yang sulit. Ditulis ke dalam layar berdasarkan buku biografi Imagine This: Growing Up With My Brother karya Julia Baird (saudara dari satu ibu lain bapak), film Nowhere Boy memotret tahun-tahun awal dari bintang rock 'n roll dan salah satu pendiri The Beatles.

Film biopic ini menceritakan masa kecil John Lennon, namun lebih fokus pada masa remajanya yang harus dilaluinya dengan sulit. Terusik mencari identitas dirinya lewat siapa orang tua biologisnya, cerita berkembang menjadi bagaimana dinamika hubungan John dengan bibinya Mimi dan ibunya Julia - yang merupakan dua figur wanita dominan dalam hidupnya. Selain itu, film ini juga menggambarkan bagaimana pertemuan John dengan Paul McCartney dan George Harrison, persahabatan mereka, kecintaan mereka pada musik, untuk selanjutnya melahirkan band yang paling sensasional di planet ini.

Mungkin tidak banyak yang tahu bagaimana sejarah The Beatles terbentuk, apalagi bagaimana pribadi John Lennon di masa remajanya. Bagi kebanyakan orang, film drama-biografi mungkin akan terdengar membosankan. Tapi film ini memiliki keunggulan tersendiri; John Lennon! Minimal, penggemar berat The Beatles akan tertarik untuk menonton film ini. Lewat cerita yang tidak diketahui oleh banyak orang ini, sutradara debutan Sam Taylor-Wood berhasil membuat film ini menjadi menarik untuk diikuti. Jalinan cerita yang ada sukses membuat penonton menjadi penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Selama setengah film pertama pun, penonton dibuat bertanya-tanya siapa Julia, atau bagaimana John bisa tinggal dengan bibinya. Adegan revelation pun dieksekusi dengan cukup emosional, untuk kemudian membuat penonton mengelus dada dengan adegan klimaksnya.

gambar diambil dari sini
Memang film ini adalah film tentang John Lennon dan bagaimana sejarah terbentuknya The Beatles. Tetapi bukan berarti film ini akan menampilkan lagu-lagu atau soundtrack dari band tersebut, ya jelas wong The Beatles saja belum terbentuk kok. Film ini hanya fokus pada satu masa kehidupan John Lennon, yaitu di masa dimana dia mulai mengenal Mimi dan Julia lebih jauh. Kebetulan pada masa itu, John telah bertemu dengan Paul dan George lalu membentuk band pertama mereka; The Quarrymen. Alhasil, lagu-lagu The Quarrymen dan lagu-lagu rock 'n roll lainnya yang lebih banyak mewarnai film ini. Digambarkan secara jelas pula bagaimana pengaruh gaya dan musik Elvis Presley yang sedang menggoncang dunia pada waktu itu terhadap gaya pakaian, rambut, serta musik dari John. Bagi anda yang mencari film dengan soundtrack lagu-lagu The Beatles, mungkin Across the Universe (2007) bisa memuaskan nafsu anda.

Kaum hawa akan sangat terhibur dengan penampilan Aaron Johnson yang memerankan John Lennon. Ini adalah penampilannya sebelum Kick-Ass (2010) beredar di pasaran. Namun Aaron dapat menampilkan sosok John yang mengalami krisis identitas masa remaja terkait dengan hubungannya dengan significant-others. Labil dan insecure-nya John pada masa itu, diproyeksikan dengan baik oleh Aaron. Tapi rasanya wajah Aaron Johnson terlalu tampan untuk memerankan sosok John Lennon yang nyentrik.
gambar diambil dari sini
Menceritakan sebuah cerita yang memiliki unsur tragedi dapat menyerap emosi penonton jika dibawakan dengan atmosfer yang pas. Namun entah kenapa, kedalaman emosional dalam film ini terasa kurang signifikan. Permainan editing memang telah dieksekusi dengan baik dalam menggambarkan adegan klimaks yang mengejutkan. Atau naskah yang cukup baik dengan dialog-dialog mengena di adegan revelation. Tapi sayangnya, adegan-adegan setelahnya seakan kurang memanfaatkan emosi dari adegan-adegan kunci tadi. Hal tersebut menjadikan film ini hanya sebagai film yang memuaskan penonton dalam hal pikiran saja - ingin tahu mengenai latar belakang seorang John Lennon. Dimana sebenarnya film ini memiliki potensi besar untuk memuaskan penonton secara perasaan - dengan menggali kedalaman emosional yang signifikan untuk menyerap perasaan penonton ke dalam cerita film.

Ketika film ini kurang menancapkan tiangnya pada kedalaman emosional, tetapi film ini tetap menghibur mata dan telinga penonton. Oh ya, tidak akan banyak yang mengira bahwa ternyata Aaron Johnson juga memiliki kualitas vokal yang terbilang bagus. Permainan gitar, dan adegan bagaimana John pertama kali belajar bermain gitar, juga sangat menghibur dan memorable. Lengkapnya dinamika kepribadian dan latar belakang John Lennon dalam film ini rasanya cukup bisa menjadi modal untuk studi karakter. Oya, bagi anda yang pernah berkunjung ke Liverpool, atau yang ingin melihat beberapa tempat bersejarah yang berkaitan dengan The Beatles, perhatikan dengan seksama pintu gerbang Strawberry Field, Cavern Club, dan tempat lainya yang muncul dalam film ini!


Rating?
7 dari 10

- sobekan tiket bioskop tertanggal 9 November 2011 edisi Europe on Screen -


1 kritik:

  1. Gasabar nonton nowhere boy. Ahh... gue tau telat dan baru kepingin skrg dan belum dpt2 dvdnya..

    ReplyDelete

 
Toggle Footer
Top