Film biopic ini menceritakan masa kecil John Lennon, namun lebih fokus pada masa remajanya yang harus dilaluinya dengan sulit. Terusik mencari identitas dirinya lewat siapa orang tua biologisnya, cerita berkembang menjadi bagaimana dinamika hubungan John dengan bibinya Mimi dan ibunya Julia - yang merupakan dua figur wanita dominan dalam hidupnya. Selain itu, film ini juga menggambarkan bagaimana pertemuan John dengan Paul McCartney dan George Harrison, persahabatan mereka, kecintaan mereka pada musik, untuk selanjutnya melahirkan band yang paling sensasional di planet ini.
Mungkin tidak banyak yang tahu bagaimana sejarah The Beatles terbentuk, apalagi bagaimana pribadi John Lennon di masa remajanya. Bagi kebanyakan orang, film drama-biografi mungkin akan terdengar membosankan. Tapi film ini memiliki keunggulan tersendiri; John Lennon! Minimal, penggemar berat The Beatles akan tertarik untuk menonton film ini. Lewat cerita yang tidak diketahui oleh banyak orang ini, sutradara debutan Sam Taylor-Wood berhasil membuat film ini menjadi menarik untuk diikuti. Jalinan cerita yang ada sukses membuat penonton menjadi penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Selama setengah film pertama pun, penonton dibuat bertanya-tanya siapa Julia, atau bagaimana John bisa tinggal dengan bibinya. Adegan revelation pun dieksekusi dengan cukup emosional, untuk kemudian membuat penonton mengelus dada dengan adegan klimaksnya.
![]() |
| gambar diambil dari sini |
Kaum hawa akan sangat terhibur dengan penampilan Aaron Johnson yang memerankan John Lennon. Ini adalah penampilannya sebelum Kick-Ass (2010) beredar di pasaran. Namun Aaron dapat menampilkan sosok John yang mengalami krisis identitas masa remaja terkait dengan hubungannya dengan significant-others. Labil dan insecure-nya John pada masa itu, diproyeksikan dengan baik oleh Aaron. Tapi rasanya wajah Aaron Johnson terlalu tampan untuk memerankan sosok John Lennon yang nyentrik.
![]() |
| gambar diambil dari sini |
Ketika film ini kurang menancapkan tiangnya pada kedalaman emosional, tetapi film ini tetap menghibur mata dan telinga penonton. Oh ya, tidak akan banyak yang mengira bahwa ternyata Aaron Johnson juga memiliki kualitas vokal yang terbilang bagus. Permainan gitar, dan adegan bagaimana John pertama kali belajar bermain gitar, juga sangat menghibur dan memorable. Lengkapnya dinamika kepribadian dan latar belakang John Lennon dalam film ini rasanya cukup bisa menjadi modal untuk studi karakter. Oya, bagi anda yang pernah berkunjung ke Liverpool, atau yang ingin melihat beberapa tempat bersejarah yang berkaitan dengan The Beatles, perhatikan dengan seksama pintu gerbang Strawberry Field, Cavern Club, dan tempat lainya yang muncul dalam film ini!
Rating?
7 dari 10
- sobekan tiket bioskop tertanggal 9 November 2011 edisi Europe on Screen -




Gasabar nonton nowhere boy. Ahh... gue tau telat dan baru kepingin skrg dan belum dpt2 dvdnya..
ReplyDelete