Tahun 1940 dimana Uni Soviet masih berkuasa di sebagian Eropa, sekelompok tahanan yang berasal dari Polandia, AS, bahkan Rusia sendiri mencoba melarikan diri dari Rusia. Sadar bahwa mereka tidak bisa tinggal di daerah komunis, maka mereka harus berjalan kaki sejauh 6500 kilometer melewati dataran Rusia yang dingin, gurun Gobi yang panas, sampai menyeberangi pegunungan Himalaya untuk mencapai India.
Indonesia memiliki seorang musafir yang mengelilingi berbagai negara di Asia Tengah dan sampat saat ini masih melakukan perjalanannnya dengan jalan darat, Agustinus Wibowo. Agustinus melakukan perjalanannya bukan sebagai hobi melainkan sebagai nafas hidupnya. Sementara ketujuh tahanan Gulag di Rusia ini melakukan perjalanannya untuk mencapai kebebasan. Pilihan mereka hanya ada dua; mati di gulag sebagai tahanan atau mati di perjalanan sebagai manusia bebas. Cerita ini diadaptasi dari novel keluaran 1956 berjudul The Long Walk, yang sampai detik ini kebenaran bahwa cerita tersebut adalah kisah nyata masih diperdebatkan (bisa dibaca disini).
Terlepas dari bagaimana keaslian cerita tersebut, perjalanan para manusia-manusia bebas ini sangat menarik untuk disimak. Bagaimana mereka bertahan hidup di alam; hampir mati kedinginan di tengah badai salju di Rusia, hampir mati kepanasan dan kehausan di Gurun Gobi, hampir mati kelaparan di Mongolia, dan sebagainya. Menarik juga melihat motivasi tinggi yang mereka punya untuk bisa mencapai tujuannya walaupun tempat tujuan yang jelas; yang jelas mereka ingin keluar dari negara komunis dan hidup di negara bebas, dimanapun itu berada.
| Jalan kaki dari titik A ke titik B |
Film dengan premis cerita survival seperti ini memang mengandalkan kedalaman karakter yang ada di kelompok survival tersebut. Variasi karakter yang ada dalam film ini pun seakan saling melengkapi satu sama lain. "Dipimpin" oleh seorang prajurit Polandia yang bisa membaca arah - Janusz (Jim Sturgess), ditemani oleh seorang Amerika - Mr. Smith (Ed Harris), dilindungi oleh seorang kriminal Rusia yang selalu membawa pisau - Valka (diperankan dengan baik oleh Colin Farell), ditambah seorang pelawak, seorang pelukis, dan seorang juru masak. Belum lagi ketika seorang gadis Polandia yang juga dalam pelarian (diperankan dengan aksen Polandia yang mulus oleh Saorsie Ronan), yang memberikan warna tersendiri dan menambah menarik jalannya cerita yang ada. Menarik melihat aktor-aktor Inggris dan Amerika ini ketika mereka harus beraksen Eropa Timur, terlihat bagaimana kerja keras mereka untuk menghilangkan aksen asli mereka demi mendapatkan aksen karakter yang harus mereka perankan.
![]() |
| gambar diambil dari sini |
Dengan pemandangan alam berbeda-beda setiap 30 menit yang indah sekaligus kejam, interaksi antar karakter yang menarik, sedikit pengetahuan budaya tentang Eropa Timur lewat para karakternya, dan usaha hidup-mati mereka untuk tetap bertahan hidup dan meraih kebebasan, membuat film epik drama-petualangan ini akan sangat sayang jika dilewatkan.
Rating?
8,5 dari 10



Baruu aja bertanya2 filmnya oke apa ga, eh lo post review ini d twitter. Gw akhrnya nntn burlesque dl hmmm akan gw tntn jg deh thw way back ini klo gt
ReplyDelete