23 January 2011
0 kritik

The Next Three Days

9:21 PM
Sobekan tiket bioskop tertanggal 20 Januari 2011 adalah The Next Three Days. Selalu sayang untuk melewatkan film-filmnya Russel Crowe. Apalagi di sebuah film yang disutradarai oleh Paul Haggis, sutradara dan penulis pemenang Oscar. Tapi kita lihat apakah Hollywood akan kembali sukses melakukan remake, yang kali ini berasal dari film perancis, Pour Elle (2008).

Lara Brennan (Elizabeth Banks), seorang istri dan ibu rumah tangga biasa dituduh dan dipenjara karena diduga telah melakukan pembunuhan terhadap bos di kantornya. Segala macam bukti dari tempat kejadian perkara, termasuk sidik jarinya yang ditemukan di benda yang digunakan untuk membunuh, mengarah dan memberatkan Lara. John Brennan (Russel Crowe) berusaha keras lewat jalur hukum untuk membebaskan istrinya namun tidak menemukan sedikitpun celah. Ketika merasa usaha membebaskan Lara lewat jalur legal tidak kunjung membuahkan hasil, John pun berniat untuk membebaskan istrinya untuk kabur dari penjara.

Film-film dengan tema kabur dari penjara bukan hal yang baru di dunia perfilman layar lebar maupun serial tv. Ada beberapa film dengan tema tersebut yang entah lebih fokus pada drama atau pada segi aksinya. Film ini pun tidak menawarkan sesuatu yang baru, kecuali tindakan kabur dari penjara itu dilakukan oleh orang yang benar-benar amatir namun cerdas. Menarik juga melihat proses dan perkembangan seorang guru sekolah yang tidak pernah melakukan tindakan kriminal sebelumnya, belajar untuk menggunakan senjata dan melakukan apapun untuk membantu istrinya kabur dari penjara.


Russel Crowe tampil bagus, namun film ini bukan penampilan terbaiknya. Cameo dari Liam Neeson yang memainkan karakter orang yang "ahli" kabur dari penjara cukup memberi warna tersendiri pada film ini dan signifikan pada jalan cerita setelah itu berkat informasi-informasinya yang berharga. Elizabeth Banks yang pernah satu layar dengan Spiderman di dua sekuel terakhir, tampil baik dalam menggambarkan karakter istri dan ibu yang depresi karena di penjara sampai anaknya pun tidak mau bicara lagi dengannya.
gambar diambil dari sini
Setengah film pertama berjalan cukup lambat dan cenderung membosankan. Dibayar dengan alur kabur dari penjara yang sudah ditunggu-tunggu penonton sejak awal film, namun ternyata tidak memuaskan ekspektasi gue. Okelah, setiap detail ide untuk kabur dari polisi memang cukup menarik, apalagi penonton disuruh "menunggu" selama hampir satu jam untuk sampai pada alur tersebut. Film ini tidak mampu untuk memberikan kedalaman tersendiri pada atmosfer film ini. Terbukti dengan "kosongnya" perasaan gue setelah lampu bioskop kembali dinyalakan.

Rating?
6,5 dari 10

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top