15 January 2011
2 kritik

Love & Other Drugs

6:30 AM
Sobekan tiket bioskop tertanggal 13 Januari 2011 adalah Love & Other Drugs. Film ini adalah reuni bagi Anne Hathaway dan Jake Gyllenhaal, setelah terakhir kali mereka beradu akting bersama - juga sebagai pasangan - di Brokeback Mountain (2005). Menarik melihat nama Edward Zwick di kursi sutradara, karena ini adalah film romantis pertama yang digarapnya, setelah ia sukses dengan Defiance (2008), Blood Diamond (2006), dan Last Samurai (2003).

Berlatar tahun 1996, Jamie Randall (Gyllenhaal) adalah seorang salesman obat yang menjual produknya dari satu rumah sakit ke rumah sakit yang lain. Tidak hanya berkelana di rumah sakit, Jamie juga berkelana dari satu wanita ke wanita yang lain. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Maggie Murdock (Hathaway) di satu rumah sakit dan mencoba berusaha mendapatkannya. Walaupun mengetahui bahwa Maggie mengidap gejala parkinson dini, Jamie tetap membangun perasaannya. Ketika tersadar bahwa gejala parkinson itu akan tetap ada sampai akhir hayat karena belum ditemukan obatnya, Jamie pun menjadi mempertanyakan kembali perasaannya terhadap Maggie.

Mengatakan "i love you just the way you are" memang mudah. Tapi ketika dihadapkan pada situasi nyata dan memikirkan konsekuensi yang akan terjadi di masa depan, bisa-bisa kita menambahkan frase "only if" di akhir kalimat tersebut, seperti "i love you just the way you are, only if your parkinson is cured". Rasanya memang ini pertanyaan utama yang hendak diajukan oleh para pembuat film. Kemudian ditranslasikan ke dalam karakter Jamie yang playboy kelas kakap nan ahli meniduri wanita dan Maggie yang sinis dan anti-komitmen tapi juga haus akan seks. Keduanya dipertemukan secara tidak biasa, menjalani proses hubungan yang biasa, namun menjadi tidak biasa ketika konflik dari pertanyaan utama tadi muncul, dan diakhiri dengan ending yang biasa.

Ketika telah banyak film-film komedi romantis yang beredar di dunia perfilman, para pembuat film memang harus mencari akal agar filmnya berbeda dengan film rom-com lainnya. Jangan salahkan gue kalau gue selalu teringat (dan tidak sengaja membandingkan) dengan A Walk to Remember (2002) dimana si karakter pria jatuh cinta kepada karakter wanita yang sakit. Oke, A Walk to Remember memang tipikal film romantis yang memiliki atmosfer melodramatis dan mudah menghanyutkan perasaan penonton, serta mengeksploitasi suara dari Mandy Moore. Lantas, yang membuat film terbaru dari Gyllenhaal dan Hathaway ini berbeda bungkusnya adalah aura film ini yang ceria, riang, dan ringan. Seringan dan semudah Jamie meniduri setiap wanita cantik yang ditemuinya sebelum ia bertemu Maggie. Selain itu, film ini juga kok rasanya mengeksploitasi tubuh dari Hathaway, walaupun gue juga ga nolak ;p
gambar diambil dari sini
Sudah menjadi rahasia umum bahwa salah satu kekuatan utama dari film-film seperti ini adalah kekuatan akting dari kedua karakter utamanya dan chemistry yang ada dari mereka berdua. Film ini memenuhi kekuatan tersebut dengan sangat baik dan casting yang tepat. Engga heran kalau kedua karakter utama kita ini masing-masing mendapatkan nominasi Golden Globe 2011 di kategori Best Performance by an Actor/Actress in a Motion Picture - Musical or Comedy.

Pujian harus diarahkan kepada Hathaway yang sukses memerankan Maggie yang memiliki gejala parkinson dan akibat psikologis yang ditimbulkannya, terutama pada usia muda. Tidak hanya tangan yang gemetar, tetapi juga perasaan, pola pikir, dan mood yang mudah sekali untuk berubah. Hathaway menggambarkan itu semua dengan baik, terutama lewat pancaran matanya dan raut mukanya. Menarik melihat bagaimana karakter Maggie ini dibangun dengan baik; dengan penyakit parkinson yang diidapnya, Maggie sadar bahwa kesempatannya untuk menjalin hubungan secara serius akan mengecil mengingat jarang akan ada pria yang mau hidup sampai tua dengan seseorang yang mengidap parkinson dari usia muda. Dengan cerita cinta masa lalunya, Maggie pun menjadi sinis dan tidak mau berkomitmen dari awal terhadap pria manapun, walaupun kebutuhan jasmani tetap harus dipenuhi.  Poin tambahan dari gue, disini Hathaway cantik berat! ;p
gambar diambil dari sini
Namun sayang, efek afeksi yang (harusnya) dihasilkan oleh film-film romantis tidak terlalu mengena di gue. Walaupun adegan klimaks yang tipikal "mengejar untuk mendapatkan kembali si wanita" dan rayuan terakhir dari si pria yang ditunggu-tunggu oleh penonton telah tiba, tidak juga membangkitkan perasaan positif pada diri gue. Entah kenapa, A Walk to Remember masih lebih menyentuh daripada film ini.

Aktor dan aktris yang sama-sama memerankan karakter yang kuat dan saling melengkapi, eksploitasi seks dengan kadar moderat dari keduanya, dibungkus dengan cerita yang berlagu lama, film ini tetap layak bagi yang ingin menikmati penampilan dari Gyllenhaal dan Hathaway.

Rating?
7 dari 10

2 kritik:

  1. aduh suka gue sama Anne Hathaway.. ini gk keluar yah di indo. belom terdengar kabarnya.. huhuhuhu

    ReplyDelete
  2. ini udah keluar di indo belum ??

    ReplyDelete

 
Toggle Footer
Top