Berlatar tahun 1930-an, Felix Bush (Robert Duvall) adalah seorang penyendiri, yang hidup di sebuah rumah di tengah hutan. Kemisteriusannya sudah menjadi cerita orang-orang di kota terdekat, dimana tak ada seorang pun yang mau mengenal lebih dekat dengannya. Satu hari setelah seorang teman baiknya meninggal dan ia sadar umurnya sudah tidak lama lagi, ia memutuskan untuk mendengar dan mengklarifikasi cerita-cerita tentangnya yang beredar di masyarakat. Ia pun meminta tolong kepada Frank (Bill Murray), seorang kepala rumah pemakaman setempat, untuk "get low" - menggelar acara pemakaman untuk dirinya, selagi ia masih hidup. Dengan begitu Felix bisa mendengar cerita-cerita orang tentangnya, dan juga bisa menceritakan rahasia tentang masa lalunya.
Menurut gue ini sebuah premis yang menarik; menggelar acara pemakaman selagi "yang mau dimakamkan" masih hidup. Mempelajari karakter seorang Felix Bush, lebih menarik lagi ketika gue menemukan alasan-alasan apa yang membuat ia memutuskan untuk menggelar acara pemakaman selagi ia masih hidup. Dengan kesehatannya yang semakin menurun, ia sadar bahwa umurnya sudah tidak lama lagi. Lalu ia sadar bahwa di masyarakat sudah terlanjur lama beredar cerita-cerita aneh bin negatif tentang dirinya, dimana ia tidak mau cerita-cerita itu yang diingat oleh orang banyak ketika ia sudah berada di dalam liang kubur.
Kemudian cerita pun berjalan menjadi jauh lebih menarik daripada setengah film pertama. Dengan rencana gila Felix, ternyata menarik beberapa karakter ke dalam jalan cerita yang membuat penonton semakin bertanya-tanya ada apa dengan masa lalu Felix yang misterius. Yang tentunya penonton harus sama-sama menunggu dengan tamu-tamu acara pemakaman Felix di akhir film untuk mengetahui rahasia besar Felix yang ditutup dengan rapi sepanjang film.
![]() |
| gambar diambil dari sini |
![]() |
| gambar diambil dari sini |
Rating?
7 dari 10




No comments