27 January 2011
0 kritik

Get Low

5:02 PM
Sobekan tiket bioskop tertanggal ulang tahun gue, 26 Januari 2011 adalah Get Low. Gue yang sebelumnya belum pernah mendengar tentang film ini, tertarik karena melihat posternya yang sederhana dan menarik. Setelah melihat posternya, gue pun mencari tahu lebih lanjut tentang film ini lewat sinopsisnya, yang ternyata juga menjanjikan plot cerita yang berbeda dari yang lain. Belum lagi dengan embel-embel inspired by true events.

Berlatar tahun 1930-an, Felix Bush (Robert Duvall) adalah seorang penyendiri, yang hidup di sebuah rumah di tengah hutan. Kemisteriusannya sudah menjadi cerita orang-orang di kota terdekat, dimana tak ada seorang pun yang mau mengenal lebih dekat dengannya. Satu hari setelah seorang teman baiknya meninggal dan ia sadar umurnya sudah tidak lama lagi, ia memutuskan untuk mendengar dan mengklarifikasi cerita-cerita tentangnya yang beredar di masyarakat. Ia pun meminta tolong kepada Frank (Bill Murray), seorang kepala rumah pemakaman setempat, untuk "get low" - menggelar acara pemakaman untuk dirinya, selagi ia masih hidup. Dengan begitu Felix bisa mendengar cerita-cerita orang tentangnya, dan juga bisa menceritakan rahasia tentang masa lalunya.

Menurut gue ini sebuah premis yang menarik; menggelar acara pemakaman selagi "yang mau dimakamkan" masih hidup. Mempelajari karakter seorang Felix Bush, lebih menarik lagi ketika gue menemukan alasan-alasan apa yang membuat ia memutuskan untuk menggelar acara pemakaman selagi ia masih hidup. Dengan kesehatannya yang semakin menurun, ia sadar bahwa umurnya sudah tidak lama lagi. Lalu ia sadar bahwa di masyarakat sudah terlanjur lama beredar cerita-cerita aneh bin negatif tentang dirinya, dimana ia tidak mau cerita-cerita itu yang diingat oleh orang banyak ketika ia sudah berada di dalam liang kubur.

Kemudian cerita pun berjalan menjadi jauh lebih menarik daripada setengah film pertama. Dengan rencana gila Felix, ternyata menarik beberapa karakter ke dalam jalan cerita yang membuat penonton semakin bertanya-tanya ada apa dengan masa lalu Felix yang misterius. Yang tentunya penonton harus sama-sama menunggu dengan tamu-tamu acara pemakaman Felix di akhir film untuk mengetahui rahasia besar Felix yang ditutup dengan rapi sepanjang film.
gambar diambil dari sini
Gue suka bagaimana film ini membuka jalan ceritanya lewat seperempat awal film. Lewat adegan-adegan yang menggambarkan kesendirian Felix Bush dan kegiatan sehari-hari dia, penonton diajak untuk mengenal seorang penyendiri ini tidak dengan cerita naratif. Dibawakan dengan brilian oleh aktor legenda, Robert Duvall, yang seakan menghidupkan karakter Felix Bush yang misterius dan menyimpan segudang rahasia di dalam dirinya. Kematangan akting Robert Duvall bisa mencampuradukan perasaan penonton, dari bagaimana penonton mengernyitkan dahi pada perkenalan pertama sampai bagaimana penonton mengelus dada di penghujung film. Mungkin seperti ini juga perasaan orang-orang yang mendengar cerita Felix Bush dalam film ini.
gambar diambil dari sini
Film yang bercerita tentang kesendirian, rasa bersalah, maaf, cinta, dan kematian ini dibungkus dengan apik dan indah, serta sedikit bumbu-bumbu humor untuk mewarnai filmnya.

Rating?
7 dari 10

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top