The Professor and the Madman - Review


Pernah dengar tentang profesi lexicografer? Lewat film The Professor and the Madman ini kamu bisa lihat bagaimana lexicografer bekerja untuk mengkompilasi kamus dan mencari asal muasal kata dalam sebuah bahasa. Apalagi film ini diangkat dari kisah nyata Professor James Murray sebagai perintis dan editor pertama kamus terkenal Oxford English Dictionary.

Tahun 1872 di Oxford, James Murray (Mel Gibson) terpilih menjadi editor untuk membuat kamus bahasa Inggris yang memuat etimologi atau asal muasal sebuah kata berikut dengan artinya. Posisinya cukup ditentang oleh beberapa anggota komite Oxford University Press karena meragukan kemampuan James Murray di mana pekerjaan mengumpulkan seluruh kata serta asal muasal kata itu berasal adalah hal yang sangat sulit.

Namun ternyata James Murray memiliki rencana lain, yang bisa dibilang sebagai perintis dari gerakan urun tangan yang melibatkan partisipasi publik. Dia membuat pengumuman ke seantero negeri untuk mengundang sukarelawan agar membantu memberikan satu kata beserta arti dan etimologinya dimulai dari abjad A, dengan cara kirim surat ke Oxford yang ditujukan ke James Murrah. Ternyata tingkat partisipasi publik sangat tinggi dengan banyaknya input yang masuk, hingga terkadang timnya James Murray cukup kewalahan untuk menyortir dan memverifikasi setiap masukan.


Pengumuman untuk berpartisipasi dalam penyusunan kamus besar Oxford bahasa Inggris tersebut sampai ke telinga William Minor (Sean Penn), pensiunan ahli bedah militer AS yang kini ditahan di rumah sakit jiwa. William Minor didiagnosa paranoid dan tidak sengaja membunuh seseorang setelah menyangka orang tersebut mengikuti dia. Di pengadilan, dia divonis tidak bersalah karena gangguan jiwa dan harus dirawat di rumah sakit jiwa. Dalam rehabilitasi, William Minor menyibukkan diri dengan membantu mengirimkan arti dan etimologi kata-kata yang dibutuhkan oleh James Murray.

Film ini disutradarai oleh Farhad Safinia yang menggunakan nama samaran P.B. Shemran, yang sebelumnya menulis naskah Apocalypto (2006) dan sama-sama pernah bekerja dengan Mel Gibson. Membuat film biografi tentang penyusunan kamus besar pertama yang kini banyak digunakan banyak orang di seluruh dunia memang terlihat membosankan. Tapi ternyata menonton The Professor and the Madman jauh dari bosan karena ternyata cukup seru mengikuti perkembangan proses pembuatan kamus ini. Berbagai masalah datang silih berganti, apalagi ketika proses melacak asal sejarah kata “Art” tidak terlacak di abad ke-16 dan ke-17 sehingga belum bisa dimasukkan ke dalam kamus. Sampai ketika bantuan dari William Minor datang dan mencerahkan sejarah yang hilang tersebut.

Bisa dikatakan, sumbangsih William Minor sangat signifikan dalam pembuatan kamus tersebut. James Murray mengatakan bahwa kontribusinya sendiri dapat mencerahkan asal kata sejauh 4 abad sebelumnya secara mudah. Yang menarik adalah ketika publik dan juga komite yang kemudian mengetahui latar belakang William Minor sebagai seorang kriminal dan juga penderita gangguan jiwa. Kredibilitas Oxford English Dictionary yang sudah terlanjur terbit pun menjadi pertanyaan. Di titik ini pun, latar belakang karakter dan perbuatan jahat yang pernah dilakukan pun jadi dilema moral tersendiri ketika ternyata dirinya bisa berkontribusi sangat besar bagi dunia.


Entah bagaimana dengan kejadian nyatanya, tetapi dalam film ini dilema moral itu dieksplorasi dengan kisah sampingan romansa antara William Minor dengan janda dari orang yang dia bunuh. Awalnya William Minor secara sukarela membiayai janda Eliza Merrett (Natalie Dormer) beserta anak-anaknya. Awalnya Eliza juga tidak sanggup memaafkan William karena telah membunuh mendiang suaminya, tetapi lama kelamaan dirinya pun luluh. Bahkan sampai akhirnya Eliza menumbuhkan perasaannya terhadap William. Namun kondisi kesehatan mental William semakin memburuk karena dirinya tidak merasa layak untuk dimaafkan karena telah mengambil nyawa orang lain dengan tidak sadar.

Untuk menonton The Professor and the Madman secara legal, kamu dapat menikmatinya secara eksklusif di Mola TV. Cara mendaftarnya pun terbilang cukup mudah dan user friendly.  Biaya berlangganannya sangat murah, hanya Rp 12.500 per bulan untuk paket langganan film yang basic. Selain itu, sekarang di Mola TV sudah bisa langganan paket HBO GO hanya seharga Rp 65.0000 per bulan. Ini adalah pilihan paket yang cukup murah bagi kalian yang hanya langganan internet saja tanpa langganan tv kabel bulanan. 







----------------------------------------------------------
review film the professor and the madman
review the professor and the madman
the professor and the madman movie review
the professor and the madman film review
resensi film the professor and the madman
resensi the professor and the madman
ulasan the professor and the madman
ulasan film the professor and the madman
sinopsis film the professor and the madman
sinopsis the professor and the madman
cerita the professor and the madman
jalan cerita the professor and the madman

Komentar