09 May 2013
0 kritik

Sister

"Drama keluarga tentang kakak-beradik yang harus bertahan hidup dengan mencuri peralatan ski ini menjadi sebuah pengalaman menonton yang menarik tentang bagaimana cara pandang dapat berubah seketika dengan mengetahui latar belakang seseorang"

Simon yang berumur 12 tahun, hidup serba berkekurangan bersama "kakaknya", Louise, di sebuah apartemen di dekat resor ski di kaki pegunungan Swiss. Setiap musim liburan di resor ski, Simon "bekerja" dengan mencuri berbagai peralatan ski yang mahal dari turis-turis kaya yang berkunjung ke resor ski. Simon pun menjual peralatan tersebut kepada warga lokal di kaki gunung demi menghidupi dirinya dan kakaknya. Sementara Louise tampak tidak berminat mempertahankan pekerjaan dan memilih menghabiskan waktu (dan uang) dengan berkencan bersama laki-laki, yang selalu berbeda setiap saatnya. Film L'enfant d'en Haut ini menjadi sebuah gambaran jujur mengenai sebuah keluarga disfungsional dimana sang adik harus bekerja mencari uang dan sang kakak yang tampak tidak berguna bagi keberlangsungan rumah tangga mereka.

Film ini pun menambah daftar referensi gue mengenai kisah anak yang harus menjalani kehidupan yang jauh berbeda dari anak-anak lain dimana ia tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang cukup dari keluarganya. Menariknya lagi, tampaknya ini menjadi hal yang cukup sering ditemui di negara-negara Eropa, mengingat ada saja film dengan kisah yang sama dari negara yang berbeda. Yang membuat film ini menarik adalah bagaimana penduduk dunia tahu bahwa Swiss adalah salah satu negara termakmur, dengan bagaimana sebagian besar penduduknya hidup sejahtera. Namun dalam film ini kita dapat melihat bahwa bukanlah material lagi yang membuat sebagian kecil orang harus hidup di bawah garis kemiskinan, melainkan niat dan usaha untuk hidup sejahtera.

Foto: RottenTomatoes
Film ini begitu kuat pada penggambaran karakter yang ada. Karakter Simon sebagai karakter utama kita, tampak begitu terampil dan profesional ketika ia beraksi untuk mencuri berbagai peralatan ski. Tidak hanya ketrampilan mencuri, tetapi juga bagaimana usaha dan kreatifitasnya untuk menjual berbagai barang yang ia curi. Begitu baiknya pendalaman karakter ini sampai membuat para penonton merasa sedikit cemas ketika Simon hampir ketahuan dalam modusnya, atau sedikit memekik gembira ketika Simon berhasil lolos dari orang-orang yang mengejarnya.

Sementara karakter Louise yang tampak sebagai karakter utama kedua, juga sanggup membuat sebagian kelompok karakter menjadi tidak simpatik padanya. Tampak tidak peduli pada apartemen, apalagi terhadap Simon, dengan bagaimana ia selalu pergi dengan berbagai laki-laki hingga berhari-hari. Atau pada bagaimana Louise yang seakan menjadi benalu rumah tangga dengan selalu meminta uang pada Simon, sedangkan ia sendiri tidak berminat untuk bertahan pada pekerjaannya. Hal ini pun memuncak di seperempat terakhir film dengan berbagai pernyataan negatif yang keluar dari mulutnya terhadap Simon.

Foto: RottenTomatoes
Film ini secara cerdas memberikan suatu pandangan baru bagi penonton. Di pertengahan film, sisi lain dari hubungan antara Simon dan Louise pun diungkap, yang jauh berbeda dari apa yang dikatakan oleh Simon kepada orang lain yang bertanya tentang orang tuanya. Apa yang kita (dan orang lain dalam film ini) diarahkan untuk percaya selama ini adalah sebuah penjelasan termudah dan paling sederhana yang dapat diterima oleh semua orang. Penjelasan yang tidak akan membuat orang lain memberikan pertanyaan lebih lanjut dan lebih detil. Perilaku dan interaksi mereka berdua pun tidak berubah ketika sisi lain tersebut terungkap. Namun yang jelas terjadi adalah, bagaimana pandangan kita (dan orang lain) akan berubah secara drastis terhadap Simon dan Louise.

Menonton film ini seakan menjadi subjek eksperimen dengan bagaimana cara pandang kita dapat seketika berubah drastis ketika mengetahui latar belakang seseorang. Lebih detilnya, cara pandang kita terhadap seseorang (atau sesuatu) dapat begitu mudah dibangun dan dimanipulasi dengan berbagai trik yang mudah dan sederhana. Namun ketika satu kalimat saja yang membuka sisi lain dari latar belakang tersebut, cara pandang yang tadinya telah tersusun rapi tersebut pun dapat dengan mudah runtuh dan berganti dengan cara pandang yang lain.



The official submission of Switzerland to the Best Foreign Language Film of the 85th Academy Awards 2013

France / Switzerland | 2012 | Drama / Family | 97 min | Aspect Ratio 1.85 : 1

Rating?
7 dari 10

- sobekan tiket bioskop tertanggal 9 Mei 2013 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top