10 May 2013
0 kritik

Empire Me

"Dokumenter tentang kumpulan-kumpulan orang dengan kesamaan ideologi dan pola pikir untuk membentuk komunitas atau negara mini yang lepas dari keterikatan politik dan ekonomi global"

Empire Me adalah sebuah film dokumenter yang melakukan pencarian terhadap fenomena micronation yang terjadi di beberapa tempat di berbagai belahan dunia. Kelompok-kelompok manusia ini bergabung dan membentuk sebuah "negara do-it-yourself" yang menjaga jarak dari politik dan ekonomi dunia yang mengglobal. Mereka membuat peraturan mereka sendiri, memberi gelar raja bagi pendirinya, bahkan membuat cap visa sendiri. Dokumenter ini merupakan sebuah road movie yang menangkap gambaran generasi-generasi "unplugged" yang mendefinisikan ulang arti kebebasan dan kemerdekaan. Lebih jauh lagi, sutradara Paul Poet berhasil menangkap bagaimana mereka menyadari imajinasi dan fantasi eskapis mereka untuk kemudian menghadapi tekanan kenyataan yang terjadi di sekitar mereka.

Menariknya film dokumenter ini adalah ide yang disajikan, sekaligus berhasil ditangkap secara deskriptif. Dokumenter ini benar-benar memaksimalkan tujuannya untuk memberikan pengetahuan kepada para penontonnya. Melihat gambaran dari fenomena ini jadi menarik jika memahami latar belakang mengapa orang-orang ini memutuskan untuk mendirikan negara, atau bahkan kerajaan sendiri. Dikemas dengan tutur cerita dan gaya editing yang menarik, membuat dokumenter ini enak ditonton dari awal hingga akhir.

Gambar diambil dari Empire-Me.net
Paul Poet mencoba menggambarkan enam kumpulan orang-orang yang memiliki ide dan pola pikir yang sama untuk membentuk komunitas, atau bahkan negara mini sendiri. Dimulai dari Sealand, sebuah micronation pertama di dunia yang didirikan sejak tahun 1967 yang berbentuk bekas benteng Inggris Raya di tengah laut . Berpenduduk 3 orang, negara mini ini memiliki bentuk pemerintahan monarki konstitusional dengan sistem pergantian kekuasan lewat keturunan, yang kini dipimpin oleh Pangeran Michael, putra dari pendiri Sealand Paddy Bates.

Australia, beberapa kilometer dari kota Perth, ada sebuah negara mini yang didirikan sejak tahun 1970 oleh seorang mantan petani gandum. Yang Mulia Leonard mendirikan The Principality of Hutt River karena sengketa hasil gandum dengan pemerintah Australia, yang hingga kini pendirian negara mini tersebut dihiraukan oleh pemerintah - namun menjadi tujuan wisata para turis domestik maupun mancanegara. Ketika tidak memiliki tanah untuk mendirikan sebuah komunitas yang bebas dari keterikatan apapun, batas tersebut pun dapat ditembus. Sekitar 30 seniman asal AS membuat tiga buah rakit besar yang dibuat dari bahan-bahan bekas, kemudian berlayar dari Slovenia menuju Venezia dengan The Swimming Cities of Serenissima.

Gambar diambil dari Empire-Me.net
Sekumpulan orang yang peduli pada ekologi dan spiritualitas, mendirikan The Federation of Damanhur pada tahun 1975 di atas tanah Italia. Sementara sekumpulan orang yang ingin mengeksplorasi cinta dan seksualitas mendirikan ZEGG (Zentrum für Experimentelle Gesellschaftsgestaltung / Center for Experimental Cultural Design) pada tahun 1991 diatas tanah Jerman. Lain lagi dengan Freetown Christiania yang berada di tengah ibukota Denmark, Copenhagen, yang seakan-akan menjadi komunitas orang-orang yang mengadopsi pemikiran individualis dan liberal, dan sekuat tenaga untuk lepas dari segala aturan yang berlaku di luar batas area tersebut.

Paul Poet dalam dokumenternya seakan hendak menyampaikan bahwa adalah mungkin untuk menciptakan suatu kondisi kebebasan tersendiri, lengkap dengan peraturan hingga mata uang sendiri. Untuk lepas dari segala keterikatan politik dan ekonomi, ditambah dengan kesamaan ide dan pola pikir bagi sekumpulan orang.

Gambar diambil dari Empire-Me.net
Tapi secara subtle, dokumenter ini juga membuat penontonnya untuk merenung apakah kebebasan absolut itu ada atau hanya ilusi semata. Kumpulan orang-orang dalam dokumenter ini dengan jelas mengatakan satu alasan untuk mendirikan negara mini atau komunitas tersebut; kebebasan. Namun kebebasan yang mereka perjuangkan selalu terbentur dengan batasan-batasan yang ada. Sebut saja batasan kondisi geografis dan cuara buruk yang ada pada Sealand dan Serenissima. Atau bagaimana sebebas-bebasnya Christiania dalam kehidupan sehari-hari, masih harus berurusan dengan aparat kepolisian Denmark untuk menertibkan area tersebut.


2011 | Austrian / Luxembourg / Germany | Documentary | 100 min | Aspect Ratio 1.85 : 1

Rating?
8 dari 10

sobekan tiket bioskop tertanggal 10 Mei 2013 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top