10 May 2013
0 kritik

Route Irish

"Film drama-thriller yang membuka pandangan tentang efek pasca-perang tentang seseorang yang berusaha mengungkap konspirasi dibalik sebuah insiden bersenjata yang terjadi di Irak"

Frankie dan Fergus adalah sahabat karib sejak kecil. Mereka melakukan berbagai hal bersama-sama, termasuk menjadi tentara. Setelah masa dinas selesai, Frankie bekerja di sebuah kontraktor keamanan swasta di Irak. Dalam tugasnya melewati "Route Irish", salah rute jalan yang paling berbahaya di antara bandara Baghdad dan Green Zone, Frankie tewas dalam sebuah insiden bersenjata. Di Inggris, ketika keluarga dan istri dari Frankie menerima dengan pahit kabar buruk tersebut, Fergus meragukan kejanggalan dalam laporan resmi yang ada. Fergus yakin ada sebuah konspirasi yang disembunyikan dibalik insiden tersebut, dan dia pun mencari kebenaran yang sesungguhnya dengan cara apapun.

Film ini adalah kolaborasi kesekian kalinya antara sutradara Ken Loach dengan penulis naskah Paul Laverty,  setelah The Wind That Shakes the Barley (2006), Looking for Eric (2009), dan Even the Rain (2010). Paul Laverty memang selalu mengangkat isu-isu sosial dalam setiap naskah film yang ditulisnya. Kali ini, Paul mengangkat isu bagaimana peperangan dan konflik bersenjata begitu berpengaruhnya terhadap kehidupan orang-orang di sekitar para korban. Lebih jauh lagi, Paul juga mengangkat bahwa betapa mungkinnya sebuah konflik bersenjata ditunggangi oleh kepentingan politis maupun kapitalisme.



Route Irish mungkin adalah salah satu dari deretan film lainnya yang mengangkat isu betapa buruknya pengaruh perang dan konflik bersenjata, khususnya bagi para significant others dari para korban perang. Namun film ini secara sederhana hanya fokus pada lingkup kecil dari sebuah konflik bersenjata. Konflik yang ditampilkan bukanlah sebuah negara, namun sebuah perusahaan kontraktor keamanan swasta, yang tentunya lebih memilih mempertahankan keberlangsungan perusahaan dan profitnya. Kemudian, significant others yang ditampilkan adalah sahabat baik dari si korban, ditambah dengan sang istri sebagai side character.

Film ini lebih menonjolkan sisi drama ketimbang sisi perangnya, yang membuat film ini menjadi cukup serius dalam mengeksplorasi tema efek pasca-perang yang ada. Dengan jalan cerita yang terus menerus membuat penonton merasa penasaran tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Frankie, ditambah dengan bagaimana karakter emosional Fergus yang kurang membantu dalam penyelidikannya, membuat film ini menjadi cukup menarik untuk ditonton.




Nominee - Palme d'Or - Cannes Film Festival 2010

UK / France / Italy / Belgium / Spain | 2010 | Drama / War | 109 min | Aspect Ratio 1.85 : 1

Rating?
7 dari 10

- sobekan tiket bioskop tertanggal 10 Mei 2013 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top