04 May 2013
0 kritik

Jane's Journey

"If we are the most intellectual creature that has ever walked on the planet, how come we are destroying that planet? How come we are destroying our own home?"

Dr. Jane Goodall adalah seorang ahli primata yang mendevosikan dirinya untuk menyelamatkan planet bumi. Jane dikenal dunia sebagai ahli simpanse, dengan 45 tahun penelitiannya pada interaksi keluarga dan sosial pada simpanse liar di Taman Nasional Gombe, Tanzania. Kini di usia 79 tahun, Jane menghabiskan 300 hari setahun untuk berkeliling dunia dalam misinya menyebarkan harapan kepada generasi muda, lewat buku-buku dan seminar-seminarnya. Sebagai duta UN Messenger of Peace, film dokumenter ini menemani Jane berkeliling dari satu negara ke negara lain sembari mengenal kehidupan pribadi Jane lebih dalam Dimulai dari rumah masa kecilnya di Bournemouth, Inggris hingga ke Taman Nasional Gombe di Tanzania.

Salah satu program untuk anak-anak, Roots & Shoots didirikannya di Dar Es Salaam, Tanzania tahun 1991 ketika belasan remaja lokal menghampirinya untuk berdiskusi tentang berbagai masalah yang ada di kampung halaman mereka. Fokus pada anak-anak, program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang sosial dan lingkungan sedini mungkin. Berbasis komunitas, kini Roots & Shoots telah memiliki lebih dari 10 ribu komunitas di sekitar 120 negara di seluruh dunia. Dokumenter ini juga menemani Jane yang mengunjungi beberapa komunitas Roots & Shoots di berbagai negara. Yang cukup mengejutkan adalah bagaimana komunitas Roots & Shoots di sebuah negara bagian di AS yang kondisinya lebih memprihatinkan daripada komunitas-komunitas lainnya di negara-negara berkembang.




Dokumenter ini mungkin menjadi pelengkap yang baik disamping An Inconvenient Truth (2006) dan The 11th Hour (2007) mengenai misi untuk menyelamatkan bumi, baik secara sosial maupun internasional. Dengan penempatan kamera dan tutur cerita yang santai, film ini memberikan gambaran yang nyata dan dekat bahwa masih ada orang yang berjuang menyebarkan semangat untuk menyelamatkan bumi. Jane tidak hanya membagikan pengalaman dan semangatnya lewat buku-buku dan ceramah di setiap seminar, tapi juga rutin ke hutan atau ke desa-desa terpencil untuk melakukan sesuatu yang meningkatkan kesejahteraan masyarakan dan juga keberlangsungan lingkungan hidup. Mulai dari terlibat langsung dalam program reboisasi di Tanzania hingga membantu menghilangkan kebiasaan pengungsi Kongo yang hobi makan daging primata dengan menggantikan kebiasaan itu lewat "Chicken Program"-nya, yang mengajarkan para pengungsi untuk beternak ayam.

Cara bertutur cerita dalam film ini digerakkan oleh testimonial dan pendapat orang-orang yang mengenal pribadi Jane. Bergantian, mereka bercerita mulai dari bagaimana pertemuan pertama mereka dengan Jane, hingga pengalaman berkesan yang pernah mereka alami bersama. Aktor dan aktris Pierce Brosnan dan Angelina Jolie pun turut memberikan kesan pesannya terhadap sosok Jane Goodall. Salah satu hal yang cukup menarik dan kelewat sederhana adalah bagaimana Jane selalu membawa boneka simpanse yang sedang makan pisang kemana pun ia pergi, yang merupakan pemberian seorang teman baik yang kehilangan pandangannya seusai perang. Boneka simpanse ini, meski memiliki ekor, dianggap Jane sebagai sebuah simbol pengharapan akan bumi yang lebih baik jika para penghuninya saling peduli, baik terhadap sesama maupun terhadap tempat tinggal mereka.

"Why we have to do it? If we did something good for others, it simply make us feels good"



Nominee - Best Film Score - German Film Critics Association Awards 2011 
2nd place - Audience Award for Best Documentary Feature - Palm Springs International Film Festival 2011

Germany / Tanzania | 2010 | Documentary | 107 min | Aspect Ratio 1.85 : 1

Rating?
7 dari 10

- sobekan tiket bioskop tertanggal 4 Mei 2013 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top