12 May 2017
0 kritik

A Man Called Ove

"Komedi kocak tentang pensiunan yang menjalani masa tuanya, namun tidak ada kata terlambat untuk menemukan ulang diri sendiri"

Ove adalah kakek pensiunan berumur 59 tahun yang emosian dan sangat tidak ramah terhadap semua orang. Ove menghabiskan harinya dengan memastikan peraturan dipatuhi dalam komplek perumahannya dan mengunjungi makam istrinya yang baru meninggal enam bulan yang lalu. Suatu ketika Ove menyerah pada hidupnya, namun harus mendefinisikan ulang hidupnya ketika tetangga baru asal Persia hadir di seberang rumahnya.

A Man Called Ove adalah tipikal film komedi yang menghangatkan hati. Temanya sangat sederhana dan membumi, namun dibawakan dengan suasana kocak dan menggelikan. Setiap leluconnya sangat efektif untuk mengocok perut, meski lelucon ini dibuat untuk menutupi jalan ceritanya yang terbilang cukup kelam. Bagaimana tidak kelam, karakter utama kita berkali-kali mencoba untuk mengakhiri hidupnya.


Film ini memang hanya tentang Ove seorang, bagaimana dia menjalani masa tuanya sekaligus beberapa kali flashback tentang masa mudanya hingga dia menjadi dirinya seperti sekarang ini. Kisah yang sangat sederhana ini juga menggambarkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk mengubah suatu hal buruk yang ada dalam diri. Dibungkus dengan sangat ringan dan kocak, film ini tidak hanya menghibur tetapi juga menghangatkan hati.



Sweden | 2016 | Comedy | 116 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Nominee for Best Foreign Film, Best Make Up, Academy Awards, 2017.

Rating?
8 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 12 Mei 2017 -

----------------------------------------------------------
  • review film man called ove
  • review man called ove
  • man called ove movie review
  • resensi film man called ove
  • resensi man called ove
  • ulasan man called ove
  • ulasan film man called ove
  • sinopsis film man called ove
  • sinopsis man called ove
  • cerita man called ove
  • jalan cerita man called ove

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top