18 January 2017
2 kritik

xXx: Return of Xander Cage

"Tipikal film aksi yang tancap gas, tanpa memerdulikan logika dan cerita"

Atlet olahraga ekstrim yang menjadi agen rahasia pemerintah, Xander Cage, terpaksa keluar dari persembunyiannya ketika ancaman baru muncul terhadap stabilitas dunia. Kali ini lawannya adalah Xiang dan timnya yang ingin mendapatkan senjata mematikan bernama Pandora's Box. Merekrut orang-orang baru, Xander tidak hanya harus menghentikan Xiang tetapi juga menghadapi konspirasi yang mematikan.

Gue kira, franchise ini sudah lama mati sejak Ice Cube menjadi tokoh utama dua belas tahun yang lalu setelah xXx: The Next Level (2005). Tetapi ternyata tidak ketika Vin Diesel menyatakan bersedia kembali dalam franchise ini, yang bisa saja dipersiapkan sebagai kendaraan komersialisme baru diluar Fast & Furious. Perlu diingat bahwa memang franchise xXx hanya mengutamakan adegan aksi saja tanpa mementingkan cerita, sebuah ciri khas yang tampaknya dipertahankan dengan baik di film ketiganya ini. Hasilnya adalah sebuah film aksi yang sangat absurd dalam segi logis, meski menyajikan sederet action yang menghibur.

Sayangnya, gue lupa menitipkan otak dan akal sehat gue di tempat penitipan barang sebelum masuk ke bioskop. Kemudian gue harus berpikir keras bagaimana caranya para karakter berani mati ini melakukan semua adegan stunt itu, mulai dari terjun dari ketinggian puluhan meter tanpa terluka hingga berselancar dalam gumpalan ombak besar dengan sepeda motor. Apa yang sedang terjadi? Oh, ternyata itu hanya para agen rahasia ini sedang menyelamatkan dunia sambil terlihat keren saja. Ya memang keren sih, meski tidak masuk di akal.


Ketika adegan tembak-tembakan itu sangat terlihat terlalu dipanjang-panjangkan dan tidak ada habis-habisnya, gue sadar akan satu hal. Return of Xander Cage ini ternyata mengubah formula one-man-show dalam dua prekuel sebelumnya dengan formula "expendables" yang memasukkan sebanyak mungkin aktor-aktris kece yang macho. Harusnya gue sadar terlebih dahulu dengan hadirnya Donnie Yen dan Tony Jaa - yang pastinya untuk memikat penonton Asia - tetapi semuanya menjadi jelas ketika cameo itu muncul di akhir film.

Pada akhirnya Return of Xander Cage memang berhasil membawa kembali Vin Diesel pada film penuh aksi ini. Tetapi rasanya para pembuat film memang menginginkan film aksi yang ringan dan menghibur. Tanpa jalan cerita yang berbelit-belit, yang penting hanya para karakter melakukan aksi keren dan tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Penuh dengan dialog-dialog klise dan absurd, sementara itu desing peluru dan ledakan yang menjadi fokus utama.

USA | 2016 | Action | 107 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
6 dari 10



- sobekan tiket bioskop tanggal 18 Januari 2017 -


----------------------------------------------------------
  • review film xxx return of xander cage vin diesel
  • review xxx return of xander cage vin diesel
  • xxx return of xander cage vin diesel review
  • resensi film xxx return of xander cage vin diesel
  • resensi xxx return of xander cage vin diesel
  • ulasan xxx return of xander cage vin diesel
  • ulasan film xxx return of xander cage vin diesel
  • sinopsis film xxx return of xander cage vin diesel
  • sinopsis xxx return of xander cage vin diesel
  • cerita xxx return of xander cage vin diesel
  • jalan cerita xxx return of xander cage vin diesel

2 kritik:

  1. waduh... kayaknya kualitas film ini senasib dengan film G.I. Joe...
    udah punya gambaran ke belakangnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. dan kayaknya dipersiapkan untuk jadi franchise selanjutnya hahaha

      Delete

 
Toggle Footer
Top