10 January 2017
2 kritik

Arrival

"Drama fiksi ilmiah jenius yang ternyata berbicara banyak tentang filosofi yang inspiratif"

Ketika pesawat alien misterius mendarat di bumi, seorang doktor linguistik dipanggil untuk membantu berkomunikasi dengan para alien. Louise Banks harus berpacu dengan waktu, ketika 11 pesawat lainnya di 11 lokasi di seluruh dunia juga sedang dipecahkan misterinya oleh masing-masing negara. Ketika kelanjutan spesies manusia berada di ujung tanduk, Louise Banks harus melakukan hal di luar batas yang belum pernah dilakukannya.

Rasanya gue cukup overwhelmed setelah lampu bioskop dinyalakan. Ternyata Arrival jauh lebih besar dan dalam ketimbang film fiksi belaka. Gue malah kaya baru selesai nonton The Tree of Life (2011) ketemu Interstellar (2014). Sebuah film fiksi ilmiah, tetapi sarat dengan hal filosofis. Sebuah film fiksi ilmiah, tetapi penuh dengan inspirasi tentang bagaimana menjalani hidup.

Setipe dengan karya-karya Denis Villeneuve yang lain, Arrival memiliki atmosfer yang cenderung kelam dan memiliki pace yang lamban. Ya kesan misteriusnya memang sangat kuat mengingat penonton dibiarkan tidak tahu apa maksud kehadiran pesawat asing itu di bumi hingga menit-menit terakhir film. Tetapi yang membuat gue memberi nilai lebih pada Arrival adalah paduan pace lamban dan tabir misteri yang dibuka perlahan-lahan, ternyata sangat ampuh untuk membuat gue masih saja penasaran sampai mengernyitkan dahi. Apalagi dalam ranah fiksi ilmiah yang biasanya bertempo cepat dan tidak ingin kehilangan momentum. Dalam Arrival, Denis Villeneuve benar-benar bersabar dalam bertutur cerita, dan memberikan banyak ruang dan waktu bagi penonton untuk masuk ke dalam karakter utamanya.


Nah ternyata, fokus utama film ini ada pada karakter manusianya - bukan pada alien yang sedang berkunjung ke bumi entah apa tujuannya. Sepanjang film, kita menyaksikan perkembangan karakter Louise Banks yang kehidupannya menjadi berubah ketika alien-alien itu datang. Perkembangan karakter yang sangat mendalam, sekaligus dengan twist di akhir film yang akan membuat kita ingin menonton ulang dari awal. Sempurnanya, karakter Louise Banks dibawakan dengan sempurna oleh Amy Adams - yang mengantarnya pada berbagai penghargaan di kategori akting.

Semua ini tidak lepas dari materi naskah yang jenius. Kisah doktor Louise Banks ini diadaptasi oleh penulis naskah Eric Heisserer dari cerita pendek "Story of Your Life" yang ditulis oleh Ted Chiang. Sebuah adaptasi dari cerita pendek - dengan berbagai alterasi yang dibutuhkan untuk media audio visual - yang terbilang nyaris sempurna dan rapi di berbagai sisi. Deretan dialog yang memiliki makna signifikan dan berpengaruh banyak pada setiap adegan, hingga rentetan adegan flashback non-linear yang ternyata berperan jauh lebih besar ketimbang pengingat masa lalu. Semua itu dibungkus dengan scoring out of this world ala Islandia oleh Johan Johansson, siapa sih yang tidak lupa scoring model gesekan biola panjang di Sicario yang fenomenal itu?



USA | 2016 | Drama / Sci-fi | 116 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
9 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 10 Januari 2017 -


----------------------------------------------------------
  • review film arrival amy adams jeremy renner
  • review arrival amy adams jeremy renner
  • arrival amy adams jeremy renner review
  • resensi film arrival amy adams jeremy renner
  • resensi arrival amy adams jeremy renner
  • ulasan arrival amy adams jeremy renner
  • ulasan film arrival amy adams jeremy renner
  • sinopsis film arrival amy adams jeremy renner
  • sinopsis arrival amy adams jeremy renner
  • cerita arrival amy adams jeremy renner
  • jalan cerita arrival amy adams jeremy renner

2 kritik:

  1. Yups,, saya setuju banget.. Villeneuve mentransisikan cerita ini begitu berbeda dan tentu saja sangat cerdas...
    Bagaimana cerita film ini mendekatkan teori bahasa dengan sains...
    Amazing!

    ReplyDelete
    Replies
    1. ditambah lagi filosofi bagaimana menjalani hidup! luar biasa!

      Delete

 
Toggle Footer
Top