16 January 2017
0 kritik

Cek Toko Sebelah

"Komedi keluarga yang sangat jujur dan dari hati, dengan kisah sederhana yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari"

Erwin yang sedang membangun karir yang gemilang berada dalam dilema besar ketika Koh Afuk ayahnya ingin mewariskan toko padanya. Sementara Yohan sang kakak jadi merasa tidak dihargai, apalagi di tengah-tengah sulitnya menjalani kepastian pemasukan dalam pekerjaan tidak tetapnya. Permasalahan pun tambah pelik ketika kesehatan Koh Afuk mulai memburuk, serta mempengaruhi hubungan antara Erwin dengan pacarnya dan Yohan dengan istrinya.

Setelah debut sutradara dan penulis naskah dalam Ngenest (2015), gue sangat percaya bahwa memang Ernest Prakasa memiliki bakat dalam bercerita hal-hal bertema sosial namun dikemas secara komedi. Dalam film keduanya kali ini yang masih multi-peran sebagai aktor, sutradara, dan penulis naskah, lagi-lagi Ernest berbicara dari pengalaman yang sangat dekat bagi mereka komunitas Indonesia-Tionghoa yang memiliki orang tua pengusaha. Hasilnya adalah sebuah film yang sangat hangat sekaligus dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Layaknya tipikal film milik stand up comedian, tentunya tidak lengkap kalau tidak ada deretan cameo dari komika atau Youtuber. Biasanya sih deretan cameo ini kalau muncul, terkesan terlalu penuh dengan one-liner yang dipaksakan lucu. Beruntungnya, kemunculan mereka kebanyakan lucu meski beberapa memang cukup off. Yang juara buat gue sih jelas cameo "anaknya yang punya negara" yang harus banget nongol di awal film. Banyak one-liner yang dibawakan juga sanggup bikin beberapa penonton ngakak di bioskop, mengingat beberapa di antaranya adalah komedi cerdas ala Ernest.


Sayangnya unsur komedi yang memang kocak tidak mampu menutupi kelemahan di bagian akting. Dion Wiyoko beberapa kali tampil cukup berlebihan di range emosi yang ekstrim, dan sayangnya ada di adegan vital sehingga cukup mengganggu. Beruntung ada Adinia Wirasti yang sangat signifikan mengimbangi dengan ketenangan dan kecantikannya, duh! Gisella Anastasia juga beberapa kali tampil tidak meyakinkan, untuk ada Ernest yang masih saja tampil luwes dan seakan menjadi dirinya sendiri. Yang juara jelas aktor Malaysia Chew Kin Wah yang bisa mengucapkan kalimat bahasa Indonesia dengan sangat lancar! Apalagi kali ini dia diberikan porsi yang jauh lebih besar ketimbang dalam My Stupid Boss (2016) yang hanya menuntut ekspresi minim dialog saja.

Secara keseluruhan, Cek Toko Sebelah jelas menjadi sebuah film drama komedi keluarga yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Gue bisa membayangkan teman-teman gue keturunan Tionghoa yang memiliki hubungan yang kompleks dengan keinginan orang tuanya untuk mewarisi bisnis keluarga mereka. Tetapi di luar kelompok ini, gue yakin film ini jelas masih dapat menghibur dan serta-merta menambah pengetahuan kita terhadap sesama anak bangsa. Apalagi isu pekerjaan vs keluarga juga sangat relatable dengan kita semua, terlepas apapun warna kulit dan bentuk mata kita.


Indonesia | 2016 | Comedy / Family | 104 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
8 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 16 Januari 2017 -


----------------------------------------------------------
  • review film cek toko sebelah ernest prakasa
  • review cek toko sebelah ernest prakasa
  • cek toko sebelah ernest prakasa review
  • resensi film cek toko sebelah ernest prakasa
  • resensi cek toko sebelah ernest prakasa
  • ulasan cek toko sebelah ernest prakasa
  • ulasan film cek toko sebelah ernest prakasa
  • sinopsis film cek toko sebelah ernest prakasa
  • sinopsis cek toko sebelah ernest prakasa
  • cerita cek toko sebelah ernest prakasa
  • jalan cerita cek toko sebelah ernest prakasa

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top