10 November 2016
0 kritik

Shy Shy Cat

"Komedi romansa yang gila kocaknya, dengan pesan penting bagi orang-orang desa yang merantau ke kota"

Mira (Nirina Zubir) sudah sukses membangun karirnya di Jakarta. Di ulang tahunnya ke 30, Abah (Budi Dalton), jawara kampung pemilik padepokan silat, menagih janji agar Mira pulang ke desa Sindang Barang untuk dijodohkan dengan Otoy (Fedi Nuril), teman masa kecilnya. Mira tidak mau pulang kampung karena merasa desanya tidak maju-maju. Apalagi dijodohkan dengan Otoy, anak yang seingatnya menyebalkan. Mira dibantu dua sahabatnya, Jessy (Acha Septriasa) dan Umi (Tika Bravani), berniat menggagalkan perjodohan itu.Namun saat kembali ke desa Sindang Barang, Mira, Jessy dan Umi mendapati semua kondisi sudah berubah. Mereka dihadapkan dengan pilihan sulit yang menguji persahabatan mereka setelah melihat Otoy sekarang.

Secara mengejutkan, ternyata Shy Shy Cat adalah film komedi yang gila dan kocak. Kocaknya senorak judulnya, dengan artian yang positif. Sangat menyenangkan, dan seolah-olah film ini menjadi dirinya sendiri dan tampil apa adanya. Jalan ceritanya memang cenderung biasa dan bukan sesuatu yang baru, tetapi jelas film ini kuat dengan setiap karakternya. Seakan-akan setiap aktor dan aktrisnya sangat bersenang-senang dan tampil apa adanya. Kekocakan itu pun menular dengan mudah ke penontonnya.


Menurut gue, bintang di Shy Shy Cat jelas pada Acha Septriasa yang benar-benar tampil gila dan kocak banget. Dengan dialog kocak khas Adhitya Mulya, Acha bisa membawakan dialog itu dengan sangat luwes dan tampak effortless. Apalagi dengan berbagai ekspresi dan bahasa tubuh bak cacing kepanasan itu. Fix gue mau nonton Acha lagi di film-film komedi! Nirina Zubir tampil seperti, Nirina Zubir pada umumnya. Tika Bravani yang bersinar di Cado-cado, di sini juga nggak kalah terangnya membawakan karakter depresif tapi mampu dibuat kocak.


Aktornya juga ga kalah kocak. Muka datar komika Soleh Solihun disandingkan dengan bahasa Sundanya saja sudah kocak, ditambah lagi dialog-dialognya yang sukses mengocok perut. Budi Dalton juga tidak serta merta tenggelam dari aktor-aktor muda macam Fedi Nuril dan Soleh Solihun.

Ceritanya memang terkesan terlalu banyak yang ingin diceritakan, sehingga tampak kedodoran di tengah film. Adegan-adegan yang silih berganti tanpa tahu juntrungannya kenapa tiba-tiba bisa di situ dan lagi begitu. Tapi yaah setidaknya makna yang ingin dibawakan dapat disampaikan dengan baik. Gue yakin sekali dengan judul senorak ini, film ini menargetkan penonton di daerah rural, dengan pesan penting untuk memajukan desa sendiri ketimbang mencari rejeki di kota. Sebagai yang pernah tinggal di desa tertinggal, gue benar-benar bisa merelasikan diri terhadap warga desa Sindang Barang - yang ternyata desa beneran yang menjelma menjadi desa wisata!


Indonesia | 2016 | Comedy / Romance | 102 menit | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
8 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 10 November 2016 -

----------------------------------------------------------
Search  Keywords:

  • review film shy shy cat
  • review shy shy cat
  • shy shy cat review
  • resensi film shy shy cat
  • resensi shy shy cat
  • ulasan shy shy cat
  • ulasan film shy shy cat
  • sinopsis film shy shy cat
  • sinopsis shy shy cat
  • cerita shy shy cat
  • jalan cerita shy shy cat

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top