05 November 2016
0 kritik

Hacksaw Ridge

"Kisah nyata heroik serdadu Perang Dunia Ke-2 yang menolak membawa senjata, dengan aksi medan perang yang epik"

Desmond Doss adalah seorang jemaat gereja yang sangat taat, yang kemudian bergabung dalam pasukan Angkatan Darat. Maju di garis depan di Jepang, Doss bersikeras tidak ingin menyentuh senjata dan fokus menolong orang dengan menjadi tenaga medis. Meski ditentang oleh teman-teman regu hingga kolonel, Doss tetap maju berperang tanpa senjata di Okinawa dan bertarung di medan Hacksaw Ridge yang sangat sengit.

Jelas sudah, Hacksaw Ridge adalah salah satu film Perang Dunia Ke-2 yang terbaik yang pernah gue tonton. Fokus dan sudut pandangnya jelas, biografi satu prajurit yang bersikeras tidak memegang senjata dan menjadi pahlawan dengan menyelamatkan 75 - 100 orang dalam gempuran AS di tebing Hacksaw Ridge di Okinawa tahun 1945. Bahkan kebanyakan orang Amerika sendiri belum pernah mendengar nama Desmond Doss, dan lewat film ini gelar pahlawan perlu diperluas dengan barisan orang tanpa senjata dan tidak menyerah musuh sama sekali. Apalagi, film ini menandai kembalinya Mel Gibson di kursi sutradara sejak film terakhirnya 10 tahun yang lalu (Apocalypso, 2006).

Berdurasi dua jam sepuluh menit, anda yang menantikan adegan tembak-tembakan dan ledakan harus ekstra sabar menunggu hingga tiga perempat film. Penulis naskah Andrew Knight dan Robert Schenkkan menggunakan waktunya semaksimal mungkin untuk membangun karakter Desmond Doss secara komprehensif. Sedikit dari masa kecilnya hingga bagian besar dari masa remajanya dieksplorasi luar dalam - terutama kisah romansanya dengan seorang perawat cantik. Sebuah pembangunan karakter yang sangat signifikan untuk masuk dalam medan perang yang menegangkan.


Sebagian besar film ini memang fokus pada masa-masa pelatihan Desmond Doss di Angkatan Darat, tipikal dengan film-film perang lainnya. Namun bukan tanpa alasan, memang pada masa-masa inilah konflik utama muncul antara prinsip Doss dengan peraturan militer pada waktu itu yang mengharuskan setiap serdadu membawa senjata. Belum lagi konflik Doss dengan teman-teman dan atasannya, hingga konflik batin yang terjadi ketika halang rintang terlalu tinggi untuk dihadapi.

Ketika penonton - bersama para serdadu AS dari divisi ke-77 - menginjakkan kaki di Okinawa, sebuah tebing tinggi yang dijuluki Hacksaw Ridge pun terbentang. Para serdadu harus memanjat tangga tali, untuk kemudian masuk ke medan perang dimana para tentara Jepang yang siap untuk mati akan menyambut dengan peluru dan artileri. Adegan perang dalam film ini, sedikit banyak mengingatkan gue akan Saving Private Ryan (1998), dengan beberapa adegan one take long shot dan sinematografi kamera dari sudut pandang prajurit. Bersiap-siaplah untuk menahan nafas di tengah-tengah ledakan mortir, dan desingan peluru tajam yang berseliweran, untuk menemani Doss yang mondar-mandir menyelamatkan serdadu yang terluka.


Australia / USA | 2016 | Biography / Drama / War | 131 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
8 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 5 November 2016 -

----------------------------------------------------------
Search  Keywords:

  • review film hacksaw ridge andrew garfield mel gibson
  • review hacksaw ridge andrew garfield mel gibson
  • hacksaw ridge andrew garfield mel gibson review
  • resensi film hacksaw ridge andrew garfield mel gibson
  • resensi hacksaw ridge andrew garfield mel gibson
  • ulasan hacksaw ridge andrew garfield mel gibson
  • ulasan film hacksaw ridge andrew garfield mel gibson
  • sinopsis film hacksaw ridge andrew garfield mel gibson
  • sinopsis hacksaw ridge andrew garfield mel gibson
  • cerita hacksaw ridge andrew garfield mel gibson
  • jalan cerita hacksaw ridge andrew garfield mel gibson

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top