10 April 2013
4 kritik

Stoker

"Film thriller yang indah dan dibungkus dengan kemasan arthouse tentang gadis remaja yang hidupnya berubah semenjak bertemu dengan paman yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya ini akan membuat penonton asyik menyusun puzzle yang diberikan"

My ears hear what others cannot hear; small faraway things people cannot normally see are visible to me. These senses are the fruits of a lifetime of longing, longing to be rescued, to be completed. Just as the skirt needs the wind to billow, I'm not formed by things that are of myself alone. I wear my father's belt tied around my mother's blouse, and shoes which are from my uncle. This is me. Just as a flower does not choose its color, we are not responsible for what we have come to be. Only once you realize this do you become free, and to become adult is to become free.

Itu adalah monolog dari India Stoker yang diucapkan di awal film Stoker, yang tampaknya menjadi kunci utama dari keseluruhan cerita mistery/thriller ini. India Stoker baru saja kehilangan ayahnya yang sangat dicintainya akibat kecelakan mobil yang tragis tepat di hari ulang tahunnya ke-18. Tinggal di sebuah rumah besar yang sunyi dan lepas dari hiruk pikuk kota, dan ketidak-tertarikan dirinya untuk berhubungan sosial, semua ini berubah dengan kedatangan tiba-tiba paman Charlie yang selama ini tidak India ketahui. Ketika kakak kandung dari ayahnya ini memutuskan untuk tinggal bersama dengan India dan ibunya yang masih mengatasi ketidakstabilan emosinya, mereka berpikir bahwa Charlie dapat mengisi kekosongan yang terjadi dalam keluarga mereka. Namun ternyata dengan kehadiran Charlie, berbagai pertanyaan malah semakin banyak seperti apa latar belakang Charlie hingga bagaimana ayah India tewas. Ketika pertanyaan-pertanyaan tersebut terjawab, tinggal satu pertanyaan lagi yang belum terjawab; mengapa?

Walaupun dengan ide awal plot dimana seorang anak harus kehilangan ayahnya dengan tragedi yang menimbulkan pertanyaan dan karakter baru tiba-tiba muncul ini bukan suatu hal yang baru, namun apa yang terjadi setelah itu semua yang menjadikan film ini sangat orisinil. Pujian cerdas harus dilayangkan kepada bintang serial TV Prison Break, Wentworth Miller, sebagai penulis naskah untuk menghadirkan ide cerita film mystery/thriller yang berani keluar dari formula standar yang ada. Pertanyaan-pertanyaan dasar yang biasa keluar di benak penonton ketika melihat suatu kejadian aneh atau pembunuhan sadis seperti "who", "what", dan "how" tanpa ragu dan disengaja dihadirkan di tengah film. Metode storytelling seperti ini yang menyisakan satu lagi pertanyaan; "why" yang gue pun memohon untuk mendapatkan jawabannya di akhir film. Tapi ternyata tidak. Damn!


Cerita film ini harus mengendap dulu beberapa saat setelah gue keluar dari bioskop, mengolah kembali setiap adegan dari akhir kembali ke awal, dan berusaha keras mengingat setiap dialog yang keluar dari setiap karakternya. Ternyata jawaban dari "why" tadi ada di monolog awal India Stoker, yang kemudian menjadi kunci magis yang dapat menjelaskan setiap adegan, sebab-akibat yang terjadi sepanjang film, dan dialog-dialog yang ada. Satu lagi pujian cerdas harus dilayangkan kepada sutradara asal Korea Selatan, Chan-wook Park, yang dapat bercerita dengan sangat brilian lewat bahasa gambar dan untaian dialog di film debut berbahasa Inggris ini. Gaya berceritanya memang terkesan lambat dan penuh dengan shot-shot yang terkesan tidak berarti. Namun ini adalah paduan yang artistik antara genre mystery/thriller yang dikemas dengan gaya arthouse. Sungguh, setiap sinematografi gambarnya sangat indah, penuh makna, dan mematikan. Mematikan dalam arti, siap-siaplah untuk tidak 100% paham atas film ini jika anda meremehkan satu-dua adegan yang tampaknya tidak penting dan signifikan dalam jalan cerita. Yes, setiap frame gambar yang ada, bahkan setiap kata dalam dialog-dialog yang diucapkan oleh para karakternya, sangat signifikan dalam merangkai puzzle untuk jawaban dari pertanyaan "why" tadi.

Sudah bukan jamannya lagi untuk menonton film dengan menebak siapa pelaku pembunuhan ayah dari India, teman baiknya, maupun housekeeper-nya. Atau bagaimana pembunuh ini melakukan pembunuhan-pembunuhan tersebut. Namun mengapa dia melakukan hal tersebut dan apa motivasinya? Cukup tricky karena memang Mr. Park tidak memberikan jawaban tersebut secara jelas pada satu adegan yang biasanya menjadi "revelation scene" dan kebanyakan diletakkan di akhir film. Tidak, tidak. Jawaban tersebut malah disebar ke setiap frame gambar dan dialog yang ada dalam film sepanjang 99 menit ini. Mungkin metode ini dilakukan agar para penonton benar-benar menikmati pengalaman menonton secara holistik; dengan perhatian penuh pada setiap sudut gambar dan dialog-dialog yang diucapkan.


India memang seorang gadis remaja yang berbeda dari kebanyakan gadis remaja yang berada di sekolahnya. Tergolong cerdas di sekolah, namun tidak memiliki teman. Ketertarikannya adalah aktivitas berburu bersama ayahnya, dimana dia dapat melatih kesemua indera-nya dengan maksimal. Tidak tertariknya India pada orang-orang di sekitarnya bukan berarti dia tidak memperhatikan sama sekali. Aktivitas berburu yang selalu dilakukan bersama ayahnya bukan berarti sekedar hobi biasa yang ingin diturunkan dari ayah kepada anaknya. Aktivitas mengintai korban dengan sangat hati-hati, kemudian menembaknya mati, mungkin bisa berarti sebuah katarsis, atau aktivitas substitusi, bisa disebut dengan sublimasi dalam jargon psikoanalisa, dari aktivitas lain yang lebih buruk.

Mengapa film ini berakhir dengan adegan tersebut? Jawabannya mungkin ada pada adegan-adegan sebelumnya; mengapa Charlie sebegitu tertariknya pada India? Mengapa tiba-tiba Charlie datang di hari kematian adik kandungnya? Mengapa ayahnya selalu mengajak India pergi berburu? Mengapa India mendapatkan kado berupa sebuah kunci misterius di hari ulang tahunnya ke-18, hari yang sama ketika ayahnya tewas? Pertanyaan-pertanyaan ini pun terus muncul secara terbalik dari akhir sampai ke awal, hingga pada pertanyaan; mengapa film ini diberi judul nama belakang atau nama keluarga dari India? Memang nama keluarga adalah suatu kebanggaan orang-orang Barat dimana mereka tidak hanya dapat meneruskan nama besar keluarga kepada keturunan mereka, namun juga citra diri dan karakteristik tertentu.

Dan untuk menjawab, ataupun memastikan kembali, dari pertanyaan-pertanyaan ini maka tidak dapat disangkal bahwa multiple viewings is required. Film ini jelas menjadi sebuah tambahan referensi yang sangat berharga bagi para penggemar genre mystery atau thriller.



USA / UK | Drama / Mystery / Thriller | 99 min | Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
8 dari 10

- sobekan tiket bioskop tertanggal 10 April 2013 -

4 kritik:

  1. salah satu film dengan visual paling memuaskan di tahun 2013 :)

    Boleh tukeran link? Link gue http://review-luthfi.blogspot.com/ . Terima kasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal! linknya sudah masuk ya :D

      Delete

  2. Hai bro…

    boleh tukeran link gak? ini link saya http://insanmahaputra.blogspot.com/

    link kamu udah saya pasang di blog saya. :)

    Thank you

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal! linknya sudah dipasang juga ya :D gile referensi film situ asik abis. jadi minder.

      Delete

 
Toggle Footer
Top