Dewa petir yang bersenjatakan palu sakti ini diusir keluar karena arogansinya oleh ayahnya, Odin, dari alam Asgard dan jatuh ke bumi. Sayangnya pengusiran Thor (Chris Hemsworth) dari Asgard dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mengambil alih kekuasaan Odin sebagai dewa para dewa, dan menciptakan perang dengan Frozen Giants. Sementara itu di bumi, Thor belajar banyak dari orang-orang yang ada di sekitarnya, serta membangun hubungan dengan ilmuwan Jane Foster (Natalie Portman).
Sebagai film superhero aksi, film ini memang menghibur. Apalagi dengan parade visual efek serta penggambaran dunia Asgard yang megah (walaupun banyak mengingatkan gue akan dunia Star Wars dan Avatar). Disisipi oleh lelucon-lelucon dengan penempatan yang tepat dan sanggup mengocok perut, apalagi ketika Thor baru sampai di bumi. Namun sayang, gue sendiri merasa kurang terserap oleh cerita dalam film ini. Berhubung universe dalam film ini sama dengan Ironman dan kawan-kawan, maka gue bisa membandingkannya dengan Ironman yang jauh lebih punya hati dan jiwa dalam ceritanya ketimbang film ini.
Ini memang kencan pertama gue dengan si dewa petir ini, yang mana memang sebelum menonton film ini gue sama sekali tidak tahu cerita tentang Thor. Gue yang seakan gelas kosong pun memang diisi oleh pengetahuan tentang siapa dan bagaimana Thor itu serta legenda dan mitos yang menyertainya. Gue cukup suka bagaimana cerita dalam film ini mencampuradukkan tidak hanya antara magis dengan sains, tapi juga antara mitos dengan sains. Pencinta teori fisika kuantum mungkin akan menyukai konsep yang ditawarkan oleh film ini tentang darimana asal Thor sebenarnya, apalagi film ini memvisualisasikan teori wormhole-nya Einstein dengan caranya sendiri.
![]() |
| gambar diambil dari sini |
Natalie Portman seperti biasa tampil maksimal, walaupun ini bukan penampilan terbaik dia. Susah ya, setelah Black Swan sepertinya gue mengharapkan dia akan berakting dan mendapatkan karakter - setidaknya - setingkat dengan Nina Sayer. Sayangnya juga, karakter Jane Foster yang diperankannya adalah karakter tipikal dan pasaran, karakter yang seakan hanya sebagai pelengkap dan pemanis dari sebuah film macho dan penuh hormon testosteron.
![]() |
| gambar diambil dari sini |
Untuk anda yang mencari hiburan aksi, atau sekedar ingin menambah referensi film superhero keluaran Marvel (demi persiapan menyambut The Avengers), film ini memang sayang untuk dilewatkan. Namun jangan berharap banyak dengan kedalaman film ini yang sedatar versi tiga dimensinya film ini.
![]() |
| gambar diambil dari sini |
7 dari 10





Review"nya bikin ngiler, baru" semua :D
ReplyDelete