Kapten Jack Sparrow (Johnny Depp) kembali beraksi lagi dalam petualangan terbarunya; mencari Fountain of Youth. Kali ini ia bertemu dengan wanita dari masa lalunya, Angelica (Penelope Cruz) yang membuat Jack terpaksa berlabuh di kapal milik bajak laut yang paling ditakuti, Blackbeard (Ian McShane). Dalam petualangan terbarunya, Jack tidak tahu lagi mana yang harus ditakuti; Blackbeard yang menakutkan atau Angelica yang penuh dengan tipu daya. Belum lagi perjalanan mereka dibayangi oleh kejaran Kapten Barbossa (Geoffrey Rush) yang kini berpihak pada Angkatan Laut Inggris.
Kebiasaan Hollywood untuk terus menerus membuat sekuel dari film yang telah sukses sebelumnya selalu dipertanyakan dan dihujat sekaligus dipuji dan dinanti-nantikan. Dihujat karena dianggap sekuel dari suatu film menghancurkan brand image yang telah ada, dipuji ketika sekuel yang dibuat jauh lebih bagus dari versi orisinilnya. Franchise Resident Evil mungkin masuk dalam kelompok pertama, sedangkan sekuel kelima Fast Five (2011) mungkin masuk dalam kelompok kedua. Tidak hanya proyek sekuel, akhir-akhir ini proyek reboot pun sedang menjadi tren di industri perfilman Hollywood seperti Batman dan Spiderman. Namun sekuel keempat dari franchise PoC ini mungkin bisa dibilang campuran antara sekuel sekaligus nyaris-reboot dari franchise yang telah ada.
Franchise PoC tanpa sutradara Gore Verbinski? Entah yah, tapi sekuel keempat yang disutradarai oleh sutradara yang cenderung menyutradarai film-film drama-feminisme - Rob Marshall (Chicago, Memoirs of Geisha, Nine) ini tampak kurang menggigit. Eksekusi adegan aksi pertarungan pedang yang ada tampak kurang maksimal, serta film ini menghilangkan esensi film bajak laut yang khas dengan kapal lautnya. Meskipun film ini banyak memberikan homage pada versi orisinilnya yang dirilis tahun 2003; kaburnya Jack dari tangkapan pihak otoritas di awal film serta pertarungan akhir di tempat tujuan petualangan di akhir film.
![]() |
| gambar diambil dari sini |
Tidak hanya ceritanya yang dibuat sederhana dan tidak berputar-putar seperti ketiga film pendahulunya, karakter Jack Sparrow yang menjadi fokus utama dalam film ini juga mengalami penyederhanaan karakter. Tidak seperti Jack Sparrow yang penuh tipu daya, licik, dan egois dalam tiga film sebelumnya, pada film ini karakter kapten goofy ini digambarkan lebih manusiawi dan lebih memikirkan orang lain ketimbang dirinya. Ya mungkin saja ini adalah dinamika perkembangan karakter yang dialami oleh seorang Jack Sparrow setelah menempuh petualangan besar mencari koin emas Aztec, jantung Davy Jones, sampai menghadapi kapal magis The Flying Dutcman. Pada akhir film, pertanyaan penonton tentang karakter Jack Sparrow yang sedikit berbeda akan terjawab dengan sebaris dialog yang diucapkannya.
![]() |
| gambar diambil dari sini |
Efek visual dalam film ini juga tidak semewah dan tidak terlalu mendominasi film seperti ketiga film pendahulunya, namun tetap cukup baik dalam mendukung setiap adegan yang membutuhkan efek visual. Cukup sayang mengingat trilogi PoC sebelumnya sangat khas dengan kemegahan dan rapinya efek visual yang digunakan, bahkan ketiga film tersebut selalu masuk dalam nominasi Best Visual Effect dalam penghargaan Oscar. Musik tema PoC karangan Hans Zimmer pun masih menghiasi film ini namun terkesan sambil lalu saja lantaran tidak semencolok seperti ketiga film pendahulunya.
![]() |
| gambar diambil dari sini |
Rating?
6 dari 10





No comments