31 March 2007
One kritik

Naga Bonar Jadi 2

12:34 AM
sobekan tiket bioskop KESEMBILAN tertanggal 30 Maret 2007 adalah Naga Bonar Jadi 2. dan sobekan tiket bioskop ini pun memperpanjang rekor gue dalam mengoleksi sobekan tiket bioskop perbulannya. yippy...

ini adalah sekuel dari film Naga Bonar yang tepat 20 tahun lalu dirilis. film ini bercerita mengenai Naga Bonar (Deddy Mizwar) yang sudah mempunyai anak, Bonaga (Tora Sudiro) yang telah tumbuh dewasa di jaman modern ini. bagaimana ketika Naga Bonar yang asal Medan berkunjung ke Jakarta untuk melihat Bonaga menjalankan bisnisnya. bagaimana Naga Bonar yang harus menghadapi jaman yang sudah sangat berubah dan menerimanya dengan polos dan bijak. bagaimana juga Naga Bonar begitu mudah bersahabat dengan rakyat kecil, seperti dengan Umar (Lukman Sardi). bercerita juga tentang Bonaga yang sangat sayang pada ayahnya, tetapi juga mencintai pekerjaannya. bagaimana Bonaga sulit menghadapi wanita, khususnya Monita (Wulan Guritno). masalah timbul ketika Bonaga ingin menjual keluarga leluhur Naga Bonar. maka timbullah konflik perbedaan nilai diantara mereka berdua.

overall, ini adalah sebuah film tentang cinta antara ayah dengan anak. that's it. so simple. dengan dibumbui berbagai masalah-masalah kehidupan yang menguji cinta mereka berdua. masalah kuburan keluarga, masalah cinta Bonaga, masalah bisnis, dan patriotisme. yup, film ini sangat menonjolkan bagaimana Naga Bonar masih menjunjung tinggi nilai patriotisme, yang sangat kontras dengan generasi jaman sekarang. salah satu adegan paling mencolok adalah ketika upacara bendera, dan bendera Merah Putih belum sampai di puncak tetapi Naga Bonar sudah lemas tetapi masih bertahan untuk tetap berdiri dan hormat sampai Sang Merah Putih tiba di puncak tiang bendera. selain itu ada kalimat ironi yang terucap dari Naga Bonar kepada patung Jendral Sudirman, yaitu
"turunkan tanganmu, Jendral!! kepada siapa kau memberi hormat?? mereka tak pantas mendapat hormatmu!!"
film ini juga menyisipkan kritik-kritik sosial, politik, dan agama. kalo lo smua cukup sensitip, pasti bisa dengan mudah nangkep maksud-maksud dari stiap adegan. film ini sarat dengan makna. what a touching movie. penempatan soundtrack-soundtracknya juga ok. soal akting ga usah diragukan lagi. setiap karakter diperankan dengan sangat mendalam. Tora Sudiro tetap dengan gaya kocaknya, membuat film ini menjadi hidup dan penuh komedi. apalagi dengan akting Deddy Mizwar yang membuat seakan-akan Naga Bonar adalah sebuah tokoh nyata.

Bravo!!

rating?
9 of 10

1 kritik:

  1. LOVE THIS MOVIE..
    more than everrrrr..
    GILAAA!!!

    ReplyDelete

 
Toggle Footer
Top