23 March 2007
2 kritik

The Last Kiss

12:34 AM
Sobekan Tiket Bioskop keenam dalam bulan Maret ini, tertanggal 22 Maret 2007 adalah The Last Kiss. sobekan tiket kali ini cukup berbeda karena berasal dari Blitzmegaplex. yup, baru soft opening tanggal 21 Maret 2007 dan gue langsung mencicipinya pada hari kedua. cerita lengkap mengenai kunjungan solo gue ke Blitzmegaplex dapat dibaca di Elmo's Street.

bercerita tentang Michael (
Zach Braff) dan Jenna (Jacinda Barret) yang telah menjadi pasangan selama tiga tahun. ketika Jenna memberitahu bahwa ia sedang mengandung anak dari mereka berdua, Michael menjadi khawatir dan takut. takut akan masa mudanya yang akan segera berakhir. sampai suatu ketika di sebuah pesta perkawinan seorang teman, ia bertemu dengan mahasiswi enerjik, Kim (Rachel Bilson). namun ternyata orang-orang disekitar Michael dan Jenna pun mengalami masalah dalam berhubungan dengan orang lain, termasuk tiga orang sahabatnya semasa kecil. Izzy (Michael Weston) yang tidak bisa melupakan mantan kekasihnya, Kenny (Eric Christian Olsen) yang begitu mudah mendapatkan wanita tetapi sangat takut kepada komitmen, dan Chris (Cassey Affleck) yang begitu terintimidasi oleh istrinya yang sibuk merawat anaknya. bahkan orang tua dari Jenna pun mengalami masalah dalam hubungan perkawinan mereka yang sudah berusia 30 tahun.

screenplay The Last Kiss ditulis oleh
Paul Haggis, yang juga menulis Crash, Million Dollar Baby, Flags of Our Fathers, Casino Royale, dan Letter from Iwo Jima. film ini menceritakan berbagai plot cerita, seperti Crash atau Love Actually, hanya bedanya dalam The Last Kiss, kesemua tokoh yang disorot saling mengenal satu sama lain.

banyak makna yang bisa diambil dari film ini. salah satunya adalah bagaimana film ini begitu mengangkat tema perbedaan antara pria dan wanita, seperti yang sudah dibahas tuntas dalam buku Men are from Mars, Women are from Venus.
tampak bahwa film ini menekankan bahwa bagaimana komunikasi antara kedua jenis kelamin tersebut terkadang sangat timpang. tentang bagaimana pria dan wanita yang begitu teguh pada pikiran dan pendapat masing-masing, tanpa mau mencoba mengerti akan pasangannya. tentang bagaimana pembicaraan antara pria dan wanita yang begitu tidak nyambung antara satu dengan yang lain. bahwa emosi dan prasangka begitu menguasai pikiran masing-masing. salah satu contoh paling nyata yang diangkat dalam film ini adalah bagaimana salah satu tokoh wanita meminta kejujuran dari sang pria, sang pria mengatakan yang sebenarnya, tetapi sang wanita malah marah-marah kepada sang pria, padahal sebelumnya sang wanita telah membaca majalah bagaimana pentingnya mengutarakan perasaan kepada pasangan masing-masing.

selain itu, makna lain yang bisa gue tangkap di film ini adalah bagaimana kita tidak dapat selalu bisa mempertahankan prinsip-prinsip hidup kita. adalah suatu ketika kita akan terpaksa meluruhkan, merubah, atau bahkan membuang prinsip-prinsip hidup kita ketika kita menemui suatu permasalahan. apalagi jika hal tersebut adalah satu-satunya jalan keluar, khususnya dalam permasalahan cinta.

makna lain adalah bagaimana sulitnya sekaligus kuatnya sebuah maaf. yang tentunya diawali oleh sebuah pengertian.

banyak makna lain lagi yang sebenarnya bisa digali dari film ini. kita dapat belajar banyak dari film ini. film ini layaknya sebuah cerminan sosial dalam hal berhubungan dengan pasangan, yang ditampilkan dalam bentuk ironi. bagaimana suka duka mereka, baik disaat indah maupun susah. bahwa tidak semua cerita akan berakhir dengan happy ending.

nice movie to watching...and the soundtracks is so touching!

rating?
8 of 10

2 kritik:

  1. hey gw jg suka sm this movies..it's touching...

    ReplyDelete

 
Toggle Footer
Top