Seaspiracy - Netflix Review


Oke fix gue nggak akan makan seafood lagi!

Gila sih dokumenter ini, bener-bener mindblowing dan eye-opening buat gue. Dokumenter tapi nontonnya bikin gemes, kesel, marah, kecewa, sambil jambak-jambak rambut. Iya sekuat dan seberpengaruh itu karena sutradara Ali Tabrizi dengan gamblang dan apa adanya ngeliatin bagaimana hiu dan paus dibantai oleh manusia demi industri perikanan.

Untuk yang nggak mau dan/atau nggak berani nonton, dokumenter Seaspiracy bercerita tentang sisi gelap dibalik industri perikanan yang ternyata selain sangat menguntungkan tetapi juga sangat destruktif bagi bumi mulai dari dasar laut sampai puncak atmosfer. 

Gue inget banget dulu pas SD ada seorang guru yang bilang bahwa mendingan kita makan ikan aja karena persediaan ikan melimpah ruah dan cepat berkembang biak. Satu ikan bertelur aja bisa sampai ratusan telur kan. Itu benar, tapi ternyata balik lagi tergantung pada cara "memanen"nya.



Kalau nelayan tradisional yang sekali melaut hanya menangkap ikan beberapa ton, atau bahkan adat Buka Sasi di Papua dan Maluku yang menangkap hewan laut hanya dalam kurun waktu tertentu untuk kemudian "ditutup" selama 2-3 bulan mungkin masih membuat laut sehat. Tetapi ada banyak korporasi (yang ternyata didukung oleh pemerintah) yang menangkap ikan sebanyak mungkin setiap hari. 

Masalah semakin runyam ketika predator utama lautan seperti lumba-lumba, hiu, dan paus juga ikut tertangkap dan terbunuh oleh jaring mereka yang besar (disebut dengan istilah bycatch). Ketika populasi apex predator berkurang, ini akan merusak ekosistem lautan dengan overpopulation spesies di rantai bawah. 

Belum lagi banyak alat pancing yang merusak lautan, mulai dari alat pancing raksasa yang merusak lantai laut dan segala macam biotanya sampai dengan sampah jala dan jaring yang ternyata jauh lebih banyak daripada sedotan dan botol plastik. Siapa yang sangka kerusakan lantai dasar laut ternyata lebih besar daripada pembalakan hutan. 


Kemudian kampanye sedotan plastik selama 5 tahun terakhir itu nggak berguna kalau industri perikanan masih menggunakan cara-cara biadab ini. Sedihnya, berbagai organisasi di balik kampanye anti plastik ini ternyata ada hubungan dengan industri perikanan. Ini hal yang paling bikin gue syok; sederetan NGO ini memilih diam dan nggak bersuara soal fishing.

Oke, memutuskan untuk nggak makan seafood mungkin adalah solusi yang cukup ekstrim bagi berbagai orang. Tapi industri yang sudah berjalan puluhan tahun dengan sistematis dan berskala besar ini menurut gue perlu diberikan shock therapy. Apa yang membuat mereka melanjutkan usahanya? Hukum ekonomi supply and demand; ketika ada permintaan pasti selalu ada pemenuhan. 

Jadi untuk menurunkan supply, ya mari kita beri shock therapy berupa penurunan supply. Sampai pada akhirnya benar ada regulasi dan kontrol yang sangat ketat terhadap industri perikanan, barulah gue akan makan seafood lagi.






- ditonton di Netflix -
----------------------------------------------------------
review film seaspiracy documentary netflix
review seaspiracy documentary netflix
seaspiracy documentary netflix movie review
seaspiracy documentary netflix film review
resensi film seaspiracy documentary netflix
resensi seaspiracy documentary netflix
ulasan seaspiracy documentary netflix
ulasan film seaspiracy documentary netflix
sinopsis film seaspiracy documentary netflix
sinopsis seaspiracy documentary netflix
cerita seaspiracy documentary netflix
jalan cerita seaspiracy documentary netflix

Komentar