Mola Living Live - Review


Mola TV turut menyemarakkan dunia perfilman dengan kehadirannya yang akhir-akhir ini mengembangkan sayapnya di luar pemegang hak siar resmi liga Inggris. Banyak film dan serial berkualitas telah diakusisi dan dapat ditonton secara eksklusif di Mola TV. Tidak hanya itu saja, kini Mola TV juga menghadirkan konten orisinil yang tidak kalah seru dan eksklusif; bincang-bincang dengan bintang Hollywood dalam Mola Living Live. Dipandu oleh Rayya Makarim dan pemeran atau kru film tenar Indonesia, setiap bulan mereka menghadirkan sineas Hollywood ternama. Mulai dari Luc Besson, Sharon Stone, Darren Aronofsky, Spike Lee, Robert de Niro, hingga yang terbaru Francis F. Coppola.

Ini adalah diskusi interaktif secara langsung di mana penonton bisa langsung bertanya pada sineas Hollywood pujaannya. Cukup seru dan unik di era di mana jarak dan waktu tidak lagi menjadi halangan. Apalagi topik-topik yang dibawakan sangat seru dan menarik. Mulai dari berbicara soal perfilman dan balik layar, hingga obrolan-obrolan seputar pekerjaan, keluarga dan passion.

Episode pertama yang saya tonton adalah diskusi dengan Darren Aronofsky. Sebagai fans berat salah satu karyanya yaitu Black Swan, diskusi dengan sutradara, produser, dan penulis ini jadi momen yang cukup spesial bagi saya karena ini adalah kesempatan langka untuk mengetahui apa isi kepalanya saat membuat Black Swan. Apalagi dirinya adalah salah satu dari sekian banyak sineas Hollywood yang tidak menempuh jalur sekolah film. Apalagi semua karya filmnya biasanya beraliran surreal dan drama psikologis seperti mother!.

Yang menarik bagi saya dalam diskusi dengan Darren Aronofsky ini adalah sebagian pembicaraannya justru tidak berhubungan dengan film. Pembicaraannya lebih banyak mengenai bagaimana masa muda Darren Aronofsky hingga akhirnya masuk ke dunia film. Dalam pembicaraannya, Aronofsky menyatakan bahwa genre film yang ia buat sangat bergantung pada ide cerita, di mana ide cerita tersebut datang dari mana saja bahkan dari hal yang tidak diprediksi sebelumnya. Semua ide ini disatukan dan diramu dengan sedemikian rupa hingga menjadi satu film yang utuh.

Episode kedua yang saya tonton adalah diskusi dengan Luc Besson. Sutradara tenar asal Perancis ini sudah membuat banyak film hits seperti Anna (2019) dan A Monster in Paris (2011), di mana dua film ini bisa ditonton di Mola TV. Diskusi dibawakan oleh Rayya Makarim dan Mirwan Suwarso kurang lebih enam puluh menit, Luc berbagi cerita tentang awal mula dirinya berkecimpung di dunia film. Sama seperti Darren Aronofsky, Luc Besson juga bukan seseorang yang datang dari sekolah film. Dirinya terjun di dunia film pada saat keluarganya jatuh dalam kondisi yang paling sulit. Pada momen itulah Luc Bessok menemukan bahwa passion dirinya ada dalam film.

Yang menarik dari Luc Besson adalah pernyataannya bahwa dia tidak tertarik dengan film pahlawan super yang sedang merajalela akhir-akhir ini. Sebaliknya, dirinya malah tertarik dengan karakter anti-hero dan bagaimana interaksinya dengan orang-orang di sekitarnya. Diskusi pun ditutup dengan bagaimana dia akan pensiun dari dunia perfilman setelah menyutradarai dua atau tiga film terakhir.

Episode ketiga saya jatuh pada Mike Tyson, yang memang bukan dari dunia perfilman tapi membuat saya tertarik justru karena dia adalah satu-satunya tokoh di dunia film yang diwawancarai oleh Mola Living Live. Ternyata ini adalah pilihan yang tidak salah karena diskusi berdurasi kurang lebih tiga puluh menit ini tidak kalah inspiratifnya. 

Melihat bagaimana Mike Tyson berjuang di dunia olahraga sampai membahas sisi spiritual yang ternyata begitu signifikan dalam hidup juara tinju ini. Sangat menarik untuk melihat latar belakang bagaimana seorang Mike Tyson akhirnya memutuskan untuk menjadi Muslim, dan bagaimana agama Islam memberinya cara pandang terhadap hidup yang baru. Apalagi pengalamannya selama di penjara juga ternyata membuka beragam perspektif baru dalam hidup, mulai dari bagaimana dia dapat lebih memikirkan dan menghargai orang lain dan tidak fokus pada diri sendiri.

Seluruh diskusi Mola Living Live dapat ditonton secara legal dan eksklusif di Mola TV. Cara mendaftarnya pun terbilang cukup mudah dan user friendly. Biaya berlangganannya sangat murah, hanya Rp 12.500 per bulan untuk paket langganan film yang basic. Selain itu, sekarang di Mola TV sudah bisa langganan paket HBO GO hanya seharga Rp 65.0000 per bulan. Ini adalah pilihan paket yang cukup murah bagi kalian yang hanya langganan internet saja tanpa langganan tv kabel bulanan.








----------------------------------------------------------
review film mola living live
review mola living live
mola living live movie review
mola living live film review
resensi film mola living live
resensi mola living live
ulasan mola living live
ulasan film mola living live
sinopsis film mola living live
sinopsis mola living live
cerita mola living live
jalan cerita mola living live

Komentar