03 June 2013
0 kritik

The Hangover Part III


"Keluar dari jalur komedi yang penuh dengan kejutan, Part III ini malah membawa jalan cerita dark action dan terlalu berusaha keras untuk membuat penonton tertawa"


The wolfpack is back. Oh no. Phil, Stu, dan Doug sepakat untuk membawa Alan ke pusat rehabilitasi karena isu gangguan jiwa. Di tengah jalan, seorang mafia menculik Doug dan menuntut Phil, Stu, dan Alan untuk mencari Mr. Chow yang pernah mencuri batangan emas milik mafia tersebut. Kini mereka kembali bertualang mencari Mr. Chow demi menyelamatkan nyawa Doug.


Menurut saya, The Hangover Part II (2011) saja sudah merupakan sebuah langkah yang salah untuk mengulangi kesuksesan The Hangover (2009). Jika Part II adalah sebuah carbon copy dari Part I, maka Todd Philips tidak ingin mengulangi kesalahan tersebut dengan membuat Part III menjadi seakan out of the box. Sayang, out of the box-nya terlalu out sehingga keluar dari nyawa dan ciri khas dari franchise The Hangover.

Apa yang membuat Part I sukses sehingga memenangi Best Picture pada ajang Golden Globe adalah paduan antara element of surprise, komedi, dan kekuatan para karakternya. Part II ingin mengulangi formula yang sama tetapi terlalu mirip polanya walaupun settingnya berbeda. Maka Part III pun dibuat diluar formula tersebut, dan membawa plot cerita yang ada pada film-film aksi kelas B. Sekelompok orang harus mencari si tersangka utama demi menyelamatkan teman mereka yang diculik oleh mafia jahat. Sisi komedi yang ada pun sangat terlihat dibuat-buat, apalagi membawa-bawa kematian binatang (-binatang) yang sama sekali tidak lucu. Well, setidaknya setelah ending credits, anda masih akan diperlihatkan ciri khas dari franchise ini.



Element of surprise yang diusung dalam film ini bukanlah akibat dari jenis obat-obatan yang membuat orang-orang lupa ingatan akan apa yang telah dilakukannya kemarin malam. Melainkan karena ulah-ulah yang dibuat oleh Mr. Chow. Yes, porsi karakter Mr. Chow memang menjadi sangat besar dalam film ini, dan seakan menjadi roda penggerak bagi jalan cerita. Namun entah mengapa, karakter Mr. Chow yang terlalu besar dalam film ini malah menjadikan karakternya cukup annoying dan sangat tidak natural. Mungkin memang itulah sebabnya karakter Mr. Chow diberikan porsi sedikit di Part I untuk menjaga kemurnian karakternya sebagai bumbu pedas yang sekilas.


The Epic Finale of the Hangover Trilogy. Semoga tagline yang diusung ini benar adanya. Karena biarlah The Hangover Part I (2009) yang menjadi satu-satunya film komedi penuh dengan kejutan, tanpa perlu direnggangkan dengan sekuel-sekuel yang gagal.

Saya memberikan rating 8 pada The Hangover (2009) dan rating 7 pada The Hangover Part II (2011). Untuk Part III, saya akan memberikan angka rating untuk menggambarkan pola kualitas pada trilogi ini.



USA | 2013 | Comedy | 100 min | Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
6 dari 10

- sobekan tiket bioskop tertanggal 3 Juni 2013 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top