31 December 2012
0 kritik

Sobekan Tiket Terbaik 2012

Meneruskan kebiasaan dari tahun-tahun sebelumnya, maka secara khusus saya telah memilih 10 film terbaik yang telah saya tonton di bioskop pada tahun 2012 ini. Daftar film dibawah ini tidak harus film yang dirilis di tahun 2012, karena ketentuannya adalah film-film yang saya tonton di bioskop di tahun ini. Tahap pertama pemilihan ke-10 film ini berdasarkan nilai rating yang ada. Di rating tertinggi, ternyata ada 12 film yang memiliki rating 9. Seleksi tahap kedua pun harus dilakukan agar daftar Sobekan Tiket Terbaik ini tidak terlalu banyak, yaitu dengan menilai secara kualitatif. Indikator penilaian kualitatif adalah film yang mampu memberikan pengalaman sinematik tersendiri, serta cerita film yang mampu memberikan sesuatu kepada penonton. Maka, inilah 10 film terbaik yang saya tonton di bioskop di tahun 2012.


Sobekan Tiket Bioskop tanggal 28 Februari 2012 - Rating 9 dari 10
Klik gambar untuk membaca ulasan
Film bisu hitam-putih ini memang jelas menjadi film terbaik di Academy Awards 2012. Tapi film ini juga menjadi salah satu film terbaik yang saya tonton di tahun 2012. Bercerita tentang seorang aktor film bisu yang harus beradaptasi menghadapi perubahan jaman dari era film bisu ke film bicara, seiring perkembangan teknologi. Adaptasi dengan perubahan jaman tersebut disimbolkan dengan pertemuannya dengan aktris wanita yang semakin sukses di film-film bicara. Prinsip dan idealisme pun bersinggungan seiring dengan romansa diantara mereka berdua.


Sobekan Tiket Bioskop tanggal 14 Maret 2012 - Rating 9 dari 10
Klik gambar untuk membaca ulasan
Martin Scorsese telah kembali. Mengangkat kisah klasik pencarian tujuan hidup lewat kacamata seorang anak yatim piatu yang tinggal di sebuah stasiun kereta api, Scorsese juga hendak menyampaikan sejarah dunia perfilman lewat background story asal mula "motion picture" yang dirintis oleh George Melies. Scorsese pun memberikan homage tertinggi terhadap Melies, dengan memutarkan penggalan gambar bergerak pertama yang dibuat oleh Melies. Sebagai penghargaan terhadap teknologi film yang terus berkembang, Scorsese pun membuat standar baru bagi film 3 dimensi. Dengan konsep 3 dimensi sejak awal, Scorsese benar-benar memaksimalkan efek 3D dalam film ini, baik lewat pop-up scenes dan depth yang signifikan di beberapa adegan. Film ini pun menjadi salah satu film 3D terbaik yang saya tonton semenjak Avatar (2009).


Sobekan Tiket Bioskop tanggal 24 Juli 2012 - Rating 9 dari 10
Klik gambar untuk membaca ulasan
Pecinta film Indonesia boleh berbangga, ketika film garapan Usmar Ismail tahun 1954 ini direstorasi di Italia, dan secara khusus diputar di Festival Film Cannes tahun 2012. Pengertian "film Indonesia" akan sangat terasa jika anda menonton Lewat Djam Malam. Menyoroti perubahan sosial kemasyarakatan pasca-kemerdekaan Indonesia lewat seorang mantan pejuang yang berusaha beradaptasi dengan situasi yang telah bergerak cepat. Yang menarik adalah bagaimana masih sangat relevan situasi sosial kemasyarakatan tahun 1954 dengan kondisi saat ini, dimana perputaran roda ekonomi yang cepat dapat menenggelamkan esensi dan hak-hak orang banyak untuk hidup dengan lebih manusiawi.


Sobekan Tiket Bioskop tanggal 26 Juli 2012 - Rating 9 dari 10
Klik gambar untuk membaca ulasan
Christopher Nolan menutup trilogi dari proyek reboot Batman dengan sempurna. Meskipun banyak yang kecewa dengan plot yang tampak jauh lebih sederhana ketimbang The Dark Knight (2008), namun saya pribadi dapat menemukan hal-hal yang jauh lebih bermakna dan sangat signifkan dengan sekuel-sekuel sebelumnya. The Dark Knight memang menjadi standar baru film aksi superhero dengan jalan cerita yang cerdas, namun The Dark Knight Rises membuat trilogi Batman ini menjadi lingkaran yang sempurna. Lingkaran sempurna dimana keinginan Bruce Wayne ketika menghidupkan tokoh alter-ego dapat terlaksana dengan sangat baik; untuk menjadi contoh yang patut ditiru dan memotivasi warga kota Gotham untuk menjadi pahlawan bagi diri sendiri dan orang lain dengan nilai moral yang tinggi.


Sobekan Tiket Bioskop tanggal 2 Oktober 2012 - Rating 9 dari 10
Klik gambar untuk membaca ulasan
Ini merupakan film asal Iran pertama yang memenangkan penghargaan di Academy Awards dan Golden Globes lewat kategori Best Foreign Language Film. Film yang bagus tidak selalu dibarengi dengan efek visual yang paling mutakhir. Film sederhana dan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari pun bisa menjadi sebuah kisah yang sangat mengena bagi para penontonnya. Kisah sepasang suami istri yang mengajukan gugatan cerai karena sang istri ingin keluar dari Iran demi masa depan yang lebih baik bagi putrinya, sedangkan sang suami memilih bertahan di Iran demi merawat ayahnya yang menderita Alzheimer. Film ini adalah salah satu film dengan karakterisasi yang sangat kuat, cerita yang sangat humanis dan sederhana, serta ending yang cukup berkesan.


Sobekan Tiket Bioskop tanggal 11 Oktober 2012 - Rating 9 dari 10
Klik gambar untuk membaca ulasan
Looper mungkin hanyalah another film aksi yang menggunakan unsur time travel sebagai plot utamanya. Namun bagi saya pribadi, ini adalah salah satu film aksi terbaik yang saya tonton di tahun 2012. Alasannya sederhana saja; ide cerita orisinil yang sangat brilian dan eksekusi naskah pada film yang sangat baik. Film yang berkisah tentang seorang pembunuh bayaran yang harus membunuh dirinya sendiri yang datang dari masa depan ini dibungkus dengan jalinan cerita yang sangat rapi. Setiap dialog dan side story yang muncul sejak menit-menit awal ternyata sangat signifikan dengan plot yang berjalan hingga menit akhir. Salah satu film yang mampu membuat saya menjerit dalam diam ketika menyaksikan endingnya yang sangat out of the box itu.


Sobekan Tiket Bioskop tanggal 13 November 2012 - Rating 9 dari 10
Klik gambar untuk membaca ulasan
Yang tidak kenal band rock asal Inggris ini, harap tunjuk tangan! Faktor subjektif dalam penilaian akan film konser ini memang cukup signifikan. Ya, saya adalah salah seorang fans berat Coldplay, dan menyaksikan film konser ini di bioskop dengan layar lebar dan kualitas sound system yang bagus adalah sebuah hal yang sangat spesial bagi saya. Barisan set list-nya cukup membuat saya menjerit-jerit kegirangan dalam hati. Mulai dari Paradise, Fix You, Every Teardrop is a Waterfall hingga Clocks benar-benar menjadi cinematic orgasm tersendiri, apalagi melihat para pengunjung konser di Paris bulan September 2012 itu menggunakan Xylobands yang bisa menyala warna-warni secara synchronized itu.


Sobekan Tiket Bioskop tanggal 30 November 2012 - Rating 9 dari 10
Klik gambar untuk membaca ulasan
Konsep film di dalam film memang selalu menarik dan menantang otak untuk berpikir lebih jauh dalam menemukan makna dari setiap lapisan yang ada. Penulis naskah Paul Laverty tahu benar akan hal ini dan memaksimalkan setiap lapisan yang ada untuk menempatkan berbagai makna yang cukup dalam. Pada akhirnya, makna tersebut meruncing pada satu ide dasar yang menjadi penggerak jalan cerita dalam film ini; human's survival. Kisah produser dan sutradara asal Spanyol yang sedang berada di Bolivia untuk membuat film tentang Columbus yang menaklukkan Amerika Tengah di abad ke-15 ini memiliki banyak pesan dan makna di setiap lapisan filmnya.


Sobekan Tiket Bioskop tanggal 20 Desember 2012 - Rating 9 dari 10
Sudah beberapa tahun berlalu semenjak saya membaca novel karangan Yann Martel ini, dan memang saya sangat kagum akan ide dan jalan cerita yang diusung oleh sang penulis. Adaptasi ke film yang disutradarai oleh Ang Lee pun terbilang mampu membawa serta intisari dari novelnya. Menonton Life of Pi di bioskop benar-benar seakan membaca novelnya sekali lagi. Kisah seorang anak yang selamat dari kapal karam dan harus bertahan hidup di sekoci penyelamat bersama hyena, zebra, orangutan, dan harimau Bengala ini benar membuat penontonnya merefleksikan kembali imannya akan Tuhan.


Sobekan Tiket Bioskop tanggal 29 Desember 2012 - Rating 9 dari 10
Trilogi The Lord of the Ring adalah salah satu trilogi terbaik yang pernah saya tonton. Tidak hanya menghibur mata dan telinga tapi juga memiliki lapisan makna dan signifikansi dengan kehidupan nyata yang kita jalani. Peter Jackson pun kembali mengadaptasi novel J.R.R. Tolkien yang merupakan prekuel dari Trilogi The Lord of the Ring. The Hobbits: An Unexpected Journey adalah sekuel pertama dari trilogi The Hobbits, yang sedianya hanya terdiri dari satu novel. Ini adalah kisah dimana Bilbo Baggins bertualang bersama Gandalf dan rekan-rekan Dwarfs dalam menumpas naga Smaug. Bonusnya bagi fans Trilogi LOTR, di sekuel pertama ini diceritakan bagaimana awal pertemuan Bilbo dengan Gollum dan bagaimana Bilbo menemukan cincin milik Gollum. Wow!

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top