11 October 2012
0 kritik

Looper

"Film tentang pembunuh bayaran yang harus membunuh dirinya sendiri yang datang dari masa depan ini berangkat dari ide orisinil yang cerdas dan dieksekusi dengan narasi yang brilian"

Bereaksi terhadap suatu stimulus adalah sebuah hal selayaknya terjadi. Namun manusia memiliki kemampuan untuk memilih diantara banyak pilihan tindakan untuk bereaksi terhadap satu stimulus. Jelas bahwa setiap pilihan tindakan membawa konsekuensi tersendiri. Jika dikaitkan dengan ruang dan waktu, maka setiap pilihan tindakan tersebut pun akan berpengaruh secara signifikan pada masa depan anda. Terlalu abstrak? Kalau begitu, simak dulu saja film panjang ketiga dan terbaru dari sutradara/penulis Rian Johnson, Looper.

Di tahun 2074, kecanggihan teknologi berjalan seiring dengan kecanggihan para polisi untuk melacak pembunuhan. Maka dari itu, ketika para mafia ingin menyingkirkan seseorang, targetnya akan dikirim lewat mesin waktu ke 30 tahun sebelumnya dimana pembunuh bayaran (looper) telah menunggu untuk melakukan eksekusi. Namun para looper ini memiliki batas waktu dalam kontrak pekerjaan mereka. Bila waktunya tiba, mereka akan ditangkap dan dikirim ke masa lalu untuk dieksekusi, sebuah prosedur yang disebut dengan "close the loop". Akhirnya pun tiba ketika Joe (Joseph Gordon-Levitt) harus mengeksekusi Old Joe (Bruce Willis). Keraguan Joe pun berujung pada lolosnya Old Joe.

Cerita science-fiction yang memiliki unsur time travel memang selalu menarik dan menantang untuk dipahami secara menyeluruh. Kisah dimana seseorang mengarungi ruang dan waktu, entah ke masa depan atau masa lalu, untuk melakukan suatu misi yang akan menentukan masa depannya bukanlah hal baru di genre ini. Quadrilogi Terminator dan trilogi Back to the Future telah menentukan standar yang cukup tinggi bagi film-film yang menggunakan time travel sebagai plot utamanya. Namun tampaknya Rian Johnson telah membawa film terbarunya untuk setidaknya bersanding dengan standardisasi tersebut. Ide orisinil yang begitu cerdas, eksekusi naskah yang brilian, sinematografi yang asik, dan deretan cast yang berkelas membuat Looper menjadi film yang akan membekas lama di ingatan para penontonnya.




Nama Rian Johnson mungkin belum banyak dikenal. Film panjang yang digarapnya memang baru tiga film, namun naskah dari ketiga film tersebut selalu ditulisnya sendiri. Saya memang belum menonton dan bahkan belum pernah mendengar tentang Brick (2005) dan The Brothers Bloom (2008), namun saya terkesan sekali pada Looper dengan ide dan eksekusi naskah yang brilian. Terlihat bahwa Rian Johnson adalah penulis yang cukup detil dan visioner, bagaimana dia membangun cerita dengan detil dan rapi. Setiap dialog seminim apapun itu hingga side story yang ditampilkan, ternyata memiliki kontribusi yang sangat signifikan di penghujung film. Bagi para penonton yang detil, pasti tidak akan banyak bertanya-tanya dengan klimaks yang ada, karena semuanya telah "dipersiapkan" oleh Rian Johnson dari awal film. Siapa yang mengira dialog kecil tentang batasan jarak senjata blunderbuss akan berpengaruh besar pada pilihan klimaks yang ada? Atau siapa yang mengira side story tentang telekinetik yang terasa kurang signifikan terhadap plot di 3/4 awal film ternyata juga memiliki implikasi yang begitu signifikan terhadap keseluruhan plot cerita? Semua hal ini dibungkus dengan rapi, lalu dibuka secara perlahan satu demi satu, dan akan membuat banyak jaw-dropping moments dalam sensasi menonton film ini. Yes, ini adalah salah satu film yang membuat saya dalam hati berteriak memohon "nooooooo!" pada ending-nya. 

gambar diambil dari sini

Ide cerdas tentang time travel dan kehidupan kriminal ini dilengkapi dengan pemeran yang berkelas. Siapa yang akan menyangka aktor muda yang sedang naik daun Joseph Gordon-Levitt akan beradu akting dengan bintang aksi senior Bruce Willis? Acungan jempol untuk juru make up karena telah berhasil membuat wajah JGL menjadi semirip mungkin dengan Bruce Willis, dengan make up sintetis berupa hidung, bibir, dan dagu tambahan. Film ini memang tidak dibuat dengan budget besar, namun tampak bahwa para pembuat film dapat memanfaatkan budget terbatas mereka dengan sinematografi yang asik dan menarik.

Jika anda suka menonton film yang menantang kecerdasan berpikir anda, dan bila anda fans Inception (2010), maka Looper adalah film yang sangat tepat untuk ditonton di bioskop.



USA | 2011 | Action / Sci-fi | 118 mins. | Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
9 dari 10

- sobekan tiket bioskop tertanggal 11 Oktober 2012 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top