17 November 2012
0 kritik

Wreck-It Ralph

"Film yang bercerita tentang kehidupan para karakter dari video game arcade ini sangat menghibur dengan cameonya, ide orisinil, lelucon segar, dan cerita yang penuh makna"

Film panjang animasi dari Disney terbaru, Wreck-It Ralph, mengambil ide cerita yang sangat orisinil, unik, dan brilian. Jika Toy Story bercerita tentang kehidupan para mainan, maka Wreck-It Ralph bercerita tentang kehidupan para karakter dalam permainan video game arcade di sebuah tempat pusat permainan. Ketika sebuah video game arcade tidak dimainkan, maka para karakternya akan "beristirahat" dari rutinitas "pekerjaan" mereka masing-masing. Lazimnya dalam sebuah permainan, pasti ada tokoh antagonis yang menimbulkan masalah, yang kemudian akan diselesaikan oleh si tokoh protagonis. Nah, film ini dengan cerdas hendak mengajak para penontonnya untuk melihat, bagaimana kehidupan tokoh antagonis ini ketika tidak dalam rutinitas permainan sehari-hari.

Permainan Fix It Felix, Jr. (permainan yang diciptakan khusus oleh pembuat film yang terinspirasi dari permainan Donkey Kong) adalah sebuah permainan dimana akan ada karakter Felix yang akan mereparasi kerusakan gedung apartemen yang dirusak oleh karakter Ralph. Setiap kali Felix berhasil mereparasi gedung tersebut, maka para penghuni apartemen Nicelander akan melempar Ralph dari atap apartemen ke air comberan di bawah. Rutinitas permainan itu pun selalu berjalan seperti itu. Felix yang baik akan menang dan dipuja, Ralph yang jahat akan kalah dan dikucilkan. Bahkan pengucilan itu tetap terjadi setelah permainan berakhir, dimana Ralph harus tidur di tempat pembuangan sampah, sementara Felix dan warga Nicelander tidur di kamar yang mewah. Felix yang kesepian dan terpinggirkan hanya ingin memiliki teman untuk berbagi cerita. Namun Felix dan para warga menolaknya karena, well, Ralph adalah karakter jahat dan perusak. Ralph sadar, jika ia ingin diterima oleh Felix dan kawan-kawan, ia harus mendapatkan medali kemenangan dan menjadi karakter yang baik. Tetapi Ralph tidak akan mendapatkan semua itu di dalam permainannya sendiri. Masalah pun muncul ketika Ralph berpindah permainan dan mengganggu jalannya permainan yang lain.

gambar diambil dari sini
Berhubung film ini bercerita tentang kehidupan para karakter yang berada dalam video game arcade, maka animasi yang ada pun dibuat semirip mungkin dengan kualitas pixelate 8-bit di beberapa adegan. Walaupun keseluruhan film memang tetap menggunakan tampilan animasi modern, tapi kombinasinya dengan beberapa adegan yang bernuansa pixelate benar-benar membuat film ini menjadi menarik. Hal tersebut membuat nuansa dan feel dari film ini menjadi seakan penonton benar-benar berada di dalam dunia video game arcade.

Naskah yang dikembangkan selama 20 tahun oleh Disney ini memang cerdas dan penuh makna. Ketika Toy Story mengangkat tema persahabatan diantara para karakternya, maka Wreck-It Ralph lebih mengangkat tema penerimaan diri. Penerimaan diri itu akan menjadi sulit ketika suatu individu "diciptakan" berbeda dari orang-orang normal kebanyakan. Apalagi bagi seorang Ralph yang diciptakan untuk merusak, dimusuhi, dan dilempar jauh-jauh. Ucapan lama "pasti ada hal baik di hati setiap orang" menjadi salah satu pondasi penting dalam film ini. Bahwa diluar permainan Fix It Felix, Jr., Ralph hanyalah seorang karakter yang berhati baik dan ingin diterima oleh orang-orang di sekitarnya.
gambar diambil dari sini
Keresahannya membawa Ralph untuk saling berbagi di sebuah support group untuk para bad guys, seperti Zangief dari game Street Fighter, Dr. Robotnik dari game Sonic the Hedgehog, dan Clyde dan game Pac-Man. Namun rekan-rekan di support group yang tampaknya kurang dapat mendengarkan dan memahami dengan baik, Ralph pun mencari pihak lain untuk berbagi. Pencarian itu membawa dia bertemu dengan Vanellope, karakter yang mengalami malfungsi di game balapan mobil kart, Sugar Rush. Ketika Ralph bertemu dengan Vanellope, dia merasa tidak sendirian di dunia ini. Ralph merasa bahwa masih ada orang seperti dirinya, yang dikucilkan karena berbeda. Bersama Vanellope, Ralph berusaha untuk menjadi yang terbaik, untuk kemudian menerima dirinya apa adanya di dalam game Fix it Felix, Jr.

Yang membuat film ini sangat menarik adalah, film ini akan membuat penonton dari generasi tertentu akan merasa bernostalgia. Yes, para penonton dari generasi ini akan mengenang kembali masa-masa jayanya games seperti Sonic, Street Fighter, Pac Man, bahkan Q*bert. Para pembuat film benar-benar menghibur penonton dengan menghadirkan banyak cameo karakter-karakter dari beberapa games yang sempat tenar di  tahun 1980-an hingga 2000-an. Namun jangan salah, tiga games yang menjadi latar dalam film ini adalah ciptaan orisinil dari para pembuat film, seperti Fix it Felix, Jr., Hero's Duty, dan Sugar Rush. Para cameo, ditambah dengan lelucon segar yang memancing tawa, dan makna yang bisa dipetik membuat film ini menjadi film animasi terbaik di penghujung tahun 2012.



USA | 2012 | Animation / Comedy | 101 min | Aspect Ratio 1.85 : 1

Rating?
8 dari 10

- sobekan tiket bioskop tertanggal 16 November 2012 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top