Penyelidikan kejahatan dan konspirasi Sherlock Holmes (Robert Downey Jr.) membawanya ke sebuah nama dengan reputasi yang cukup tinggi; Prof. James Moriarty (Jared Harris). Ternyata kepintaran Holmes akhirnya menemukan tandingannya, yaitu Moriarty yang memang ahli strategi dan pintar untuk menghilangkan jejak dari setiap kejahatannya. Dibantu oleh teman setianya yang telah menikah, Dr. John Watson (Jude Law) dan Sherlock Holmes berusaha untuk mengumpulkan bukti dan menggagalkan rencana jahat Moriarty yang mengancam benua Eropa.
Formula baku sebuah sekuel tetap diusung oleh para pembuat film ini. Untuk menambah keseriusan sebuah kasus, tingkatkan saja daya hancur dari sebuah rencana jahat dan perluas wilayah targetnya. Jika pada film pertama, Lord Blackwood "hanya" mengincar kehancuran Inggris Raya, maka kali ini Prof. James Moriarty ingin menciptakan perang besar di benua Eropa. Selain itu, Prof. James Moriarty juga "diberkahi" oleh intelegensi yang menyaingi kecerdasan seorang Sherlock Holmes. Perencanaan strategi yang matang, serta kemampuan untuk membaca situasi bahkan sampai situasi yang belum terjadi, menjadikan karakter Moriarty sebagai seorang arch-enemy atau musuh seimbang dari Holmes. Plot ini tentunya jauh lebih menarik dan lebih menegangkan dibandingkan film pertamanya. Namun bagaimana dengan eksekusinya?
![]() |
| gambar diambil dari sini |
Seperti film pertamanya, dari awal film penonton telah diberitahu siapa musuh utama yang harus dihadapi oleh Sherlock Holmes. Kemudian jalan cerita pun bergerak seiring dengan usaha Holmes untuk mengumpulkan petunjuk dan bukti yang dapat menjerat si tokoh antagonis. Yang mengasyikkan pada film pertama adalah bagaimana Holmes mengajak penontonnya untuk turut bingung serta nyaris putus asa untuk mengungkap kejahatan Lord Blackwood. Formula pada film kedua ini pun sebelas-duabelas dengan film pertama; penonton diberitahu siapa musuh utama di awal film, untuk kemudian bersama-sama mengumpulkan petunjuk dan bukti-bukti melawan Moriarti. Namun Holmes terlalu pintar disini, dan tidak meninggalkan sisa petunjuk bagi penonton untuk ikut berkontribusi menguak konspirasi Moriarty. Minimnya misteri yang tersaji di layar pun menurunkan suspens yang ada dalam film ini. Yang pada akhirnya, penonton hanya pasrah saja pada duet Holmes dan Watson untuk menggagalkan rencana jahat Moriarty. Adu pintar antara Holmes dan Moriarty yang digambarkan dalam film ini memang menarik dan seru, tapi setelah itu adegan tersebut seakan sekedar numpang lewat saja.
![]() |
| gambar diambil dari sini |
Hiburan positif yang lain adalah bagaimana Guy Ritchie mempertahankan ciri khas editingnya yang sangat menarik. Gabungan antara shot-shot cepat dan super slow-motion yang dijahit dalam satu adegan yang sangat memanjakan mata dan telinga. Setidaknya ada satu adegan yang cukup menegangkan dan unggul di berbagai aspek teknisnya, yaitu kejar-kejaran di hutan yang ada dalam trailer juga. Ya setidaknya adegan tersebut cukup ampuh untuk menutupi berbagai kekurangan dalam film ini. Keasyikan yang lain adalah bagaimana film ini memberikan homage pada film orisinilnya yaitu beberapa adegan yang pararel mirip. Mulai dari bagaimana Holmes memamerkan kemampuannya "membaca" seseorang terhadap wanita dan kemampuan observasi mendetil yang sangat berguna untuk mencari petunjuk baru.
![]() |
| gambar diambil dari sini |
USA | 2011 | Action/Crime/Mytery | 129 Mins. | Aspect Ratio 2.35 : 1
Rating?
7 dari 10
- sobekan tiket bioskop tertanggal 26 Desember 2011 -





Keren bro... Ini tulisann lo?? Wihhhh....
ReplyDelete